Hari Ibu Bersama AsmaraKu dan Pond’s

Standard

Mengingat Mama berarti mengingat betapa berbeda hubungan ibu-anak yang kami punya dibanding dengan ibu-anak lainnya. Kalau teman-teman saya bisa begitu alami memeluk, mencium dan berkata sayang ke ibunda masing-masing, tidak begitu adanya dengan saya dan Mama. Meski berwajah mirip, kami merupakan pribadi yang berseberangan, terutama pola pikir.

Sungguh kami jarang sekali akur. Terutama di masa remaja saya, kami hampir selalu beradu argumen, berbantahan, tidak saling sapa. Mungkin Mama saat itu merasakan sulitnya membesarkan seorang anak perempuan, tanpa Papa yang sedang bekerja di Amerika.

Continue reading

Advertisements

Suami, Ini Istri

Standard

Suami, ini istri.

Tepat 5 tahun lalu jam-jam segini, kita berdua resmi jadi suami istri. Aku berkebaya ungu, kamu berjas senada. Aku gemuk, kamu kurus. Dan sekarang, aku masih gemuk dan kamu ikutan gemuk. #eeaak

Aku merasa pengen nulis ini karena bersyukur kita bisa mencapai angka 5 tahun berumah tangga. Masih muda, kalah sama orangtua kita yang bersama selama puluhan tahun. Mereka hebat dan kuat ya menjalani hidup bersama yang pastinya nggak melulu tentang bahagia, tapi ada amarah, luka dan airmata.

Continue reading

I Once Knew Someone

Standard

I once knew someone.

Who became the shoulder to cry on, when I found out that my world had betrayed me. And I thank him for the cheese pasta he cooked, the movies we watched together, the board games we played and the stupid cynical jokes he threw.

I once knew someone.

Who said “Hello” to my sorrow, and made my days colored with rainbow. And I thank him for the songs he shared, and the hours of thumb-talking. He lent an ear to my dreams, and was there when I felt like I were juggling frogs!

Oh, it wasn’t someone. There were two.

Cinta Dewasa

Standard

wedding-1034430_960_720

Waktu masih pacaran dulu, waktu hubungan belum sah suami istri, pegangan tangan aja udah bikin jantung berdebar. Giliran udah nikah, segala sesuatu nggak perlu malu-malu, maka getaran itu perlahan juga pudar. Cinta kita bukan sekedar cinta karena napsu belaka. Cinta kita udah memasuki wilayah yang lebih bijak. Cinta karena hal-hal yang lebih mendalam.

Continue reading

Tidak Harus (Selalu) Satu Jalur

Standard

12304547_10207914806778520_8494853815827805732_o

Jalan-jalan memang bukan hobi suami. Dia lebih menikmati waktu luang di kamar dengan gitar, memetik senar sambil mendendangkan lagu. Dia lebih suka memakai tabungannya untuk hal-hal yang bikin penampilan terlihat gaya. Waktu cuti dikumpulkan untuk bisa pulang ke Balikpapan dan berlibur lebih lama di kampung halaman.

Dihitung-hitung, hanya 4 kali dalam 4 tahun pernikahan kami piknik berdua. Bali, Nepal, Thailand dan Malaysia. Sudah itu saja. Itu pun semuanya saya yang mengatur. Dia tinggal nurut. Haha!

Continue reading

Sederhana, Namun Cinta

Standard

Hai! Seperti yang saya tulis di Facebook, Instagram dan Twitter, bulan November kemarin lumayan bermakna buat saya. Berturut-turut 17 November 2006 adalah tanggal di mana saya dan Yuswo resmi pacaran, 18 November 2010 pertama kali blog TerongGemuk dibuat dan 19 November 2011 pernikahan saya dan Yuswo berlangsung. Iseng-iseng, saya pun mengadakan kuis kecil yang hadiahnya beberapa kartu pos, produk Bath & Body Works dan voucher belanja di Alfa.

Continue reading