Kerennya Airbus A320 AirAsia Ber-Livery Indonesia

Standard

Kemarin Subuh saya harusnya ada di dalam pesawat AirAsia menuju Kuala Lumpur, liburan dua hari bermodalkan tiket seharga Rp. 270,000 PP yang saya dapat dari promo. Tapi, berhubung revisi skripsi saya belum rampung, sedangkan batas akhir pengumpulan tinggal satu minggu, dengan berat hati saya putuskan untuk batal ke Negeri Jiran. Daripada nggak tenang ye kan.

Continue reading

Advertisements

40 Hari Tanpa Mama

Standard

Dear Mama,

Ma, ada satu hal yang Mama nggak tau tentang Lian. Papa, Budi, Yuswo dan semua orang yang dekat Lian juga nggak tau ini. Mereka yang tau justru orang-orang asing, yang mana Lian berani cerita karena Lian tidak akan bertemu mereka lagi, jadi Lian nggak perlu merasa malu.

Continue reading

AIA Championship 2017: Indonesia Juara di Hong Kong dan Siap Berlaga di London

Standard

Jumat, 3 Maret 2017 silam…

*HAH! LAMA BANGET BARU BIKIN LAPORAN SELAYANG PANDANG SEKARANG?*

*Ya maap! Banyak drama kehidupan yang harus hamba lewati, sodara-sodara.*

Lanjut.

Sejak jam 5 pagi kamar saya sudah dipenuhi bunyi telepon. Tanda pengingat bangun dari hotel. Saya menguap, berguling sejenak dan kembali meringkuk dalam gelungan selimut tebal yang menghangatkan jiwa tubuh. Satu jam kemudian, saya terjaga sepenuhnya. Segala penat pudar. Teman sekamar saya, Lukita dari Kompas, sudah selesai mandi dan sedang berdandan. Nggak lama saya pun juga rapi jali, berkaos bola nomor 23, bernama SASMITA. Kedua pipi saya bercat merah putih, warna bendera Indonesia. Topi warna serupa menghiasi kepala, dengan motif kotak-kotak yang sering digoda sebagai topi Kroasia.

Continue reading

[Final Piala AFF Suzuki 2016] Tunjukkan Nasionalisme di Thailand

Standard

“Halo Mbak Mita, kami dari Blue Bird mau mengabarkan kalo Mbak terpilih jadi salah satu pemenang nonton final Piala Suzuki AFF di Bangkok,” kata suara di seberang sana.

Mencoba tetap tenang, saya bertanya, “Ah yang bener Mbak?” Tapi tepat setelahnya air mata merebak, saya nggak bisa menutupi rasa girang dan agak-agak nggak percaya kalo hanya dalam hitungan jam Tuhan mendengar doa-doa saya…

Continue reading

AirAsia Bloggers’ Community 2016: Riuh Ramai karena Satu Maskapai

Standard

Papa nggak melarang kamu bergaul dengan siapa, tapi pastikan┬ámereka orang-orang yang membawa dampak positif, orang-orang yang berpikiran terbuka. Kalo kebetulan ada yang nggak baik, ya nggak apa tetep temenin tapi… cukup tau aja!

Ketika umur saya belasan, Papa beberapa kali mengingatkan saya untuk hati-hati dalam memilih teman. Menurut Papa, di masa remaja dan dewasa yang paling berpengaruh sudah bukan lagi keluarga atau orangtua, namun lingkungan di mana saya sekolah dan bekerja. Doanya Papa, supaya saya nggak salah melangkah. Kalo kata Ada Band: Jangan sampai membuatku terbelenggu, jatuh dan terinjak. #asoy

Continue reading

Diary Amandel #TerongGemuk

Standard

[Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk berbagi pengalaman mendetail dan tips-tips seputar operasi amandel. #TerongGemuk bukan dokter dan yang tertuang di sini adalah hal yang mungkin saja berbeda dengan pasien lain.]

ASAL MUASAL

Seperti orang tua pada umumnya, sejak kecil kalo saya mau berangkat sekolah, Papa selalu mengingatkan untuk tidak jajan sembarangan. Biasa lah ya, biar nggak sakit perut atau batuk. Tapi khusus untuk saya, bukan semata itu saja. Kebetulan saya punya amandel yang memang mudah bengkak kalau salah makan, makanya Papa begitu rajin mengingatkan. Tau amandel kan? Itu, dua bola di samping kanan kiri leher dalam. Semua orang punya, tapi nggak semua orang amandelnya sensitif.

Continue reading

Basic Public Speaking by Indra Bekti

Standard

Kamu pernah masuk TV? Saya sering. Entah kenapa kalo datang ke acara yang diliput media, kamera senang betul menyorot saya. Mungkin karena saya besar dan rusuh bersemangat ya? Haha… Namun ada satu kesempatan yang begitu membekas di hati. Saat itu saya secara khusus diundang ke studio Trans 7 dan diminta jadi narasumber segmen jalan-jalan On The Spot. Memang sih judulnya agak kontroversial: Liburan Orang Kaya versus Kaum Pinggiran, dan saya di situ jadi “orang kaya” yang heboh bercerita tentang negara-negara yang pernah saya kunjungi, plus nangis-nangis karena sedih mendengar “kaum pinggiran” cuma pengen┬áliburan ke Ragunan, Taman Mini dan bahkan mall. Ya Allah, saya trenyuh!

Continue reading