Chinese Garden: Taman Luas, Sepi, dan Asri di Singapura

Standard

Yo! Tulisan ini untuk melanjutkan deretan wisata gratis Singapura yang pernah saya kunjungi. Kalo kata temen-temen, saya ke Singapura cuma buat numpang pipis. Ahaha… Yah, ada benarnya. Semenjak Bebeb pernah kerja tiga bulan di sana, dan setelahnya sering ada keperluan kantor di sana juga, saya jadi suka ikutan bolak-balik. Ditambah lagi, satu teman saya yang Miss Singapore International 2013 tinggal di Singapura, bikin kunjungan ke sana jadi makin menyenangkan.

Continue reading

Advertisements

#CeritaJamKosong #11 Kehilangan Satu Tahun Kenangan

Standard

Saya mau curhat!

Saya baru aja nerima berita yang bikin nyesek dan rasanya saat ini juga pengen di kamar aja sambil meringkuk di balik selimut ditambah di luar hujan.

Jadi ceritanya beberapa minggu lalu CPU komputer kantor yang biasa saya pake jatuh. Jatuh biasa aja sih, nyamping gitu, eh besokannya tetiba layar monitor berubah hitam dan ada info kalo hard drive tidak ditemukan. Masih santai tuh, masih mikir palingan ada kabel lepas atau gimana. Dibawa lah si CPU ke IT kantor. Seminggu, dua minggu, ini CPU nggak balik-balik… Baru deh tadi saya dikabarin kalo hard drive tersebut nggak bisa diakses yang mana berarti saya bakal dikasih CPU ber-hard drive baru, dan CPU lama akan jadi sampah…

Continue reading

HUAWEI nova 3i dan Kalahnya Apple oleh HUAWEI

Standard

Kira-kira dua minggu lalu temen saya Andrea bikin status di Facebook. Pake Bahasa Italia, secara doi emang orang Italia. Lewat fitur terjemahan bawaan Facebook, doi ternyata nanya hape jenis HUAWEI apa yang bagus menurut kami netijen. Iseng-iseng, saya bales, “Kenapa beli HUAWEI? Kenapa nggak merek Xiaomi aja?” Trus beberapa hari kemudian dia nge-japri dan bilang kalo dia udah beli hape yang saya saranin. Bangga karena rekomendasi saya didenger? Yoi! Tapi selang dua hari, saya baca berita kalo HUAWEI ngalahin Apple di pasar smartphone global. Aduh mak! Saya jadi nggak enak, ternyata merek yang saya sebut nggak lebih bagus dari merek yang mau dia beli di awal!

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Ketika Harus Berpisah

Standard

Privet!

Tiba juga kita di penutup tulisan dari rangkaian pengalaman saya menjadi relawan Piala Dunia FIFA 2018 Rusia. Paling berat merangkai kata di bagian ini, karena sejujurnya saya mau tulisan ini bikin kalian ngerasain sebenar-benarnya perasaan saya. Tapi di sisi lain, saya sendiri tidak yakin apakah pengalaman saya sungguh bisa diungkapkan dengan kata-kata. Nah ribet kan…

Ketika saya mengetik cerita yang sedang kalian baca ini, saya bolak-balik masih ngomong dalam hati, ini kayak nggak nyata ya? Haha! Beberapa hari lalu Kazan beserta isinya masih bisa dinikmati dengan semua indera, sekarang kok kayak jauh bener. Oke deh, saya mulai berurutan aja.

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Mampir Siberia Ditemani Olga dan Polina

Standard

Privet!

Sampe sekarang saya belum menulis tentang hari terakhir bekerja sebagai relawan Piala Dunia FIFA 2018. Nanti aja deh, biar pas sebagai penutup rangkaian petualangan sepakbola saya di Rusia.

Sekarang saya mau sedikit bercerita satu hari yang saya lewati di Siberia, tepatnya kota Novosibirsk. Kenapa bisa terdampar di kota ini? Kebetulan karena pesawat pulang saya itu mampir Bangkok dulu, nah transitnya ini 20 jam di Novosibirsk Siberia, masih bagian Rusia.

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Tiga Cowok Ini Bisa Jadi Alasan Kamu Ikut Kegiatan Relawan Internasional

Standard

Privet!

Boom! Asli, nggak nyangka Instagram Stories saya selama jadi relawan Piala Dunia akan membuahkan semacam pengidolaan tersendiri terhadap beberapa insan yang pernah masuk dalam video atau foto yang saya posting. Terhitung ada tiga cowok yang meninggalkan kesan mendalam di hati teman-teman Instagram saya, bikin mereka klepek-klepek. Siap-siap, ini mereka! (Ssst! Kamu juga bisa kepoin profil @PsychoFat, trus cek highlight Rusia untuk bisa ngintip mereka!)

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Kenapa Saya Selalu Memposting Semua Kegiatan Piala Dunia

Standard

Privet!

Orang bilang punya anak itu mengubah hidup kita, dalam banyak hal. Saya belum punya anak meski telah menikah selama hampir tujuh tahun, namun memiliki Omar mengubah saya.

Omar Bima Sasmita, adalah anak dari adik kandung saya. Sejak kelahirannya di 2013, saya nggak nyangka saya akan bisa punya cinta sebesar itu terhadap seseorang. Omar membuat saya ingin jadi pribadi yang lebih baik. Ikut serta dalam mendidiknya adalah hal yang saya lakukan dengan hati-hati. Saya meyakini, anak-anak meniru apa yang orang dewasa lakukan, anak-anak terbentuk dari apa yang mereka lihat di sekitar mereka.

Continue reading