Ragam Kutipan

Standard

Tiap hari, begitu banyak status terpampang, mengungkapkan perasaan dan kisah si empunya status. Saya suka mempelajari apa yang teman-teman Facebook saya tulis. Lewat status yang begitu sederhana, terselip pesan dan wejangan, yang membuat saya berpikir, merasa ikut dinasehati, mendapat ilmu yang bisa diterapkan untuk terus belajar jadi bijaksana. Karena hidup sebagai manusia itu rumit…

Inilah beberapa kutipan acak yang saya dapat dan kumpulkan:

Setiap orang punya masa lalu. Tapi kalau ingin jadi lebih baik dari masa lalumu, janganlah dengan cara merusak masa depan orang lain.

Cobaan nggak kelar-kelar? Mungkin karena tiap kemalangan terjadi, kamu selalu mencari siapa yang perlu disalahkan. Bukannya diam dan bertanya ke diri sendiri, “Apa salah saya?”

Sesekali, boleh kamu berkisah tentang perjuangan hidupmu, kesedihan-kesedihanmu, tapi bukan untuk kamu umbar seakan-akan hidupmu paling merana. Mereka yang keliatannya santai, bisa jadi berjuang lebih keras dari kamu.

Jelas-jelas dilarang, atau terlarang, tapi masih aja dilakukan. Lalu datang keburukan. Salah siapa?

Itu bukan milikmu. Kamu memakainya tanpa izin yang punya. Kalo yang punya tau, dan minta barangnya kembali, kok kamu nggak ikhlas balikin?

Bangkai ditutupi, baunya akan tercium juga. Itu bukan sekedar omongan klise. Memang nyatanya begitu.

Tidak perlu bersumpah serapah. Kamu tidak tau, orang yang kamu sumpahi itu, diam-diam mendoakan kebaikan untukmu.

Jangan merasa dirimu lebih baik kalo kamu juga ngomongin orang yang suka ngomongin kamu. Dua-duanya sama saja.

Terlalu menjadikan orang lain sumber bahagiamu bisa bikin kamu kelabakan dan berpikir pendek ditambah gelap mata saat orang itu nggak ada.

Kamu kira tindakanmu benar. Sehingga kamu membela diri selalu. Akhirnya makin panjang dan panjang, pangkal masalahnya terlupakan. Omonganmu pun makin ngaco.

Saat senang, manis di mulut. Saat ribut, kok bahasanya kasar?

Jangan kumpulkan barang, kumpulkan kenangan.

Orang-orang yang selalu bersama kamu di saat kamu masih merangkak, tidak berharap penghargaan ketika kamu akhirnya sukses. Tapi kalo kamu baik, kamu nggak akan melupakan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s