Kalah

Standard

Sejak pertama mengenal bola, tim nasional yang selalu saya dukung adalah Argentina. Hanya itu. Tidak ada tim favorit kedua. Jika mereka keluar dari kompetisi, ya sudah, saya tidak mencari tim lain untuk saya bela. Sisa pertandingan saya tonton hanya sekedar untuk memanjakan mata.

Tahun ini adalah Piala Dunia ke-6 yang saya kenal. Sejak awal kompetisi, tidak sekalipun saya berharap tinggi untuk Argentina mengingat selama 5 Piala Dunia terakhir, rekor tertinggi mereka hanya sampai perempat final. Namun begitu mereka lolos dari penyisihan grup dan saya melihat-lihat sisa lawan yang ada, muncul keyakinan cukup besar mereka bisa menjadi juara. Swiss, Belgia, Belanda pun berhasil dikalahkan sampai akhirnya dini hari tadi mereka berhadapan dengan Jerman di final.

Jika saya menangis terharu ketika Argentina menang di semi final melawan Belanda lewat adu penalti, maka 7.5 jam yang lalu saya menangis sesenggrukan karena harapan untuk menjuarai Piala Dunia kandas di babak kedua pertambahan waktu. Argentina kalah 1-0.

Saya sedih teramat sedih. Jika ini Piala Dunia ke-6 yang saya tau, sudah berapa tahun saya menantikan Argentina bisa jadi kampiun? Tangisan saya berlanjut sampai televisi menyudahi siaran.

Saya berduka. Dan sampai kini pun masih berduka… Niat saya pesta Tumpengan kalau Argentina meraih trofi gagal. Namun, saya berterima kasih kepada Messi dan kawan-kawan karena telah menyuguhi saya permainan mereka dari awal hingga akhir kompetisi. Ketegangan, gairah, semangat… Sampai jumpa di 2018… DALE ARGENTINA! VAMOS AMIGOS!

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s