Satu Hari Di Kantor Pos

Standard

mailbox-341744_960_720

Kantor Pos dulu pernah jadi sahabat saya. Dulu… Sampai pertengahan tahun 2000. Di tahun 1990-an tiap minggu saya pasti ke Kantor Pos untuk mengirim surat ke idola-idola saya. Di masa itu bangga rasanya kalau mendapat balasan dan foto serta tanda tangan dari Chikita Meidy, Maisy, Dhea Ananda, Joshua dan sederet artis-artis cilik lainnya. Sedangkan di awal 2000, saya rajin ke Kantor Pos untuk mengirim undian kuis majalah.

Bapak yang selalu melayani pembelian prangko selalu sama. Bapak yang itu-itu juga. Bapak tua yang sabar dan ramah. Bapak tua yang namanya tidak saya tahu.

Hari ini saya pertama kali ke Kantor Pos setelah lebih dari lima tahun tidak ke sana. Kantor Pos Depok Lama sudah berubah. Pindah gedung. Pegawainya pun sudah bukan bapak tua yang saya kenal dulu. Digantikan dua ibu-bu berwajah judes dan seorang bapak muda.

Karena ada tiga loket, saya bertanya ke Ibu 1 di mana saya bisa mengirim surat. Oleh Ibu 1 saya disuruh ke loket Ibu 2. Dia menjawab pertanyaan saya tanpa melihat ke arah saya, sibuk menulis kertas yang terlihat seperti resi. Di loket Ibu 2 saya disuruh balik ke loket Ibu 1 karena di loket tersebut hanya melayani prangko, bukan kiriman surat kilat yang saya mau. Saya pun pindah lagi ke loket Ibu 1 dan mendapat pelayanan tanpa senyum. Grrrr!!!

Saya jadi bertanya-tanya di mana gerangan bapak tua penuh senyum yang dulu bekerja di Kantor Pos Depok Lama. Mungkin, si bapak sudah pensiun ya… Atau malah naik jabatan! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s