Akhir pekan lalu saat saya dan suami sedang ngopi di tempat favorit kami, saya nyeletuk kalo saya mau ada di kursi DPR. Itu tentu memang hanya celetukan semata, karena masih hawa-hawa PEMILU, jadi obrolan kami ya nggak jauh-jauh dari situ. Tak disangka, suami saya malah menimpali. Katanya saya bisa mulai dengan menekuni suatu hal, yang nantinya bisa saya jadikan program ketika maju jadi calon legislatif. Balik lagi ya, ini semua hanya obrolan ngalor ngidul semata. Haha.
Continue readingYou’re Evil
StandardYou know how it felt, don’t you? It was your past.
But why are you now doing it to someone else? Why are you ruining someone else’s future when you know precisely your past was ruined by the exact same thing?
How can you be so selfish…
…and so evil?
Passport Planet PERSIB: Akses Istimewa Bobotoh Sejati
StandardKalian suka heran nggak sih sama penggemar K-Pop yang bisa segila itu memuja para idolanya, sampe beli merchandise yang harganya tentu nggak murah? Saya nggak heran lho! Ahaha. Sebagai Belieber, alias fans garis keras Justin Bieber, saya paham banget yang mereka rasain. Memang sih, sekarang saya nggak sefanatik dulu, tapi saya masih inget rasanya gimana harus punya semua yang berbau Justin Bieber. Albumnya, posternya, buku dan majalah yang ada dia, sampe apa yang Justin pake saya harus pake juga. Kolor Calvin Klein pun saya beli waktu dia iklanin itu. Tentu nggak saya pake, tapi saya kan nge-fans berat jadi wajib punya dong!
Continue readingThey Don’t Know
StandardThe people who hurt you don’t know the damage they’ve created. To them, you look fine, you seem strong… They don’t know.
They don’t know the chest pain you feel. The throbbing headache. The noise in your ears. The constant nightmares. The cramps in your stomach. The voice that keeps saying, “You’re unworthy.” How hard it is to push through a day. The deep sadness that threatens to take your life.
They fucking don’t care.
They’re not even sorry.
Menghidupkan yang Terlupakan
StandardKemarin, saya bermotor dengan Papa. Di perjalanan, beliau tiba-tiba nyeletuk. “Tahun depan Papa 70 tahun, rasanya udah tua banget. Padahal cuma beda setahun dari umur sekarang, tapi karena masih ada angka 6-nya, jadi nggak terlalu kepikiran. Giliran udah 70, langsung merasa tua.”
Saya tertawa kecil. Saya paham betul apa yang Papa saya maksud. Ketika usia kita sudah ditambah satu dekade, memang mendadak jadi seperti uzur sekali. Waktu memang berjalan begitu cepat ya. Rasanya baru kemarin saya menjadi seorang anak kecil, remaja, dewasa… tau-tau sudah masuk usia yang bikin saya nggak berani lupa perawatan wajah supaya tetap terlihat 10 tahun lebih muda. Sama halnya dengan pergantian tahun. Tau-tau kurang dari 2 hari, kita akan memasuki 2024. Tahun 2023 hilang begitu saja dalam sekejap mata…
Continue readingMenjadi Bagian FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023
StandardDi penghujung Maret 2023, saya menulis di blog dengan judul Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah FIFA U-20 World Cup 2023. Dan seperti yang kalian tau, tiga bulan setelahnya, media memberitakan kalau negara kita kembali ditunjuk untuk menjadi tuan rumah, namun untuk turnamen sepakbola Piala Dunia U-17, karena Peru mengundurkan diri. Di saat bersamaan, saya yang sempat jadi bagian Local Organizing Committee (LOC) untuk U-20, diajak bergabung lagi. Jujur, sempet mikir ketika membuat keputusan terlibat; pada saat itu saya sedang membangun kelas Bahasa Inggris untuk perusahaan karena demi U-20 saya sampe keluar dari tempat kerja. Tapi, karena ini adalah tentang FIFA Volunteer Program, hal yang saya punya minat besar terhadapnya, maka saya pun mengiyakan. Saya yakin saya bisa belajar banyak, dan ditambah lagi, rekan kerja saya dari pihak FIFA adalah Amra Kubat, gadis kelahiran Bosnia yang menjadi teman saya ketika kami sama-sama jadi FIFA volunteers di Piala Konfederasi Rusia 2017 dan Piala Dunia Rusia 2018. It must be fun!
Continue readingMy October in a Nutshell…
StandardBurned out.
I Love It
StandardI love it when he makes me playlists. He picks the songs carefully. Songs that relate to us. Songs that tell how he feels about me. Songs for the mood I need.
I love his smile and laugh. His smile is sweet and his laugh is loud.
I love it when his face is so close to mine, it feels like I’m the only one that matters for him.
I love that we don’t hide who we really are. We know each other’s worst and best.
I enjoy our nights. We would talk for hours until we both feel sleepy, catching up, asking deep questions to each other, resolve things that we bottle up.
I enjoy snuggling and cuddling with him. It feels like home.
I enjoy kissing the top of his head and smell it.
I enjoy it when we hug, kiss, hold hands, and even sleep with our backs touching each other’s. Every nook and cranny of our bodies just fit.
Nasi Uduk Nenek UY
StandardKemarin pagi pengen sarapan nasi uduk. Udah sempet cek GoFood tapi trus ilang mood. Terpikir mau minta beliin bokap di deket rumah, trus ilang mood lagi.
Tiba-tiba, ada orang teriak dari luar.
“Mbak Lian sarapan!”
Suara yang familiar tapi udah lama nggak saya dengar. Masa iya itu suara…?
Continue readingGratitude
StandardMaunya sih, semakin saya bertambah usia, semakin nggak ada permasalahan hidup. Pengennya sih, semua udah serba cukup. Harapannya sih, hidup berjalan adem ayem tanpa waduh atau wadaw. Tapi, apa yang salah satu teman karib saya bilang, nampaknya benar. Hari di mana kita berhenti berjuang dalam hidup, adalah hari di mana kita mati.
Jadi saya rasa, segala kesulitan hidup, segala kekalutan yang dirasa, segala hal yang belum terpecahkan, segala perjuangan mengejar mimpi, tetap harus disyukuri. Artinya, kita masih hidup. Sang Pencipta masih memberi kita waktu untuk menikmati dunia. Menjadi manusia yang lebih baik…