Senja di Kota Minyak

Standard

Sejak bekerja di Jakarta, melihat senja adalah hal yang langka. Kebetulan jam kerja saya dimulai pukul 12 siang dan selesai jam 9 malam. Pulang-pulang langit sudah gelap gulita. Tapi pernah, satu waktu jam mengajar saya selesai pukul 17.30. Begitu sampai di luar kantor, saya terpana sejenak. Warna sore, dengan matahari yang mulai turun, menjadi pemandangan yang terasa begitu luar biasa. Sekian lama tidak melihat senja, senja jadi terasa begitu mempesona. Saya sampai duduk di kursi halte, menunggu senja hilang dan digantikan langit kelam.

Continue reading

Advertisements

Maja House Lembang: Pizza-nya Wajib Coba

Standard

Bulan Februari lalu saya sempat jalan-jalan ke Hutan Pinus Grafika Cikole sama komunitas @Generasi90an, itu tuh akun Instagram yang isinya bikin kita anak 90an nostalgia akan hal-hal hits di masa itu. Ada 3 mobil yang berangkat; 2 mobil di hari Jumat malam, 1 mobil di Sabtu pagi yang isinya saya, Aan, Maggie, Adhie dan Zahra.

Cuaca mendung saat kami memasuki Lembang. Maggie, Adhie dan Zahra masih terlelap sedangkan saya dan Aan asik ngobrol seputar dunia jalan-jalan dan menulis. Sebagai “petualang udara” saya dapat banyak cerita seru dari penerbangan-penerbangan yang doi pernah lakukan.

Continue reading

AirAsia Bloggers’ Community 2016: Riuh Ramai karena Satu Maskapai

Standard

Papa nggak melarang kamu bergaul dengan siapa, tapi pastikan┬ámereka orang-orang yang membawa dampak positif, orang-orang yang berpikiran terbuka. Kalo kebetulan ada yang nggak baik, ya nggak apa tetep temenin tapi… cukup tau aja!

Ketika umur saya belasan, Papa beberapa kali mengingatkan saya untuk hati-hati dalam memilih teman. Menurut Papa, di masa remaja dan dewasa yang paling berpengaruh sudah bukan lagi keluarga atau orangtua, namun lingkungan di mana saya sekolah dan bekerja. Doanya Papa, supaya saya nggak salah melangkah. Kalo kata Ada Band: Jangan sampai membuatku terbelenggu, jatuh dan terinjak. #asoy

Continue reading

Imajinasi Jadi Kenyataan di Wonogiri

Standard

Buku pelajaran Bahasa Indonesia jaman saya SD di tahun 90an dulu, banyak diisi cerita tentang kampung halaman. Ilustrasi yang ada tertanam dalam di benak saya, dan sering saya berangan-angan menatap langsung kecantikan alam pedesaan. Ya, sesekali memang sempat saya melihat pemandangan yang mirip dengan gambaran di buku-buku tersebut, tapi liburan singkat saya di Girimarto, Wonogiri merupakan kali pertama saya benar-benar menyaksikan lukisan pedesaan seakan keluar jadi nyata di depan mata.

Continue reading

Gagalnya Napak Tilas Rangga dan Cinta

Standard

Waktu Pak Suami bilang dia akan ngajak saya ke Yogyakarta, di kepala langsung terbayang mau datengin tempat-tempat yang ada di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Secara ya, Rangga dan Cinta kan ketemu lagi di sana setelah sekian belas tahun mereka terpisahkan jarak. Udah gitu yang didatengin bagus-bagus pula.

Continue reading

Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Balikpapan

Standard

Pernah nggak sih denger orang bilang, kalo sekali kita ke tanah Kalimantan, nanti bakal susah pulang alias kepengen ada di situ terus? Well, dulu waktu saya pacaran sama orang Balikpapan, keluarga di Depok sini sempet waswas gitu. Karena katanya banyak kejadian mereka yang mendapat jodoh orang Kalimantan, itu nggak bisa pulang. HAHA! Apa kabar saya yang akhirnya bersuamikan orang Borneo?

Ternyata memang benar adanya…!

Continue reading

Miniapolis Playground & Kids Club Plaza Indonesia

Standard

Hidup di kota besar, sering banget kita denger ibu-ibu┬ámengeluh, “Aduh! Anak-anak main game mulu di gadget.” atau “Kasian banget bocah milenium sekalinya main di luar, paling ke mall.”

Yah! Mau gimana lagi? Lapangan bermain yang luas memang sudah langka, pohon-pohon yang bisa dipanjat banyak ditebang dan sungai-sungai kecil sudah nggak bersih. Terpaksa, keponakan saya Omar dan anak-anak di generasinya harus cukup berbahagia main di ruang terbatas.

Continue reading