Meski sudah selesai di New York City, saya masih tetap berada di New York dan melanjutkan perjalanan ke kota lain. Kebetulan, kakak Papa tinggal di Niagara Falls. Beliau memegang dua kewarganegaraan, Amerika dan Kanada. Saya memanggilnya Tante Imey. Tante Imey tinggal bersama Om Kim An, dan anak mereka yang pertama, Cici Linlin, tinggal di New Jersey dan kebetulan memang akan menemui orangtuanya. Jadilah saya nebeng dia, road trip dari New Jersey ke Niagara Falls.
Saya dijemput Cici Linlin di New York City pada malam hari. Itu menjadi pertemuan yang cukup sentimental karena terakhir saya bertemu Cici Linlin rasanya sudah lama sekali, 24 tahun lalu!! Dia sangat senang bertemu saya, begitupun saya, dan sepanjang perjalanan kami nggak henti-hentinya ngobrol layaknya teman lama. Padahal, selama 24 tahun nggak bertemu, kami tidak ada komunikasi sama sekali. Tapi, chemistry itu emang nggak bohong ya. Cici Linlin dan saya memang rasanya klop banget, bahkan dari percakapan kami, kami menemukan banyak hal yang jadi kesamaan: seperti sama-sama suka Snoopy, suka makanan berbumbu kacang, suka mengirim kartupos untuk diri sendiri saat liburan di luar negeri, sampai hal-hal pribadi dalam hidup ternyata kami berbagi cerita yang sama! Oiya, sedikit latar cerita, dulu waktu Cici Linlin sekeluarga pindah ke Amerika, semua buku dan majalah koleksinya diberikan ke saya. Saya masih kecil. Mungkin itu juga yang menjadikan saya jadi hobi baca.
Sesampainya di New Jersey, kami sejenak mampir untuk melihat New York dari kejauhan. Baru deh setelahnya, saya diajak ke rumah Cici Linlin untuk bermalam.
Keesokan harinya, karena Cici Linlin ada online training yang harus dihadiri (dia guru piano di sekolahan), saya diajak sarapan oleh Tom, suami Cici Linlin, dan TJ, anak Cici Linlin satu-satunya. Bertemu TJ juga jadi satu hal yang menyenangkan karena saya baru kali ini bertemu dia sejak dia lahir. Saya diajak ke Manhattan Bagel. Akhirnya, saya makan bagel juga di New York! Kalo di bayangan saya sih, pengennya makan bagel sambil megang segelas kopi trus terburu-buru ngejar subway kayak wanita-wanita sibuk di New York City. Haha.
Baru deh sorenya, kami bertolak ke Niagara Falls. Sayang, TJ tidak ikut karena dia ada summer job di gym anak-anak. Perjalanan kami cukup panjang, kurang lebih 6 jam, tapi sama sekali tidak terasa membosankan karena pemandangannya indah banget! Saya bahkan sempat melihat pergantian dari siang menuju golden hour sampai matahari terbenam. Cantik.
Bertemu kembali dengan Tante Imey dan Om Kim An menjadi pertemuan yang juga sentimental. Saya terakhir bertemu Tante Imey waktu Mama meninggal di 2017, dan dengan Om Kim An, ya waktu beliau sekeluarga ke Amerika. Reuni keluarga yang menghangatkan hati.
Berhubung saya tiba di Niagara Falls sehari sebelum saya ulang tahun, mereka menyiapkan sesuatu yang spesial. Selain angpao berisi uang $100, saya juga diajak melihat air terjun Niagara! Jujuuur… Saya nggak punya kata-kata yang tepat untuk menjelaskan bagaimana takjubnya saya saat berada di sana. Selama ini cuma tau dari buku atau film, dan di hari ulang tahun saya, saya bisa melihat langsung dan nggak cuma dari kejauhan, tapi bener-bener saya bisa menyentuh dan merasakan airnya!
Yang pertama, saya melihat air terjun Niagara dari atas perahu. Nama atraksinya Maid of the Mist. Mulai dari sisi air terjun di Amerika, sampai sisi air terjun di Kanada. Melihat curahan air sebanyak itu, 60,000 galon per detik, cipratan airnya laksana hujan! Bahkan saking kencangnya, air yang terciprat itu naik lagi ke udara dan membentuk seperti awan. Bener-bener ciptaan Tuhan luar biasa banget.
Berhubung baju saya lumayan demek, setelah selesai di Maid of the Mist, Tante Imey ngajak saya naik balon udara biar kena angin-angin. Wow! Saya bisa melihat Niagara Falls, Buffalo, dan garis langit Toronto dari ketinggian! Dan bener aja, kelar dari sana, baju saya kering.
Saya pikir, kami akan pulang karena hari juga mulai sore. Tapi ternyata, masih ada satu hal lagi yang Tante Imey ingin saya coba. Masih dari air terjun Niagara Falls, kali ini namanya Cave of the Winds… GILAAA. Di sini saya up close and personal sama air terjun Niagara. Bener-bener di depan mata persis dan saya bahkan bisa pegang air terjunnya langsung dan mandi di bawahnya!!! Gokil, gokil, gokil. Udah pake jas hujan pun saya tetap basah kuyup! Ini seru banget sih!! Dan karena basah kuyup, maka mau nggak mau saya dan Tante Imey pun pulang. Haha. Oh iya, rumah Tante Imey hanya sekitar 10 menit saja dari air terjun Niagara.
Sampai rumah, setelah saya mandi dan ganti baju, giliran Cici Linlin yang mentraktir saya. Saya diajak ke Tim Hortons! HWEEYYY. Ini tuh toko kopi favoritnya Justin Bieber!! Gimana saya nggak makin bahagia!
Besoknya, perayaan ulang tahun saya belum berakhir. Cici Linlin mengajak saya ke Buffalo untuk menikmati chicken wings. Kalo kalian pernah makan chicken wings, atau suka chicken wings, mungkin pernah dengar yang namanya Buffalo Chicken Wings. Nah, saya diajak ke resto yang menjadi awal mula adanya Buffalo Chicken Wings itu.
Setelah kenyang, dan setiba di Niagara Falls hari sudah malam, kami pun pergi lagi ke air terjun Niagara untuk melihat pertunjukan kembang api. Jadi, selama musim panas, tiap malam selama 5 menit, ada kembang api dinyalakan di atas air terjun Niagara. Bagus sekali! Sayang saya cuma ada videonya aja. Tapi, saya ada foto air terjun Niagara di malam hari.
Nggak selesai-selesai kejutannya, ternyata keluarga Papa yang tinggal di Kanada menyebrang border untuk bertemu dengan saya. Kebetulan memang salah satu border untuk menuju Amerika dari Kanada ada di Niagara Falls. Ya ampun!! Saudara-saudara yang waktu kecil sering main ke rumah, yang belasan bahkan puluhan tahun nggak ketemu, akhirnya bersua kembali!! TERHARU!
Saya liburan di Niagara Falls selama 6 hari. Di hari terakhir, saya melakukan kunjungan kembali ke air terjun Niagara, namun dari sisi sungainya, untuk mengucapkan selamat tinggal.
Jika saya mengira petualangan saya usai, saya salah. Cici Linlin punya satu kejutan lagi. Dalam perjalanan kembali ke New York City (saya masih sehari nginep di sana sebelum pulang ke Indonesia), dia membawa saya ke Edge NYC di mana saya bisa melihat New York City dan New Jersey dari ruangan terbuka di lantai 100!! Meski hari itu agak suram karena cuaca yang nampaknya akan turun hujan, semua yang saya lihat dari tiap sudut sangat luar biasa.
And those are the highlights of my New York trip… Masih suka nggak nyangka. Datang ke Amerika buat jadi relawan FIFA, bermodalkan hanya tiket pesawat dan Airbnb, tau-tau saya bisa menjelajahi negara ini lewat kebaikan orang-orang… Bisa menikmati makanan-makanan yang enak dari traktiran orang-orang… Texas, Oklahoma, Washington, New York, New Jersey… dan terakhir Connecticut. Connecticut, ada di tulisan selanjutnya ya.






























