Wejangan Hidup Mami

Standard

Bukan hanya seorang pebisnis sukses yang layak dianggap inspirator, bukan pula mereka dengan gelar dan posisi tinggi. Setiap manusia sejatinya adalah pembawa inspirasi bagi manusia lain, tidak terikat batasan apapun.

Kita semua. Tidak terkecuali.

Sering kita mendengar, “Apalah gue cuma butiran pasir,” atau “Apalah gue cuma remahan kue nastar di pojok toples.” Sungguh, butiran pasir mencipta pantai yang indah, dan remahan kue nastar tetap jadi incaran. Jangan merasa kecil, karena saya dan kamu tanpa disadari pasti pernah menjadi seseorang yang membawa perubahan bagi orang lain. Dan berbicara inspirasi, ada wanita yang menjadi inspirasi saya sejak kanak-kanak. Beliau yang saya panggil Mami; nenek dari 6 anak, 13 cucu dan 13 cicit. Raganya sudah tidak ada, namun wejangan selama beliau hidup tertanam mantap di hati saya.

Continue reading

Saya dan Sepatu

Standard

Seorang Mita, yaitu saya, emang udah gemuk dari kecil. Dan menjadi anak kecil bertubuh tambun, tentu ada saja yang meledek. Entah itu anggota keluarga sendiri, atau teman-teman sepermainan, bahkan anak-anak tak dikenal yang secara tidak sengaja berpapasan di jalan.

Untungnya, dari sejak usia beranjak remaja saya sudah menemukan beberapa cara untuk tetap percaya diri meski badan saya subur. Salah satunya, lewat sepatu.

Continue reading

Lupa

Standard

Malam takbiran. Di ruang kerja. Podcast di Spotify. Suara petasan di luar.

Tadi, selama beberapa menit saya menatap halaman utama blog ini. Bengong. Sambil bertanya-tanya. Perasaan nyesel pelan-pelan muncul. Rasanya pengen mundurin waktu.

Saya baru sadar, kalo saya sama sekali nggak menulis apa-apa selama bulan April kemarin. Suatu keteledoran yang merusak konsistensi nge-blog saya selama 11 tahun…

Continue reading

An Extract from a Novel I’ve Never Finished Writing

Standard

When you’re broken hearted, you’re supposed to stay away from whatever that reminds you of the boy that has broken your heart. It is indeed a good piece of advice. But I think, I’m just stupid. Instead of listening to songs that actually can make me feel better, I’ve been listening to every song that Ka has recorded. Songs he sent me when we were still together. It’s a weird feeling. I love his voice, so much. But at the same time, it’s torturing to hear him sing now that we’re no longer boyfriend and girlfriend. I guess we just love rubbing salt into the wound, don’t we? The other day, I was like, “Ugh! I hate Ka!” but then I opened the photo gallery in my phone and started scrolling the pictures of us. They still got me all smiling and giggling of course, we were so sweet and silly; a minute later I broke into tears.

(El.)

Kayaknya Gagal ke Swedia

Standard

Update (7 April 2021): Dalam beberapa minggu terakhir Qatar Airways ngirim email-email pembatalan penerbangan sampe gue keder mana sebenernya jadwal yang pasti. Udah lah ya gue tunggu sampe Agustus aja gimana pastinya. Puyeng. Ahaha.

Update (2 Maret 2021): In syaa Allah kayaknya jadi. Hari ini Qatar Airways mengeluarkan jadwal baru yang bikin 2 penerbangan saya tetap berjalan, meski jamnya berubah jadi 6 jam lebih cepat.

Oktober tahun lalu waktu Hari Guru Sedunia, Qatar Airways bagi-bagi tiket gratis buat mereka yang berprofesi sebagai guru. Saya ikutan daftar deh tuh, dan ternyata dapet! Tiketnya bisa dipake ke mana aja, asal masuk rute Qatar Airways. Kebetulan saya dulu punya murid namanya Oline, sekarang dia kerja dan tinggal di Swedia. Dengan semangat Oline nyuruh saya ke Swedia karena dia bisa jadi sponsor dan juga saya bisa nginep di apartemennya. Ih, saya terima tawarannya dengan senang hati dong.

Continue reading

Pengalaman Sunat Omar di Sunatan.Com Revo Town Bekasi

Standard

Jumat, 18 Desember 2020 menjadi hari bersejarah bagi keponakan saya tersayang, Omar. Di usianya yang 7 tahun 2 bulan, dia memberanikan diri disunat. Tanpa paksaan. Tanpa iming-iming. Gara-gara dapat kabar teman sepermainannya disunat, dia dengan yakin minta sunat ke Mami Papinya. Sampe Papinya sendiri nggak percaya sehingga terjadilah percakapan di bawah ini:

Papi Omar: Kamu yakin mau disunat? || Omar: Yakin. || Papi Omar: Serius? Yang bener? || Omar: Papi jangan yakin yakin, serius serius, yang bener yang bener dong, nanti aku berubah pikiran nih.

Wakwak!

Continue reading

5 Burger Terbaik di Jakarta Sepanjang 2020

Standard

Ngaku deh, selain saya, pasti banyak dari kalian yang skill masaknya meningkat pesat selama 2020. Saya akui, pandemi ini bikin saya berkutat di dapur hampir tiap hari. Selain masak menu harian, saya juga jadi rutin manggang kue. Beberapa sajian yang saya suka pesan di restoran, berhasil saya bikin di rumah dan rasanya cukup bisa menandingi. Misalnya, steak, pasta, bakar-bakaran ala all-you-can-eat, chicken wings, pizza, burger… tapi, khusus burger, sejujurnya saya nggak pernah puas bikin sendiri dan tetap memilih untuk nge-GoFood aja.

Continue reading

The Sperms: Summer Rocking Darling. Single Terbaru Setelah EP Perdana Silent Answers.

Standard

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Barusan nengok kalender dan wow seketika saya diterjang panik karena selama November belum ada nulis apa-apa di blog. Demi supaya anaknya tetap bisa konsisten minimal satu tulisan per bulan, akhirnya ngubek-ngubek draft dan memutuskan untuk ngebahas The Sperms lagi.

Inget gak, di awal pandemi Covid19, yaitu sekitar Maret 2020, saya pernah mengulas satu single yang dimuncratin oleh band punk asal Balikpapan bernama The Sperms? Oh gak inget? Oh gak tau? Ya udah, kalian bisa baca review saya tentang lagu Menghilang di sini. Nah, kurang lebih 2.5 bulan sejak single debut mereka rilis, The Sperms trus ngeluarin Extended Play (EP) berjudul Silent Answers yang memuat 6 lagu termasuk Menghilang itu sendiri.

Continue reading

Decluttering, alias Buang-Buang Barang Nggak Terpakai

Standard

Tahun 2020 sisa 2 bulan 10 hari lagi. Terlepas dari segala keterbatasan ruang gerak karena pandemi Covid-19, bisa dibilang tahun ini tetap ada banyak hal yang saya syukuri. Masih bisa kerja tanpa hambatan karena pengajaran bisa dilakukan lewat online, jadi lebih irit karena nggak kebanyakan jajan, jadi lebih belajar mana prioritas karena khawatir nggak punya duit kalo tiba-tiba resesi, dan yang paling bikin saya seneng adalah… sejak work from home saya jadi punya waktu untuk beres-beres rumah. Bukan cuma sekedar beres-beres, tapi juga decluttering alias buang-buang barang nggak terpakai.

Continue reading