Selamat Tinggal “Terbenam”

Standard

(“Terbenam” adalah nama program sore di radio streaming Balikpapan bernama Domain Radio. Beberapa bulan lalu, tepatnya Kamis, 23 Januari 2025, program yang mengudara sejak Maret 2024 ini usai dan ini adalah surat yang saya bacakan ke Dede dan Erza, duo penyiar program tersebut.)

Dede dan Erza,

Kalo boleh sombong, sebagai yang denger kalian dari pertama kali siaran percobaan Terbenam, aku menjadi orang pertama yang menyebut bahwa program ini seperti mendengar anak tongkrongan ngobrol bareng. Dan layaknya tongkrongan yang pernah ada dalam hidup, kadang ada masa di mana kita nggak sadar kalo hari itu jadi hari terakhir kita bercengkrama.

Sebagai pendengar, aku sudah nongkrong bareng kalian sejak Januari 2019. 6 tahun lamanya. Tongkrongan lama kita (baca: radio Dede dan Erza sebelum Domain) penuh dengan gosip-gosip underground dan lagu-lagu yang nggak biasa kudengar. Secara musikalitas, aku tambah pintar. Tongkrongan kita yang sekarang, masih khas dengan canda tawa kalian dan tetap dengan pilihan lagu-lagu yang bikin aku malu kalo request Justin Bieber. Hanya saja, kalian kok jadi lebih suka bahas berita cabul dan narkoba?

Lagi-lagi, tongkrongan kita bubar lagi. Sedih? Nggak. Tongkrongan kita ini, punya rumah yang tiap orang di dalamnya terasa seperti keluarga. Pernah kubilang ke Dede, “Kalo kamu pindah ke radio lain, ya aku cuma sekedar pendengarmu. Bukan pendengar radiomu. Aku sih, dengerinnya ya tetap Domain.” Karena dulu, pas Dede dan Erza cabut dari tongkrongan lama, aku nggak lagi jadi pendengar di sana.

Tetaplah jadi sosok baik hati yang selalu menemani kehadiranku di Balikpapan, sosok yang bikin aku rajin kerja karena kopi-kopi di GoFood (yang kukirim untuk menemani kalian siaran) lebih mahal daripada beli di toko, dan oleh-oleh setahun sekalinya Erza harus ditebus dengan lembaran uang kertas warna merah.

I love you all.

(Mita Yulian Sasmita si pendengar setia)

Leave a comment