Didatangi Pak Erick Thohir!

Standard

Merhaba! Supaya lebih nyambung baca tulisan ini, mungkin bisa mampir dulu ke postingan saya yang berjudul Piala Dunia FIFA 2022: Saya Siap Datang! biar tau aja gitu kenapa bertemu Pak Erick Thohir menjadi hal yang sangat berkesan untuk saya, apalagi didatanginya juga di Qatar!

..

….

……

Gimana? Udah baca? Oke saya bakal mulai berkisah sekarang.

Continue reading

Mendapatkan Sponsor untuk Kegiatan Relawan Piala Dunia FIFA

Standard

Merhaba! Badan saya masih pegel banget gais! Tadi malam bertugas di pertandingan Argentina lawan Kroasia, dan saya baru sampe kamar jam 3 pagi waktu Qatar, berarti jam 7 pagi waktu Indonesia bagian barat. Sebenernya sih, jam kerja saya selesai ketika babak pertama usai, tapi dasar lagi beruntung, malam itu bos saya ngasih tiket nonton gratis. Bener-bener nggak nyangka banget! Sebagai relawan kan saya fokusnya ke penonton, dan berbeda dengan di stadion lain, relawan bagian Ticketing di Stadion Lusail tidak mendapat jatah kerja di dalam stadion. Jadi nggak bisa curi-curi nonton pertandingan. Sebagai pendukung Argentina sejak 1994, tentu saya bahagia sekali karena berkesempatan liat mereka main secara langsung, apalagi di ajang sekelas Piala Dunia. Terharu biru! Kemenangan 3-0 yang diraih pun makin membuat kebahagiaan saya memuncak.

Continue reading

Seleksi Menjadi Relawan FIFA di Piala Dunia 2022 Qatar

Standard

Merhaba! Sebenarnya, saya udah pernah menulis artikel tentang bagaimana menjadi relawan FIFA di tautan ini. Buat yang mau sekedar baca boleh mampir ya. Berhubung tulisan tersebut mengenai Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018, saya bikin lagi deh untuk Piala Dunia 2022, meski sejujurnya proses utamanya tuh nggak ada yang beda banget. Secara umum, alur seleksi dibagi menjadi: pendaftaran, undangan wawancara, tawaran posisi, proses visa, lalu keberangkatan.

Pendaftaran untuk event besar biasanya dibuka sejak satu sampai dua tahun sebelum acara digelar. Bukan hal eksklusif yang cuma bisa diakses orang tertentu. Dibuka untuk umum, dan berita tentang pendaftaran dapat ditemukan di website atau media sosial organisasi tersebut. Contoh, kalo mau info tentang relawan FIFA, kalian follow aja Facebook atau Instagram FIFA. Tapi khusus FIFA sendiri saat ini sudah ada portal khusus relawan di https://volunteer.fifa.com/login.

Continue reading

Piala Dunia FIFA 2022: Saya Siap Datang!

Standard

Liburan kenaikan kelas bulan Juni dan Juli 1998. Hari-hari saya sebagai anak SMP diisi dengan bergadang nonton pertandingan-pertandingan di Piala Dunia Prancis lewat layar TV, Piala Dunia yang saya ikuti dari awal hingga akhir; berbeda dengan Piala Dunia Amerika Serikat 1994, yang mana ingatan saya sekedar diisi oleh gagalnya penalti Roberto Baggio di final melawan Brazil, tertunduk lesu tatkala tendangannya terlalu tinggi di atas mistar gawang Claudio Taffarel.

Di Piala Dunia Prancis 1998 itulah pertama kalinya saya melihat sekumpulan anak dengan bangga membawa bendera tim nasional masuk ke lapangan sesaat sebelum lagu kebangsaan dikumandangkan. Saya membatin, suatu saat saya mau ada di sana. Harapan yang secara ajaib terkabul 20 tahun kemudian, ketika saya terpilih jadi relawan Piala Dunia Rusia 2018. Saya menjadi salah satu yang beruntung menggenggam bendera raksasa Argentina saat laga melawan Prancis di 16 Besar. Meski tim favorit saya harus gagal melaju ke babak selanjutnya, dan saya hanya bertugas sampai perempat final saja, pengalaman menjadi relawan FIFA sungguh akan selalu saya kenang dan ceritakan.

Continue reading

Bulan Ini Saya Ulang Tahun

Standard

Tahun 2015, menjelang ulang tahun ke-30, I freaked out. Kayak, gila saya tua!! Tapi ternyata, umur 30-an nggak senakutin itu. Saya tetap bisa bersenang-senang! Tetap bisa ngelakuin banyak hal seru. Dan kata orang, muka saya malah makin cakep aja. Ahaha. Udah sanggup beli skincare mahal bunddd! Lalu tak terasa, nanti di Hari Anak Nasional ini saya berusia 36 tahun.

Continue reading

Saya dan Sepatu

Standard

Seorang Mita, yaitu saya, emang udah gemuk dari kecil. Dan menjadi anak kecil bertubuh tambun, tentu ada saja yang meledek. Entah itu anggota keluarga sendiri, atau teman-teman sepermainan, bahkan anak-anak tak dikenal yang secara tidak sengaja berpapasan di jalan.

Untungnya, dari sejak usia beranjak remaja saya sudah menemukan beberapa cara untuk tetap percaya diri meski badan saya subur. Salah satunya, lewat sepatu.

Continue reading

Pengalaman Sunat Omar di Sunatan.Com Revo Town Bekasi

Standard

Jumat, 18 Desember 2020 menjadi hari bersejarah bagi keponakan saya tersayang, Omar. Di usianya yang 7 tahun 2 bulan, dia memberanikan diri disunat. Tanpa paksaan. Tanpa iming-iming. Gara-gara dapat kabar teman sepermainannya disunat, dia dengan yakin minta sunat ke Mami Papinya. Sampe Papinya sendiri nggak percaya sehingga terjadilah percakapan di bawah ini:

Papi Omar: Kamu yakin mau disunat? || Omar: Yakin. || Papi Omar: Serius? Yang bener? || Omar: Papi jangan yakin yakin, serius serius, yang bener yang bener dong, nanti aku berubah pikiran nih.

Wakwak!

Continue reading

4 Alasan Kenapa Saya Nggak Mau Berpergian Lagi Sebelum Pandemi Selesai

Standard

Yuswo bakal pindah kerja ke Brunei. Bahasan ini sebenernya udah muncul lama, tapi baru Juli lalu dia mendapat kepastian dari kantor. Agustus menjadi bulan di mana Yuswo berangkat ke Negara Petro Dollar untuk ngurus workshop yang baru dibangun. Karena itu, kami berencana pulang ke kampung halaman Yuswo di Balikpapan untuk sekedar pamit ke keluarga dan teman-teman. Dia ke sana duluan sekalian ngabisin jatah cuti yang ada 2 minggu. Saya nyusul, cuma 4 hari saja, dan… pengalaman saya berpergian dengan pesawat ke luar kota di saat pandemi gini, cukuplah menjadi pengalaman yang tidak perlu saya ulang. Tidak sebelum pandemi usai, atau vaksin ditemukan, atau karena keharusan. Kenapa?

Continue reading

Pengalaman Sakit Demam Berdarah

Standard

Saya nggak pernah sakit sampe nginep di rumah sakit tanpa rencana. Sekalinya dirawat, itu karena saya operasi amandel, dan itu kan sudah disusun jauh-jauh hari bahkan saya sampe sempat piknik dulu demi menenangkan diri. Dan jujur, saya itu selalu berdoa semoga saya nggak pernah sakit yang sampe harus dirawat. Doa saya, yah, tidak terkabul selalu. Saya dikasih cobaan lewat sakit Demam Berdarah, yang mengharuskan saya mendekam di kamar rumah sakit selama enam hari.

Sebelum lanjut, saya mesti bilang dulu kalo gejala dan pengalaman sakit Demam Berdarah tiap orang beda-beda. Jadi jangan jadikan ini patokan ya. Saya cerita, karena ini momen dalam hidup saya yang cukup perlu dikenang. Ehehe…

Continue reading

Pengalaman Cabut Gigi Bungsu Alias Wisdom Tooth

Standard

Akhirnya penyakit marah-marah saya hilang! Penyakit yang selama 8 hari terakhir ini menghinggapi, karena saya abis operasi cabut gigi bungsu alias wisdom tooth! Adududu… Sakitnya luar biasaaa. Sampai sekarang saya nulis ini, saya belum 100% terbebas sakit lho, tapi udah jauh lebih baik; makanya deh nyempetin berbagi pengalaman.

Oke, namanya juga gigi bungsu ya, layaknya anak bungsu yang berarti anak terakhir, gigi bungsu ini bisa dibilang emang gigi terakhir yang tumbuhnya pas kita udah gede. Di bagian belakang sana tuh, gigi geraham. Kebetulan, gigi bungsu geraham atas saya dua-duanya tumbuh baik. Nah yang masalah ini gigi bungsu geraham bawah. Dua-duanya nggak tumbuh sempurna. Untungnya, untuk gigi bungsu geraham bawah kiri, beberapa tahun yang lalu cuma perlu pencabutan gigi biasa. Pagi dicabut, langsung saya bisa beraktifitas seperti biasa. Nyer-nyeran sakit bisa ditahan, dan palingan kudu kumur-kumur air dingin aja di kantor biar darahnya cepet beku. Untuk yang gigi bungsu geraham bawah kanan ini yang penuh drama…

Continue reading