Memory of That Hallowed Nook

Standard

Remember the day we promised to meet at that hallowed nook
I got off my bike and there I noticed you in just a slight look
My skin radiated intense heat as if it was ready to cook
You were right in front of me and suddenly heavy breath was all I took

I shouted your name then you turned around smiling
Oh fuck I hope the earth would open up swallowing
I couldn’t hide how my top to toe were trembling and sweating
The I-miss-you seed inside me blushing, blossoming, exploding

We caught up on stuff during those years we grew apart
Feeling high of the fact that finally we could restart
You touched my fingers and it warmed my heart
I hope for the time to stop ticking, baby I wished hard

But the night fell and we couldn’t stay forever
I walked beside you hoping God let us come together
Having faith that you were the only possible answer
To all the things I put into words in my prayer

Holy Smokes Slow-Smoked BBQ Jakarta

Standard

Hai hai, saya balik lagi dengan ulasan seputar perdagingan. Kalo minggu lalu sempet bahas sedikit tentang Biggies BBQ Jakarta, kali ini saya mau cerita tentang pengalaman makan di Holy Smokes Slow-Smoked BBQ Jakarta. Restoran ini ada di 2 lokasi yaitu Wolter Monginsidi (081211792123) dan Rukan Garden House PIK (081314412276), dengan jam buka cukup unik: Senin-Kamis 11.30-15.00 dilanjut jam 17.00-22.00; lalu untuk Jumat-Minggu dan hari libur nasional jam 11.00 lanjut terus sampe 22.00.

Continue reading

Biggies BBQ Jakarta

Standard

Comfort food saya itu lontong, gorengan, dipotong-potong trus disiram sambal kacang. Itu versi seadanya, versi hemat. Kalo versi mewah, daging-dagingan jadi pilihan. Setidaknya sekali dalam sebulan, saya menyempatkan diri makan steak dan kawan-kawannya. Beberapa waktu lalu saya mencoba makan siang di Biggies BBQ Jakarta. Dari menu yang ada, saya memilih Combo Set yang terdiri dari 2 ala carte ditambah 2 side dishes, yang artinya saya bisa memilih dua jenis daging asap beserta dua jenis makanan pendamping seharga total Rp. 120,000.

Continue reading

#CeritaJamKosong #13 Jadwal Kereta Baru

Standard

Pagi ini mood saya berantakan banget karena jadwal kereta yang berubah. Biasanya, saya naik kereta jam 09.40. Keretanya mulai dari Stasiun Depok, tempat saya tinggal, jadi bisa dipastikan selalu kosong. Saya selalu dapat duduk, bisa baca, dengerin musik, atau tidur; lalu sampai Stasiun Tanah Abang saya pun segar dan siap menghadapi hari. Tau-tau nih, sejak 1 Desember kemarin, jadwal kereta tersebut menghilang. Yang tersedia ada di jam 09.05 pagi. Males banget kan?

Continue reading

Once There Was A Boy

Standard

Once there was a boy. Who played the guitar and banjo. He serenaded songs with joy. He wrote lyrics while sipping espresso.

There was one thing though. He thought his music was cheapo. He completely didn’t know. When he sang he had this glow.

Continue reading

Masjid Istiqamah. Masjid Cinta.

Standard

Sepertinya saya lagi nggak kreatif deh beberapa bulan terakhir ini di urusan per-blog-an. Ya emang anaknya juga nggak sekreatif itu siiih, cuma kalo kalian ngeh, dua tulisan terakhir ngomongin kopi lagi kopi lagi; trus sekarang, judul tulisan ini, pake kata-kata “cinta” juga sama kayak tulisan sebelumnya. Elah! Tapi gimana dong, sudah berusaha mencari judul lain, hati ini tetap pengen judulnya begitu, mengutip lagu The Adams yang “Mosque of Love”.

Ngomong-ngomong sebelum lanjut, saya cuma mau bilang kalo saya anaknya nggak relijius. Iya, punya agama, tapi bukan hamba Allah yang 100% menjalankan ajaran-Nya. Trus, sok sok nulis tentang masjid maksudnya apaaa? Nah justru! Kalo sampe ada masjid yang bisa menggetarkan hati orang yang nggak relijius macem saya, itu masjid penting untuk diceritain. Ye kan?

Continue reading

Shackeratto: Jatuh Cinta di Son’s Coffee Balikpapan

Standard

Kalo saya tiba-tiba jadi nulis tentang kopi lagi, padahal bulan lalu blog ini juga udah diisi tulisan tentang kopi; bukan, bukan karena saya ngerti kopi. Saya cuma ngerti minum kopi. Dan awas aja kalo sampe bilang saya norak, baru kenal kopi trus jadi nulis tentang kopi mulu. IYA. Bener sih emang gitu kenyataannya, tapi plis nggak usah dibilang di muka saya. Cuma saya doang yang boleh bilang diri saya ini norak.

Continue reading