Sepuluh Menit di Stadion Batakan Balikpapan

Standard

Beberapa hari setelah balik jadi relawan Piala Dunia di Kazan Rusia, saya terbang ke Balikpapan, kampung halaman suami. Rasanya ada yang kurang jika tidak berkunjung ke sana untuk Lebaran. Jadi meski Lebaran sudah lewat, saya tetap niat silaturahim ke sana, sekalian ada keponakan yang pesta sunatan.

Di liburan singkat saya di Balikpapan, ada satu hari di mana saya diajak kakak ipar jalan-jalan bareng keenam keponakan. Tujuan kami adalah Pantai Lamaru. Selama perjalanan, tentu kami berbincang-bincang. Ketika sampai di obrolan tentang pengalaman jadi relawan Piala Dunia, salah satu keponakan saya bilang kalo nggak jauh di depan ada stadion Persiba yang baru, namanya Stadion Batakan. Persiba itu sendiri adalah Persatuan Sepakbola Indonesia Balikpapan.

Continue reading

Advertisements

4 Kuliner Wajib di Balikpapan

Standard

Dari kemarin nulis tentang Balikpapan mulu? Iya nih! Oleh-oleh cerita dari liburan saya di kampung halaman suami awal Agustus lalu. Hehe… Kali ini saya mau membahas tentang beberapa kuliner yang selalu saya sambangi tiap kali ke Kota Minyak. Sama seperti kamu-kamu, yang namanya mencoba kuliner lokal pasti selalu masuk agenda wajib liburan kan?

Continue reading

Kafe Gemes: Yellow Duck Cafe Balikpapan

Standard

Sepuluh tahun yang lalu, jaman keponakan suami saya masih kecil-kecil, gampang banget kalo dioleh-olehin. Mainan, alat tulis, baju… banyak tersedia. Sekarang mereka udah besar dan sebagai tante saya pun bingung mau bawain apa ketika berkunjung ke kampung halaman suami di Balikpapan. Mainan, mereka udah nggak pengen lagi. Ya kalopun mau, yang diminta Lego. Cukup bikin bokek. Alat tulis? Duh buat mereka penghapus harum dengan beragam bentuk lucu udah bukan hal yang seru. Baju? Masing-masing punya selera sendiri dan udah susah juga mengira-ngira ukuran mereka.

Continue reading

Senja di Kota Minyak

Standard

Sejak bekerja di Jakarta, melihat senja adalah hal yang langka. Kebetulan jam kerja saya dimulai pukul 12 siang dan selesai jam 9 malam. Pulang-pulang langit sudah gelap gulita. Tapi pernah, satu waktu jam mengajar saya selesai pukul 17.30. Begitu sampai di luar kantor, saya terpana sejenak. Warna sore, dengan matahari yang mulai turun, menjadi pemandangan yang terasa begitu luar biasa. Sekian lama tidak melihat senja, senja jadi terasa begitu mempesona. Saya sampai duduk di kursi halte, menunggu senja hilang dan digantikan langit kelam.

Continue reading

Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Balikpapan

Standard

Pernah nggak sih denger orang bilang, kalo sekali kita ke tanah Kalimantan, nanti bakal susah pulang alias kepengen ada di situ terus? Well, dulu waktu saya pacaran sama orang Balikpapan, keluarga di Depok sini sempet waswas gitu. Karena katanya banyak kejadian mereka yang mendapat jodoh orang Kalimantan, itu nggak bisa pulang. HAHA! Apa kabar saya yang akhirnya bersuamikan orang Borneo?

Ternyata memang benar adanya…!

Continue reading

Seafood Segar Ocean’s Resto Balikpapan

Standard

Kota-kota di pesisir pantai pasti khas dengan hidangan laut. Ikan dan kepiting menghiasi menu di restoran-restoran. Kalo bukan bersuamikan orang Kota Minyak, saya mungkin akan jarang sekali menikmati sajian seafood.

Di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, ada restoran bernama Ocean’s. Berdiri sejak 2004, restoran ini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner karena kualitas hidangan lautnya yang dijamin segar. Kepiting Alaska, lobster, Kerapu, udang Tiger bahkan bebek dan daging sapi dipadukan dalam citarasa Indonesia, Eropa, Cina dan India. Sayang, mereka masih menyajikan masakan Hiu. 😦

Continue reading

Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Bandara Ramah Anak

Standard

Kapan ya pertama kali saya ke bandara? Sepertinya sih tahun 1997. Saya menjejakkan kaki di Soekarno Hatta ketika mengantar Papa bekerja di Amerika. Saat itu saya, Mama dan Budhy hanya bisa mengantar sampai di luar. Papa mencium kami sesaat sebelum masuk seraya berpamitan. Ya, bandara memang tempatnya orang bertemu dan berpisah.

Continue reading