Pengalaman ke Dokter THT

Standard

Sejak remaja saya merasa kalau telinga kiri saya sepertinya tidak setajam telinga kanan. Tapi karena masih bisa mendengar dengan baik, saya cuek. Nah, beberapa bulan belakangan ada perasaan kurang nyaman di telinga kiri tersebut. Budeg sih bukan. Entah apa, pokoknya nggak enak aja.

Tadi pagi, saya memutuskan untuk cek ke dokter. Bersama suami, saya berangkat ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Setelah mengantri selama 1.5 jam, nama saya dipanggil. Saya ceritakan keluhan saya, lalu saya disuruh duduk di kursi menghadap televisi. Dengan alat seperti senapan berlaras panjang, bagian dalam telinga saya difoto. Sebelah kanan bersih, katanya. Giliran sebelah kiri, wakwaw! Kotor! Nggak sampai 5 detik, dokter berhasil mengeluarkan kotoran telinga yang padat berwarna hitam dengan diameter 1 cm. Hiiiyyy!!!!

Demi kuping terasa lebih enak, saya “membelanjakan” Rp. 305,000, belum termasuk uang pendaftaran Rp. 165,000. Haha!

Oh iya, sekalian saya pun minta periksa tenggorokan karena dokter klinik dekat rumah sempat menyuruh operasi amandel. Bener aja dong, amandel saya dua-duanya merah. Dokter bilang kalo dibiarkan ini malah bakal jadi sarang racun dan bikin saya penidur alias pengantukan. OmG! Bener banget, itu udah terjadi. Awalnya saya pikir gula darah saya tinggi, yang setelah dicek ternyata normal. Bisa jadi karena amandel ini nih!

Setelah sedikit konsultasi, insya Allah saya akan operasi di bulan Oktober nanti saat cuti saya udah mencukupi. Deg-deg-an!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s