#BangkitBersama GoTo di Surakarta

Standard

Mau nulis ini rasanya kayak terharu. Ahaha. Setelah sekian lama nggak pernah jalan-jalan yang disponsori brand karena pandemi, akhirnya di September 2021 pecah telor juga! Saya diundang Gojek, Gopay, Tokopedia untuk main ke Surakarta dalam rangka kampanye #BangkitBersama. Selama 4 hari saya dan beberapa teman pegiat media sosial diajak mengunjungi beberapa UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan juga menghadiri peresmian UMKM Center dan Kampus UMKM di kota kelahiran Pak Presiden Jokowi.

Continue reading

Berlibur di Royal Safari Garden

Standard

Liburan di masa pandemi? Saya sih mikir dua kali. Sebagai yang cukup taat protokol kesehatan, saya hati-hati banget memilih tempat untuk berkegiatan di luar. Makanya, waktu saya dan Yuswo berniat ngajak Omar liburan, saya harus pastikan tempatnya memadai untuk jaga jarak tapi juga tetap menyenangkan.

Royal Safari Garden adalah pilihan yang tidak pakai pikir panjang. Selain lokasinya nggak jauh dari Depok (kami ke sana naik mobil pribadi), wilayah Royal Safari Garden juga luas banget dengan beragam aktifitas luar ruangan yang bisa dilakukan. Saya yakin Omar akan tetap aman main.

Continue reading

Thoughts

Standard

It’s like when you see someone you really like is in front of you, but you can’t come any closer because he’s got chicken pox and you haven’t. But deep down you actually don’t care that it’s contagious. You just want to take the risk if it means you can hug him.

Ngoceh-Ngoceh Aja

Standard

Saya cuma mau misah-misuh. Tadi pagi mbak yang biasa nyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju, izin gak masuk. Ya saya sih santai saja biasanya. Tapi hari ini langsung berasa letih. Soalnya saya dari pagi udah rendemin itu pakaian kotor, plus cucian bekas masak dan makan tadi malam lagi numpuk banget. Ahahaha. Nggak mungkin kan itu cucian saya diemin sampe besok dia datang. Dan kalo gak cuci piring ntar saya masak sore dan makan malam, gak ada perkakasnya.

Continue reading

Wejangan Hidup Mami

Standard

Bukan hanya seorang pebisnis sukses yang layak dianggap inspirator, bukan pula mereka dengan gelar dan posisi tinggi. Setiap manusia sejatinya adalah pembawa inspirasi bagi manusia lain, tidak terikat batasan apapun.

Kita semua. Tidak terkecuali.

Sering kita mendengar, “Apalah gue cuma butiran pasir,” atau “Apalah gue cuma remahan kue nastar di pojok toples.” Sungguh, butiran pasir mencipta pantai yang indah, dan remahan kue nastar tetap jadi incaran. Jangan merasa kecil, karena saya dan kamu tanpa disadari pasti pernah menjadi seseorang yang membawa perubahan bagi orang lain. Dan berbicara inspirasi, ada wanita yang menjadi inspirasi saya sejak kanak-kanak. Beliau yang saya panggil Mami; nenek dari 6 anak, 13 cucu dan 13 cicit. Raganya sudah tidak ada, namun wejangan selama beliau hidup tertanam mantap di hati saya.

Continue reading

Saya dan Sepatu

Standard

Seorang Mita, yaitu saya, emang udah gemuk dari kecil. Dan menjadi anak kecil bertubuh tambun, tentu ada saja yang meledek. Entah itu anggota keluarga sendiri, atau teman-teman sepermainan, bahkan anak-anak tak dikenal yang secara tidak sengaja berpapasan di jalan.

Untungnya, dari sejak usia beranjak remaja saya sudah menemukan beberapa cara untuk tetap percaya diri meski badan saya subur. Salah satunya, lewat sepatu.

Continue reading

Lupa

Standard

Malam takbiran. Di ruang kerja. Podcast di Spotify. Suara petasan di luar.

Tadi, selama beberapa menit saya menatap halaman utama blog ini. Bengong. Sambil bertanya-tanya. Perasaan nyesel pelan-pelan muncul. Rasanya pengen mundurin waktu.

Saya baru sadar, kalo saya sama sekali nggak menulis apa-apa selama bulan April kemarin. Suatu keteledoran yang merusak konsistensi nge-blog saya selama 11 tahun…

Continue reading

An Extract from a Novel I’ve Never Finished Writing

Standard

When you’re broken hearted, you’re supposed to stay away from whatever that reminds you of the boy that has broken your heart. It is indeed a good piece of advice. But I think, I’m just stupid. Instead of listening to songs that actually can make me feel better, I’ve been listening to every song that Ka has recorded. Songs he sent me when we were still together. It’s a weird feeling. I love his voice, so much. But at the same time, it’s torturing to hear him sing now that we’re no longer boyfriend and girlfriend. I guess we just love rubbing salt into the wound, don’t we? The other day, I was like, “Ugh! I hate Ka!” but then I opened the photo gallery in my phone and started scrolling the pictures of us. They still got me all smiling and giggling of course, we were so sweet and silly; a minute later I broke into tears.

(El.)

Kayaknya Gagal ke Swedia

Standard

Update (2 September 2021): Untuk guru yang dapat tiket gratis, Qatar Airways akhirnya memperpanjang masa berlaku sampe Maret 2022. Nomer telpon yang ada di tulisan ini kayaknya udah nggak bisa tersambung, jadi saya menghubungi lewat email dan mereka selalu membalas meski nunggu 2-3 hari. Kirim emailnya lewat bagian “help” di website.

Update (7 April 2021): Dalam beberapa minggu terakhir Qatar Airways ngirim email-email pembatalan penerbangan sampe gue keder mana sebenernya jadwal yang pasti. Udah lah ya gue tunggu sampe Agustus aja gimana pastinya. Puyeng. Ahaha.

Update (2 Maret 2021): In syaa Allah kayaknya jadi. Hari ini Qatar Airways mengeluarkan jadwal baru yang bikin 2 penerbangan saya tetap berjalan, meski jamnya berubah jadi 6 jam lebih cepat.

Oktober tahun lalu waktu Hari Guru Sedunia, Qatar Airways bagi-bagi tiket gratis buat mereka yang berprofesi sebagai guru. Saya ikutan daftar deh tuh, dan ternyata dapet! Tiketnya bisa dipake ke mana aja, asal masuk rute Qatar Airways. Kebetulan saya dulu punya murid namanya Oline, sekarang dia kerja dan tinggal di Swedia. Dengan semangat Oline nyuruh saya ke Swedia karena dia bisa jadi sponsor dan juga saya bisa nginep di apartemennya. Ih, saya terima tawarannya dengan senang hati dong.

Continue reading

Pengalaman Sunat Omar di Sunatan.Com Revo Town Bekasi

Standard

Jumat, 18 Desember 2020 menjadi hari bersejarah bagi keponakan saya tersayang, Omar. Di usianya yang 7 tahun 2 bulan, dia memberanikan diri disunat. Tanpa paksaan. Tanpa iming-iming. Gara-gara dapat kabar teman sepermainannya disunat, dia dengan yakin minta sunat ke Mami Papinya. Sampe Papinya sendiri nggak percaya sehingga terjadilah percakapan di bawah ini:

Papi Omar: Kamu yakin mau disunat? || Omar: Yakin. || Papi Omar: Serius? Yang bener? || Omar: Papi jangan yakin yakin, serius serius, yang bener yang bener dong, nanti aku berubah pikiran nih.

Wakwak!

Continue reading