What I’m Feeling Now

Standard

Sesungguhnya ada rasa yang hilang di Ramadan tahun ini… Biasanya, saya siap dengan daftar rutinitas ibadah baru yang akan saya amalkan selama bulan puasa. Kalau bisa, jangan sampai ada waktu tak terpakai untuk mendapat berkah berganda. Waktu mengajar saya atur sedemikian rupa supaya saya bisa salat dengan nyaman dan tanpa diburu-buru seperti hari-hari biasa.

Tapi, tahun lalu ada beberapa kejadian yang membuat saya mempertanyakan eksistensi yang Maha Kuasa. Saya tidak akan bercerita detail tentang ini, namun, untuk sedikit menggambarkan, kala itu saya mencapai titik di mana saya sampai berteriak-teriak marah pada Tuhan. Saya sampai berbicara dengan bahasa gue-elo dengan-Nya.

Sampai hari ini, saya belum “sembuh” dari amarah tersebut. Masih terpendam kekecewaan-kekecewaan yang membuat saya tidak sepenuhnya yakin kalau Tuhan itu ada. Ramadan tahun ini saya mencoba untuk kembali ke dasar. Ibadah lima waktu dan puasa. Yang sunnah-sunnah belum saya rutinkan kembali. Hati kecil ini masih kerap berbisik, “Emang bakal bikin doa lo terkabul? Lo udah pernah lho ibadah sampe segitunya semata untuk mendapat ridho-Nya, tapi Dia nggak juga mengabulkan harapan-harapan lo.”

Katanya, saya memang tidak boleh beribadah dengan berharap sesuatu. Tapi, saya juga pernah mendengar kalo Allah suka ketika kita meminta. Bahwa kita jangan ragu-ragu minta. Dan katanya doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Saya, belum mendapat pembuktian itu. Atau mungkin, saya melihat dari kacamata yang salah?

Semoga saya segera bisa mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan lagi dari beribadah kepada-Nya.

2 thoughts on “What I’m Feeling Now

  1. wow ini sama banget nih kak sama aku. Begitu baca ini kayak melihat cermin ke diri ku. Aku juga dari tahun 2021 begitu, malah sampai detik ini aku masih tetap dalam masalah yang sama yang ga selesai-selesai malah menguras semua tenaga, materi dan psikis aku. Sampai kadang aku bertanya, kemana sih Tuhan? Memang tidak semudah kita minta uang 1000 perak ke orangtua lalu diberikan, karena mungkin permintaan kita tidak mudah untuk Tuhan. Apalagi aku anak tunggal, jadi semua masalah alm papa dan alm mama ku semua ku yang handle. Headache sampai kadang putus asa banget dalam hidup.

    Cuma 1 yang masih aku terapkan dalam hidup, aku berusaha sebaik mungkin tetap menjalankan sedekah, walaupun ga sebanyak dulu tapi yang jelas tetap aku jalanin. Aku yakin walaupun belum dikabulkan, dengan sedekah bisa mengurangi dosa-dosaku lah.

    Semangat ya kak, I’ve been in this phase too.

Leave a comment