Mengenalkan “Busy Book” Kepada Omar

Standard

Si Omar mulai susah dipisahkan dari gadget. Selalu minta nonton video Barongsai. Untuk bikin dia lupa sama handphone atau tablet, susah-susah gampang. Mesti saya yang niat mengalihkan, misalnya “Main balon air aaah…” sambil saya beneran melangkah ke dapur dan bikin campuran air dan sampo. Atau, “Eh, main baca-bacaan yuk!!” sambil saya baca buku keras-keras supaya dia penasaran.

Baru-baru ini saya mulai mengenalkan “Busy Book” ke Omar. Itu tuh, buku yang isinya beragam kegiatan. Berhubung Omar belum 3 tahun, saya sebenarnya agak nggak yakin kalo dia mengerti. Tapi nggak apalah, dicoba aja. Busy Book yang Omar punya dibeli dari Ilokids.

Ilokids Busy Book

Bagian depannya ada nama Omar. Ya, buku ini memang dibikin secara khusus untuk si pemesan. Gemesin kan?

Ilokids Busy Book

Bagian belakangnya juga ada nama si anak dengan font lebih besar, dan kutipan Albert Einstein yang “ngena”. Imagination will take you everywhere. Betul!

Ilokids Busy Book

Berhubung Omar belum mengenal huruf, maka di bagian ini saya pun hanya bertanya apa nama gambar yang ada di tiap huruf.

Ilokids Busy Book

Omar jago banget di kegiatan “Colour Match”! Dia suka nempel-nempelin buletannya, dan warnanya tepat. Tapi untuk “Match the Opposite” Omar masih belum ngerti kata sifat.

Ilokids Busy Book

Walaupun Omar nggak bisa mengikat tali sepatu, saya akalin dengan belajar memasukkan tali menyilang ke dalam lubangnya. Dan untuk kegiatan angka, Omar saya ajak untuk pura-pura menelpon.

Ilokids Busy Book

Nah, bagian mencocokkan angka ini Omar juga belum ngerti. Tapi dia tau kalo kelincinya mau makan wortel. Kegiatan pun sedikit diganti dengan memasukkan wortel ke amplop yang tersedia sambil menghitung bersama.

Ilokids Busy Book

Halaman pesawat sangat sederhana, cuma perlu menggeser dari ujung ke ujung. Untuk kegiatan membuat perahu, Omar kesulitan karena belum mengenal bentuk.

Ilokids Busy Book

“Feed the Monkey” adalah bagian yang Omar suka banget! Buka mulut monyet, masukin pisang, tutup mulut monyet. Sedangkan untuk mencocokkan bentuk, seperti yang tadi saya bilang, Omar belum tau. Jadi biasanya saya pandu lewat warnanya saja.

Ilokids Busy Book

“Count the Beads” cukup rumit karena jari Omar belum bisa untuk menghitung yang kecil-kecil begitu. Jadi palingan saya nyanyiin dia lagu “Tik, tik, tik, bunyi hujan di atas genting” sambil menggoyang-goyangkan si hujan. Sedangkan untuk halaman terakhir yang merupakan peta jalanan, saya ajak Omar untuk mencocokkan letak kartu yang ada, seperti “Mobil ditaruh di mana? Anak lelaki berdiri di mana?”

Ilokids Busy Book

Busy Book lumayan bikin Omar lupa gadget. Masih ada yang dia belum mengerti, maka sepertinya buku ini masih akan dipakai di masa mendatang. Menurut saya sendiri, kelebihan dari Busy Book Ilokids adalah:

  • Jenis kertas yang dipakai tebal, jadi nggak gampang rusak dan bisa disimpan untuk generasi berikutnya. (Anak saya mungkin? Aamiin…)
  • Handcrafted
  • Warna-warninya terang dan cantik, bikin Omar selalu tertarik buka-buka tiap halamannya
  • Ada bonus tas gemblok untuk penyimpanan Busy Book. Lumayan kan bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah.

Untuk kekurangan:

  • Harganya lumayan tinggi. Hehehe… Rp. 290,000 belum termasuk ongkos kirim (bulan Juni 2016). Tapi kalo melihat kualitas Busy Book-nya, sebanding kok!

Buat yang berminat dengan Busy Book dari Ilokids bisa coba cek di Instagram mereka @ilokids atau Line @helloilokids atau email helloilokids@gmail.com. Bukunya nggak siap sedia jadi harus pesan dulu.

Selamat bersibuk ria dengan si kecil!

Advertisements

2 thoughts on “Mengenalkan “Busy Book” Kepada Omar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s