5 Burger Terbaik di Jakarta Sepanjang 2020

Standard

Ngaku deh, selain saya, pasti banyak dari kalian yang skill masaknya meningkat pesat selama 2020. Saya akui, pandemi ini bikin saya berkutat di dapur hampir tiap hari. Selain masak menu harian, saya juga jadi rutin manggang kue. Beberapa sajian yang saya suka pesan di restoran, berhasil saya bikin di rumah dan rasanya cukup bisa menandingi. Misalnya, steak, pasta, bakar-bakaran ala all-you-can-eat, chicken wings, pizza, burger… tapi, khusus burger, sejujurnya saya nggak pernah puas bikin sendiri dan tetap memilih untuk nge-GoFood aja.

Continue reading

The Sperms: Summer Rocking Darling. Single Terbaru Setelah EP Perdana Silent Answers.

Standard

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Barusan nengok kalender dan wow seketika saya diterjang panik karena selama November belum ada nulis apa-apa di blog. Demi supaya anaknya tetap bisa konsisten minimal satu tulisan per bulan, akhirnya ngubek-ngubek draft dan memutuskan untuk ngebahas The Sperms lagi.

Inget gak, di awal pandemi Covid19, yaitu sekitar Maret 2020, saya pernah mengulas satu single yang dimuncratin oleh band punk asal Balikpapan bernama The Sperms? Oh gak inget? Oh gak tau? Ya udah, kalian bisa baca review saya tentang lagu Menghilang di sini. Nah, kurang lebih 2.5 bulan sejak single debut mereka rilis, The Sperms trus ngeluarin Extended Play (EP) berjudul Silent Answers yang memuat 6 lagu termasuk Menghilang itu sendiri.

Continue reading

Decluttering, alias Buang-Buang Barang Nggak Terpakai

Standard

Tahun 2020 sisa 2 bulan 10 hari lagi. Terlepas dari segala keterbatasan ruang gerak karena pandemi Covid-19, bisa dibilang tahun ini tetap ada banyak hal yang saya syukuri. Masih bisa kerja tanpa hambatan karena pengajaran bisa dilakukan lewat online, jadi lebih irit karena nggak kebanyakan jajan, jadi lebih belajar mana prioritas karena khawatir nggak punya duit kalo tiba-tiba resesi, dan yang paling bikin saya seneng adalah… sejak work from home saya jadi punya waktu untuk beres-beres rumah. Bukan cuma sekedar beres-beres, tapi juga decluttering alias buang-buang barang nggak terpakai.

Continue reading

Home

Standard

Home is no longer a place

It’s when his lips touch my forehead

When his arms envelop me tight

When my nose smells his hair

When my thumb rubs his cheek

It’s when we spend time playing some money-wasting games

When we listen to our song before we go to bed

When we’re apart but we have the same food for lunch

When we look at each other’s eyes and smile

Home is no longer a where

4 Alasan Kenapa Saya Nggak Mau Berpergian Lagi Sebelum Pandemi Selesai

Standard

Yuswo bakal pindah kerja ke Brunei. Bahasan ini sebenernya udah muncul lama, tapi baru Juli lalu dia mendapat kepastian dari kantor. Agustus menjadi bulan di mana Yuswo berangkat ke Negara Petro Dollar untuk ngurus workshop yang baru dibangun. Karena itu, kami berencana pulang ke kampung halaman Yuswo di Balikpapan untuk sekedar pamit ke keluarga dan teman-teman. Dia ke sana duluan sekalian ngabisin jatah cuti yang ada 2 minggu. Saya nyusul, cuma 4 hari saja, dan… pengalaman saya berpergian dengan pesawat ke luar kota di saat pandemi gini, cukuplah menjadi pengalaman yang tidak perlu saya ulang. Tidak sebelum pandemi usai, atau vaksin ditemukan, atau karena keharusan. Kenapa?

Continue reading

Aku, Budhy, dan Band Bernama Kelasik

Standard

Tempo hari waktu saya beberes kamar, saya menemukan satu kotak yang isinya memorabilia dari jaman saya remaja dulu; belasan tahun lalu lah. Salah satunya adalah stiker dari band indie bernama Kelasik. Kalo kalian tau mereka, kemungkinan kalian dan saya sama, demen dateng ke pensi atau gigs di Jakarta dari jam pertama buka.

Kelasik ini soalnya bukan band yang masuk jajaran main malem. Nggak sebanding dengan The Adams, The Upstairs, Club Eighties, Goodnight Electric, atau The Brandals di masanya. Kelasik, cuma band penggembira, band yang ngisi waktu sampe bintang tamu utama tampil. Tapi saya dan adik saya, Budhy, suka mereka.

Continue reading

3.5 Bulan “Dengan” Corona

Standard

Gokil! Udah masuk bulan Juli aja. Tahun 2020 sungguh terasa luar biasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nggak banyak cerita, kita nggak leluasa ke mana-mana karena Corona Virus Disease 2019 atau biasa disingkat Covid19 makin merajalela. Barusan saya cek di Covid19 Global di Google, per kemarin 30 Juni 2020 Indonesia nambah kasus sebanyak 1.293. Yang artinya total kasus terkonfirmasi sudah mencapai angka 56.385. Duh makin panik! Soalnya sejak seminggu yang lalu, tiap hari rata-rata seribu kasus baru muncul.

Continue reading

Otak dan Hati

Standard

Aku tidak mengerti bagaimana otak dan hati bekerja. Aku tidak sepintar itu untuk menyeimbangkan logika dan perasaan; padahal kedua hal tersebut kadangkala tidak seiring sejalan.

Tapi aku bisa memastikan, ketika mereka berseberangan, mereka sebenarnya tengah menyakiti jiwa dan ragaku.

Otak dan hati. Mereka terus beradu. Tanpa mereka sadar, jiwa dan ragaku terganggu.

Mereka kira, dari mana datangnya gelisah ini? Aku itu resah memutuskan siapa yang perlu didengarkan.

Mereka kira, dari mana datangnya sakit kepala ini? Aku itu dimakan pikiran karena keduanya begitu ngotot berdebat.

Urusan logika dan perasaan, bisa lebih rumit dari rumus Matematika tersulit. Lalu aku, yang bahkan tidak lagi ingat apa itu Faktor Persekutuan Besar dan Kelipatan Persekutuan Kecil, diminta mampu menyelesaikan urusan mereka?

Tidak. Terima kasih.

Pada akhirnya, kubiarkan saja mereka terus berbeda pendapat. Sambil kuberharap dalam letih, semoga mereka tutup mulut.

#CeritaJamKosong #15 Dua Bulan Karantina

Standard

Kayaknya selama Covid19 belum ada obat atau vaksinnya, selama kerja di rumah masih diberlakukan, selama masih ada pembatasan sana sini yang bikin saya gak bisa ke mana-mana, blog TerongGemuk bakal cuma diisi sama curhatan-curhatan di #CeritaJamKosong. Ya abis gimana dong, gak bisa jalan-jalan, gak bisa ke restoran, saya harus nulis apa? Ahaha. Rencana liburan ke Makassar di ulang tahun saya Juli nanti pun nampaknya juga gak terwujud walaupun tiket pesawatnya udah dibeli dari jauh-jauh hari.

Gak terasa ya, udah dua bulan kita harus terbiasa dengan kehidupan baru. Kehidupan yang memaksa kita berkegiatan di ruang itu-itu saja, gak ketemu orang-orang, bentar-bentar cuci tangan, tiap hari bertanya-tanya kapan pandemi ini akan berakhir… Buat saya sendiri kerja di rumah memang terasa seperti liburan gratis di dua minggu pertama; setelahnya? Betapa saya merindukan kehidupan saya yang lama. Sesaknya kereta di perjalanan pulang pergi kerja pun jadi hal yang rasanya saya rela untuk jalani kembali.

Continue reading

#CeritaJamKosong #14 “Sekolah” Lagi

Standard

Beberapa hari yang lalu waktu ngajar materi berjudul “5-Year Planning”, kebetulan murid yang daftar cuma satu. Namanya Evan. Sesuai judul materi, kami ngobrol tentang rencana-rencana masa depan yang berhubungan dengan karir, keluarga, finansial, kesehatan, dan liburan. Pas lagi bahas pendidikan, saya nanya ke Evan apakah dia mau lanjut kuliah ke S3. Kebetulan anaknya emang udah kelar S2. Jawaban dia, gak. Lalu dia nanya balik ke saya. Jawaban saya, mau! Tapi sayangnya sampe sekarang saya belum menemukan kuliah S2 Bahasa Inggris yang ada kelas akhir pekan dan terjangkau secara jarak maupun biaya. Malah kalo ngomong impian muluk-muluk, pengen banget bisa S2 ambil Creative Writing di luar negeri. Namun ya, saya bisa menakar kemampuan otak ini. Ahaha!

Continue reading