Eleven Years of Togetherness

Standard

Being in a relationship with my husband for 11 years has taught me a lot. That it is always better to have someone you’re still comfortable with even in the most uncomfortable period, than someone that sends great sparks… ’cause sparks disappear.

There are many friendships last forever because they accept each other for both the good and bad sides. But funny, when it’s about our romantic partner, we tend to wish they’d be perfect while nobody is perfect.

Continue reading

Advertisements

Biar Nge-Blog Jadi Mudah, Ini Tips-nya!

Standard

Mood saya lagi jelek banget hari ini. Harusnya ya, besok saya dan suami pergi ke Bandung untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-enam. Mendadak dong dua hari yang lalu doi SMS: Beb, aku masih di Selat Bali, kapalnya baru bersandar Jumat. Kamu ke Bandung sendirian ya, aku usahakan nyusul nanti dari Cilacap.

Ih langsung dada sesak trus air mata pun bergulir. Harus kusandarkan ke mana rasa kecewa ini, Beb? Udah lama banget sejak kita bisa liburan berdua tanpa gangguan, dan sekarang masa kamar hotel yang kece itu harus daku nikmati sendiri?

Continue reading

Nge-Blog Itu Tidak Mudah

Standard

Hai gaesss!! *dibaca dengan nada ala-ala pembuka vlog kids zaman now*

Berhubung sebulan terakhir ini lagi nggak banyak jalan, bahkan wisata kuliner pun nggak karena si Bebeb ke laut mulu, kali ini saya mau berbagi hal-hal seputar dunia nge-blog khusus untuk kamu yang kepengen bikin blog tapi belum jadi-jadi, atau sudah bikin tapi masih nggak tau mau dibawa kemana hubungan kita tulisannya.

Continue reading

#CeritaJamKosong #10 Gelas

Standard

Waktu suami saya pulang dinas dari Amerika, salah satu oleh-oleh yang dibawanya adalah gelas Starbucks bertuliskan New York City dengan dominasi warna hitam putih.

“Ini buat Bebeb,” katanya ke saya.

Tapi saya protes. Kenapa kok bukan tumbler Starbucks aja yang untuk saya? Atau gelas Starbucks lain yang juga dibawanya, yang menurut saya lebih menarik daripada gelas Starbucks hitam putih itu.

Continue reading

4 Kuliner Wajib di Balikpapan

Standard

Dari kemarin nulis tentang Balikpapan mulu? Iya nih! Oleh-oleh cerita dari liburan saya di kampung halaman suami awal Agustus lalu. Hehe… Kali ini saya mau membahas tentang beberapa kuliner yang selalu saya sambangi tiap kali ke Kota Minyak. Sama seperti kamu-kamu, yang namanya mencoba kuliner lokal pasti selalu masuk agenda wajib liburan kan?

Continue reading

Kafe Gemes: Yellow Duck Cafe Balikpapan

Standard

Sepuluh tahun yang lalu, jaman keponakan suami saya masih kecil-kecil, gampang banget kalo dioleh-olehin. Mainan, alat tulis, baju… banyak tersedia. Sekarang mereka udah besar dan sebagai tante saya pun bingung mau bawain apa ketika berkunjung ke kampung halaman suami di Balikpapan. Mainan, mereka udah nggak pengen lagi. Ya kalopun mau, yang diminta Lego. Cukup bikin bokek. Alat tulis? Duh buat mereka penghapus harum dengan beragam bentuk lucu udah bukan hal yang seru. Baju? Masing-masing punya selera sendiri dan udah susah juga mengira-ngira ukuran mereka.

Continue reading

Senja di Kota Minyak

Standard

Sejak bekerja di Jakarta, melihat senja adalah hal yang langka. Kebetulan jam kerja saya dimulai pukul 12 siang dan selesai jam 9 malam. Pulang-pulang langit sudah gelap gulita. Tapi pernah, satu waktu jam mengajar saya selesai pukul 17.30. Begitu sampai di luar kantor, saya terpana sejenak. Warna sore, dengan matahari yang mulai turun, menjadi pemandangan yang terasa begitu luar biasa. Sekian lama tidak melihat senja, senja jadi terasa begitu mempesona. Saya sampai duduk di kursi halte, menunggu senja hilang dan digantikan langit kelam.

Continue reading