Chinese Garden: Taman Luas, Sepi, dan Asri di Singapura

Standard

Yo! Tulisan ini untuk melanjutkan deretan wisata gratis Singapura yang pernah saya kunjungi. Kalo kata temen-temen, saya ke Singapura cuma buat numpang pipis. Ahaha… Yah, ada benarnya. Semenjak Bebeb pernah kerja tiga bulan di sana, dan setelahnya sering ada keperluan kantor di sana juga, saya jadi suka ikutan bolak-balik. Ditambah lagi, satu teman saya yang Miss Singapore International 2013 tinggal di Singapura, bikin kunjungan ke sana jadi makin menyenangkan.

Continue reading

Advertisements

Keripik Salted Egg Fish Skin Terbaik di Singapura?

Standard

Hai, mungkin banyak dari kalian udah mendengar tentang snack yang lagi hits banget di Singapura, yaitu salted egg fish skin crisps alias keripik kulit ikan goreng yang dikasih taburan kuning telor asin. Merk yang begitu dicari-cari adalah Irvins. Antriannya mengular, dan pembelian per orang sampe dijatah segala!

Continue reading

Menginap di Bandara Changi Singapura

Standard

Keluar kocek Rp. 500,000 cuma untuk tidur beberapa jam? Ogah lah kalo untuk pejalan seadanya macem saya. Maka dari itu, di kunjungan terakhir saya ke Singapura, yang mana saya cuma satu hari aja di sana dengan penerbangan balik keesokan pagi jam 7.30, saya pun tidak memesan kamar hotel sama sekali. Beda cerita kalau saya jadi bepergian dengan Mama, saya pasti akan pesan kamar yang nyaman supaya Mama bisa istirahat enak.

Continue reading

Di Ketinggian ION Sky Singapura

Standard

Melanjutkan kisah di tulisan kemarin, saya yang puas berkeliling Bugis memutuskan untuk datang ke tempat tinggi di Singapura sebagai perhentian selanjutnya. Rencana awal kan mau ke Singapore Flyer, tapi itu kalo liburannya sama Mama. Berhubung Mama nggak jadi ikut karena sakit, saya pun ganti haluan.

Nah, kamu pelancong irit macam saya? Dan kebetulan lagi ada di Singapura (yang mana negara ini mahal banget ye bok!) trus kepengen mengunjungi tempat wisata gratisan? Kamu cuma perlu naik MRT ke Stasiun Orchard.

Continue reading

Bugis. Siang Hari.

Standard

Agak berat menuliskan tentang perjalanan saya ke Singapura di tanggal 12 April 2017 yang lalu. Berat karena sebenarnya liburan ini saya persiapkan untuk Mama, yang selama 3 tahun belakangan kondisi kesehatannya sudah tidak sebaik dulu namun beliau masih suka minta diajak jalan-jalan. Terakhir liburan bersama, kami pergi ke Thailand di 2013. Lalu Mama bilang, Mama mau lihat Tulip di Belanda. Kami pun menabung 2 tahun lamanya. Sayang, 2015 Mama harus masuk ICU karena sesak napas. Tahun 2016, saya dan suami membeli tiket ke Singapura untuk kami sekeluarga beserta adik, ipar dan keponakan. Perjalanan batal, saat itu ada penyakit menular yang sempat heboh diberitakan. 2017, ketika Garuda Indonesia promo tiket Rp. 590,000 pulang pergi Jakarta-Singapura, tanpa pikir panjang saya pesan 2, untuk saya dan Mama. Lagi-lagi gagal. Mama sakit. Sakit yang membawanya pergi menghadap Illahi tepat sehari setelah saya kembali dari Singapura.

Continue reading

Lower Peirce Singapura: Alasan Untuk Kembali

Standard

Tahun lalu si Bebeb sempat pelatihan 2 bulan di Singapura. (Harusnya sih 3 bulan, tapi doi nggak betah kangen istri jadi minta diperpendek.) Begitu tau kalo tiket untuk kunjungan saya akan dibayarin kantornya, saya seneng banget dong. Ditambah lagi suami tinggal di hotel selama masa pelatihan itu, maka bayangan liburan menari-nari di depan mata.

Continue reading

#TravelingHemat: Singapura Juga Bisa Murah

Standard

Tahun 2011 menandai kali pertama saya melancong ke luar negeri. Sejak itu, saya pun nagih untuk terus mengunjungi beragam tempat wisata. Yah, meski cuma level domestik dan Asia Tenggara, paling jauh Nepal. Label “banyak duit” karena sering berpergian kerap direkatkan oleh beberapa teman. Padahal seorang Mita pergi pelesir bukan lantaran kelebihan uang, tapi justru mengusahakan gimana bisa punya dana liburan. Terima les privat dan terjemahan, bahkan jualan sosis serta makaroni.

Continue reading