Terkenang di Tugu Pahlawan

Standard

Juni 2016. Siang itu panas, namun saya yang berada di dalam mobil Avanza ber-AC tidak terpengaruh. Saya baru saja dari Madura, menyebrang Jembatan Suramadu demi menikmati nasi, bebek goreng dan sambal mangga. Masih ada sisa beberapa jam sebelum langit gelap. Kebetulan sudah memasuki waktu solat Ashar di Surabaya, supir saya pun memarkir mobil di dekat Tugu Pahlawan. Ada mushola kecil yang bisa saya gunakan untuk beribadah.

Continue reading

Kotoran Tikus dan Kehidupan

Standard

Tikus. Hama rumah yang paling, paling saya nggak suka. Mau sebersih apapun rumah dijaga, yang namanya tikus pasti bakal mampir. Mencari celah mencari cara untuk mencuri makanan, gigit-gigit bahkan buang air. (Tikus di rumah saya segede anak kucing dan bisa buka tudung saji. No kidding.)

Ceritanya saya abis bersih-bersih, and it was a nasty disgusting job. Bermula dari ketika saya pilah pilih mainan Omar mana yang perlu dibuang dan disimpan, saya menemukan beberapa butir kotoran dan tetes pipis tikus di dasar kotak mainan. Naluri manusia kalo ada yang asing, itu disentuh atau diendus. And I did that and it wasn’t a great experience. Gila jijay abis! Langsung lah saya cuci semua mainan Omar, saya jemur sampe kering dan steril kembali.

Continue reading

We Stay Strangers

Standard
mural-1347673_960_720
There are people worth keeping. And you are one of them.
It was an exciting fling. But circumstances made us succumb.
You know sparks don’t lie. That the chemistry was real.
I hate to cry for this bye-bye. So let me just touch a prayer wheel.
We stay strangers.
Trash our feelings in the heart chambers.

Autumn and Me

Standard

I have no idea what it is with me and autumn, but I know for sure that whenever it’s October or November and I’m daydreaming, the image of me being in a house in autumn always pops in my mind. It’s happened for years.

Continue reading

Pemulihan Setelah Operasi Amandel

Standard

I hate hospitals.

Semua di keluarga saya tau kalo sebisa mungkin saya akan menghindari jenguk orang di rumah sakit. Lebih baik saya menunggu sampai orang tersebut sudah pulang ke rumahnya. Yah, kalaupun terpaksa, maka saya hanya mau menghabiskan waktu beberapa menit saja. Itulah kenapa kalo sakit saya nggak pernah ke rumah sakit. Klinik, sudah cukup. Paling ke rumah sakit kalo check-up mata, demi dapat pengganti uang kacamata dari kantor. Entah kenapa, rumah sakit membawa aura yang membuat saya tidak nyaman.

Continue reading

Komplain Produk? Kenapa Nggak?

Standard

Yang namanya punya usaha emang harus dijaga sih. Apalagi di zaman serba sosial media kayak sekarang, mesti lebih hati-hati ya kan? Ada cacat dikit, galak dikit, kudu siap diekspose ke seluruh jagat dunia maya.

Minggu lalu ceritanya saya “datang bulan”. Pas buka kemasan Laurier Relax Night yang saya beli bulan Agustus dan mengambil satu isinya, saya kaget! Bagian perekatnya kok ada yang aneh, bolong-bolong kecil gitu. Lapisan pembalutnya juga berserabut kasar. Takut organ vital kenapa-kenapa, karena selama jadi pengguna Laurier saya nggak pernah nemuin kondisi begini, saya pun batal pake.

Continue reading

Supaya Anak Senang Membaca

Standard

Kayaknya udah tiga tulisan terakhir isinya ala ala tips gitu! Mulai dari tips hemat, tips pesan hotel di Bali sampe tips pasca operasi amandel. Dan sekarang saya balik lagi dengan tips supaya anak senang membaca. Perlu diketahui, kalo ini bukan ditulis oleh orang yang ahli di bidang anak atau pendidikan. Saya cuma sekedar penyuka baca yang berhasil bikin sepupu dan keponakannya ketularan hobi baca. *kibas rambut*

Oke, nggak pake lama, nggak pake basa-basi. Berikut beberapa hal yang saya yakini ikut andil dalam menyebarkan virus suka membaca:

Continue reading