[Catatan Relawan Piala Dunia] Ketika Harus Berpisah

Standard

Privet!

Tiba juga kita di penutup tulisan dari rangkaian pengalaman saya menjadi relawan Piala Dunia FIFA 2018 Rusia. Paling berat merangkai kata di bagian ini, karena sejujurnya saya mau tulisan ini bikin kalian ngerasain sebenar-benarnya perasaan saya. Tapi di sisi lain, saya sendiri tidak yakin apakah pengalaman saya sungguh bisa diungkapkan dengan kata-kata. Nah ribet kan…

Ketika saya mengetik cerita yang sedang kalian baca ini, saya bolak-balik masih ngomong dalam hati, ini kayak nggak nyata ya? Haha! Beberapa hari lalu Kazan beserta isinya masih bisa dinikmati dengan semua indera, sekarang kok kayak jauh bener. Oke deh, saya mulai berurutan aja.

Continue reading

Advertisements

[Catatan Relawan Piala Dunia] Mampir Siberia Ditemani Olga dan Polina

Standard

Privet!

Sampe sekarang saya belum menulis tentang hari terakhir bekerja sebagai relawan Piala Dunia FIFA 2018. Nanti aja deh, biar pas sebagai penutup rangkaian petualangan sepakbola saya di Rusia.

Sekarang saya mau sedikit bercerita satu hari yang saya lewati di Siberia, tepatnya kota Novosibirsk. Kenapa bisa terdampar di kota ini? Kebetulan karena pesawat pulang saya itu mampir Bangkok dulu, nah transitnya ini 20 jam di Novosibirsk Siberia.

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Tiga Cowok Ini Bisa Jadi Alasan Kamu Ikut Kegiatan Relawan Internasional

Standard

Privet!

Boom! Asli, nggak nyangka Instagram Stories saya selama jadi relawan Piala Dunia akan membuahkan semacam pengidolaan tersendiri terhadap beberapa insan yang pernah masuk dalam video atau foto yang saya posting. Terhitung ada tiga cowok yang meninggalkan kesan mendalam di hati teman-teman Instagram saya, bikin mereka klepek-klepek. Siap-siap, ini mereka!

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Kenapa Saya Selalu Memposting Semua Kegiatan Piala Dunia

Standard

Privet!

Orang bilang punya anak itu mengubah hidup kita, dalam banyak hal. Saya belum punya anak meski telah menikah selama hampir tujuh tahun, namun memiliki Omar mengubah saya.

Omar Bima Sasmita, adalah anak dari adik kandung saya. Sejak kelahirannya di 2013, saya nggak nyangka saya akan bisa punya cinta sebesar itu terhadap seseorang. Omar membuat saya ingin jadi pribadi yang lebih baik. Ikut serta dalam mendidiknya adalah hal yang saya lakukan dengan hati-hati. Saya meyakini, anak-anak meniru apa yang orang dewasa lakukan, anak-anak terbentuk dari apa yang mereka lihat di sekitar mereka.

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Suatu Hari di Sviyazhsk

Standard

Privet!

Mendekati pertandingan terakhir di Kazan berat banget rasanya. Kebayang harus ninggalin ini semua jadi semacam kenangan manis bikin saya cukup meneteskan airmata. Gimana sih yak, sebulan sama-sama, kerja bareng, orang-orangnya dari budaya berbeda, suatu pengalaman yang nggak selalu ada kan?

Belum lagi Kazan dan kota-kota lain di Republik Tatarstan juga cantik dan sebagai orang yang cuma pernah ke Rusia (alias negara lain di Eropa belom pernah tau), saya pasti akan merindukan pemandangan-pemandangan yang saya lihat selama tinggal di sini.

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Menjawab Pertanyaan Kalian Seputar Jadi Relawan Piala Dunia

Standard

Privet!

Beberapa waktu lalu saya pernah buka sesi tanya jawab di Instagram @PsychoFat seputar kegiatan relawan Piala Dunia 2018 Rusia, dan buat kalian yang mungkin juga punya pertanyaan sama, postingan ini untuk kalian!

1. Gimana sih cara jadi relawan Piala Dunia?

Untuk pertanyaan ini kalian bisa cek ke artikel ini ya. Saya cerita mulai dari proses daftar, seleksi, sampe nyari sponsor untuk biaya pesawat terbang ke Rusia. Oiya daftar jadi relawan itu gratis, tidak dipungut biaya apapun, terbuka untuk umum. Diterima atau nggaknya tergantung dari hasil wawancara.

Continue reading

[Catatan Relawan Piala Dunia] Terus Peluk Mimpimu: Membawa Bendera Argentina ke Lapangan

Standard

Privet!

Saya pernah ngobrol sama Francesco, saya tanya dia, “Ada nggak hal yang lo suka banget, meskipun lo bukan orang yang jago di bidang itu?” Jawab dia mantap, “Sepakbola. Gue jujur aja sama lo, gue itu dulu pernah main di klub, tapi gue nggak terlalu berbakat, jadi keseringan gue cuma di bangku cadangan. Tapi gue tetep seneng main bola, dan tetep punya cita-cita bisa kerja di bidang ini.”

Continue reading