4 Alasan Kenapa Saya Nggak Mau Berpergian Lagi Sebelum Pandemi Selesai

Standard

Yuswo bakal pindah kerja ke Brunei. Bahasan ini sebenernya udah muncul lama, tapi baru Juli lalu dia mendapat kepastian dari kantor. Agustus menjadi bulan di mana Yuswo berangkat ke Negara Petro Dollar untuk ngurus workshop yang baru dibangun. Karena itu, kami berencana pulang ke kampung halaman Yuswo di Balikpapan untuk sekedar pamit ke keluarga dan teman-teman. Dia ke sana duluan sekalian ngabisin jatah cuti yang ada 2 minggu. Saya nyusul, cuma 4 hari saja, dan… pengalaman saya berpergian dengan pesawat ke luar kota di saat pandemi gini, cukuplah menjadi pengalaman yang tidak perlu saya ulang. Tidak sebelum pandemi usai, atau vaksin ditemukan, atau karena keharusan. Kenapa?

Alasan pertama. I’M WORRIED ALL THE TIME. Oke, sekarang emang cuma perlu rapid test dengan hasil non-reaktif untuk bisa berpergian. Biayanya cukup terjangkau; saya ambil di Mitra Keluarga Depok sekitar 150,000, lalu bayar dokter umum untuk mendapat surat keterangan sekitar 115,000, ya nggak sampe 300,000 deh. Tapi, proses untuk diambil darah, nunggu hasil lab selesai, lalu menunggu ketemu dokternya lagi… itu makan waktu berjam-jam dan berada lama di rumah sakit saat musim Corona gini jelas bikin takut.

IMG_7528

Alasan kedua. I’M WORRIED ALL THE TIME. New normal? Protokol keamanan? Jangan berharap itu benar-benar diaplikasikan 100% di bandara. Iya, ada jaga jarak ketika ngantri masuk bandara atau check-in. Ya, ada kursi-kursi yang dilarang dihinggapi. Tapi pas kita antri untuk naik bus yang antar ke pesawat, semua buyar karena emang ruangnya juga nggak luas. Di dalam bus pun nggak ada pembatasan penumpang, semua berdesakan. Satu baris kursi pesawat sudah diisi penuh 3 orang. Antri ke luar bandara pun ramenya luar biasa.

IMG_7505

Alasan ketiga. I’M WORRIED ALL THE TIME. Ngedapetin interaksi manusia yang nyata, terutama bareng keluarga dan teman yang jarang kita temui, itu tuh menyenangkan banget! Saya menikmati setiap pertemuan dengan mereka. Cuma, nggak bohong, saya dalam hati ini selalu komat-kamit doa semoga saya nggak membawa virus untuk mereka, secara saya kan yang abis dateng dari luar kota.

IMG_7436

Alasan keempat. I’M WORRIED ALL THE TIME. Bahkan ketika saya sekarang udah balik ke rumah, udah siap isolasi mandiri, rasa khawatir ini tidak hilang. Masih ada 2 minggu yang harus saya jalani dalam resah karena masih ada kemungkinan saya membawa virus Corona di badan… Duh pengen nangis.

Intinya, berpergian ke luar kota naik pesawat di masa pandemi cuma bikin stres doang. Bikin waswas, bikin hati nggak tenang. Nanti, in syaa Allah dua minggu lagi, saya akan update di sini. Doain semoga saya sehat terus ya. Btw, Yuswo udah swab test, hasilnya negatif, dan lusa dia siap terbang ke Brunei. Saya sih tetep tinggal di Depok, ada hal-hal yang butuh kehadiran saya di sini. Oh, hello long distance marriage!

2 thoughts on “4 Alasan Kenapa Saya Nggak Mau Berpergian Lagi Sebelum Pandemi Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s