Happiness Kitchen & Coffee: Memang Bikin Happy

Standard

Kalo diliat-liat, kayaknya trend soal kuliner udah banyak berubah. Kalo dulu, orang lebih suka ke mall untuk makan di luar, karena di sana semacam one stop shopping, playing, relaxing, and eating. Cukup ke satu tempat udah bisa belanja, main, nyantai, dan makan. Sekarang? Ya masih kayak gitu, cuma untuk urusan perut, orang udah mau bela-belain dateng ke tempat makan yang lokasinya mungkin kurang strategis, demi membuktikan kelezatan sajian yang ada dan… berburu foto cantik karena desain restoran yang Instagrammable.

Continue reading

Advertisements

Hai Penyuka Susu Kedelai! Kenalkan, Dellisoy!

Standard

Saya bukan pencinta minuman berwarna sih, air putih tetep paling favorit. Makan di restoran pun pesannya ya air putih, kecuali kalo emang udah dapet sepaketan sama soda macam di McDonald’s. Tapi ada kalanya juga pengen nikmatin yang seger-seger; terutama sejak mengenal Thai tea, saya yang tadinya nggak doyan susu, jadi mulai menikmati minuman mengandung susu.

Continue reading

Kala Manis Menggoda

Standard

Saya udah diwanti-wanti dari remaja, harus hati-hati sama yang namanya gula. “Nurun di keluarga,” begitu pesannya. Memang, kalo urusan minum saya nggak suka minuman manis; air putih selalu jadi andalan saya menghidrasi tubuh. Tapi kalo udah urusan karbohidrat, saya lemah terhadap kue-kue dan rerotian. Apalagi almarhumah nenek jago panggang memanggang… kue bolu dan segelas teh di sore hari jadi semacam rutinitas yang beliau kenalkan. Suami pun, senengnya ngemil yang manis seusai makan berat; kebiasaan yang juga sukses ditularkan ke saya.

Continue reading

Maja House Lembang: Pizza-nya Wajib Coba

Standard

Bulan Februari lalu saya sempat jalan-jalan ke Hutan Pinus Grafika Cikole sama komunitas @Generasi90an, itu tuh akun Instagram yang isinya bikin kita anak 90an nostalgia akan hal-hal hits di masa itu. Ada 3 mobil yang berangkat; 2 mobil di hari Jumat malam, 1 mobil di Sabtu pagi yang isinya saya, Aan, Maggie, Adhie dan Zahra.

Cuaca mendung saat kami memasuki Lembang. Maggie, Adhie dan Zahra masih terlelap sedangkan saya dan Aan asik ngobrol seputar dunia jalan-jalan dan menulis. Sebagai “petualang udara” saya dapat banyak cerita seru dari penerbangan-penerbangan yang doi pernah lakukan.

Continue reading

Soulfood Kemang: Niat Berhangat-hangat Yang Gagal

Standard

Gara-gara di luar hujan, dan saya juga lagi nggak ada kelas, jadi teringat satu malam sepulang kantor. Si Bebeb yang datang menjemput saya di stasiun tetiba ngajak makan agak jauh dari Depok. Pilihannya, udah pasti Kemang. Iseng nanya ke temen-temen di grup WhatsApp, ada yang nyaranin ke Largo Bistrot. Katanya sih ini kepunyaan Wong Aksan. Pas liat foto-fotonya di mesin pencari Google, kami mengurungkan niat.

Continue reading

Bubba Gump Hong Kong: Everything Forrest Gump Here!

Standard

Sebelum masuk ke inti pembahasan, izinkan saya berkisah terlebih dahulu tentang Forrest Gump. Beberapa dari kalian mungkin sudah menonton filmnya, atau mungkin hanya tau nama tapi tidak tau ceritanya, atau mungkin tidak kenal sama sekali? Mari dengarkan saya.

Forrest Gump adalah nama lelaki yang terbatas secara kecerdasan dan fisik, namun dia punya kemampuan lari secepat kilat. Hidupnya penuh petualangan, mulai dari dikirim ke Vietnam untuk militer, lalu berkenalan dengan Bubba, seorang kulit hitam yang mengajaknya ikut bisnis udang, sampai jadi atlit pingpong. Karena patah hati, Forrest memutuskan untuk lari keliling Amerika dan itu membuatnya tenar. Ini film tahun 90an dengan latar mungkin sekitar 70-80an, saya nggak ingat.

Continue reading