New York New York (2)

Standard

Agenda saya di New York memang free and easy. Saya ikut aja ke mana keluarga Papa saya ajak. Setelah di hari pertama saya jalan kaki sebanyak 7 jam keliling Lower Manhattan dan beberapa area New York City lainnya, sisa 4 hari ke depan saya menghabiskan waktu dengan nonton final Piala Dunia di pesta ulang tahun sepupu saya, Joey, ngeliat New York City di malam hari, makan-makan bersama keluarga, dan lihat patung Liberty gratis dari atas kapal ferry.

Ngomongin Joey, usia kami hanya terpaut beberapa hari saja. Sama-sama lahir di bulan Juli 1985. Waktu kami berusia 1 tahun, kami pernah bertemu ketika dia sekeluarga datang ke Indonesia untuk menjenguk Kungkung kami yang sakit. Tapi ya tentu kami nggak punya kenangan akan itu, cuma tau dari foto aja. Haha. Maka, jadi momen spesial ketika saya bisa datang bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-41.

Rumah Joey terletak di Nassau, Long Island. A really nice house with a swimming pool. Kolam renangnya diisi saltwater pula, asin beneran. Wk. Di sana, ulang tahunnya nggak cuma dihadiri keluarga, tapi juga teman-temannya yang mayoritas orang Cina, Jepang, dan Korea. Joey sendiri blasteran Amerika (bapaknya) dan Cindo (ibunya, tante saya). Kalo dari cerita dia, dari kecil dia emang lebih seneng main sama anak Asia daripada anak kulit putih.

Pesta ulang tahun Joey kebetulan bertepatan dengan final Piala Dunia, yang tadinya saya rencanakan akan saya tonton dari Times Square. Sambil menyaksikan Argentina yang sama sekali nggak bisa nendang bola ke gawang Spanyol, saya ngobrol dengan teman-teman Joey sambil menikmati masakan Indonesia dan steak yang khusus Joey hidangkan di ulang tahunnya. Saya sampai malam ada di rumah dia.

Selepas beres-beres pesta, tante saya ngajak saya melihat New York di malam hari. Mulai dari Brooklyn Bridge, Manhattan Bridge, Rockefeller, sampai Times Square. Wah, New York City itu cantik banget di malam hari! Udah gitu, makin malam malah makin ramai dan meriah. Rasanya memang julukan the city that never sleeps disematkan bukan tanpa alasan.

Keesokan harinya, saya diajak makan-makan seharian: sarapan besar di Georgia Diner dan all you can eat di DJ’s International Buffet. Kreziii. All good stuff!! Saya udah nggak tau deh naik berapa kilo selama di Amrik ini. Haha.

Oiya, saya juga sempat mampir ke sekolah yang jadi tempat syuting film Spiderman!

Terakhir, saya pergi ke Staten Island dengan naik ferry gratis untuk bisa lihat patung Liberty dari kejauhan. Kalo mau lihat dari dekat, bisa ya, tapi tiketnya berbayar. Di dermaga menuju Staten Island ini saya pertama kalinya “mabuk” karena kelamaan menghirup asap ganja. Jadi, ganja itu kan memang bebas diperjualbelikan di sana. Mungkin saat itu asapnya lagi kebanyakan sehingga saya pun mual dan pusing selama kurang lebih 15 menit. Sungguh pengalaman tak terlupakan!

Leave a comment