Tentang Bis Depok-Grogol P54

Standard

Update! Saat ini satu-satunya angkutan dari Terminal Depok menuju Grogol adalah bis Tranjabodetabek warna biru, tarif Rp. 9,000 dengan jalur melewati Tol Cijago, PGC dan Cawang. (Desember 2015)

===

Saya ingin  sedikit bercerita tentang hal yang lumayan lucu. Ini terjadi kemarin pagi. Sejak Subuh Depok diguyur hujan. Dan menurut beberapa info di Twitter, daerah tempat saya bekerja, Grogol, juga hujan. Feeling saya langsung nggak enak. Kalo kondisi matahari bersinar aja perjalanan harus ditempuh selama hampir 2 jam, gimana kalo dari Depok sampe Grogol hujan? Alhasil saya pun sedikit bergegas untuk menghindari keterlambatan.

Tapi rupanya, begitu jam 9 lewat dikit tiba di terminal Depok, 4 nomer bis tujuan Grogol sama sekali nggak ada. Mulai dari AC 48 yang lewat Mampang, AC 143 yang lewat Ratu Plaza, AC 81 jurusan Kali Deres (tapi lewatin tempat saya kerja) dan P54, si bis non-AC yang tiap hari saya naikin dengan merogoh kocek Rp. 2,500.

Ditunggu dan ditunggu, sampai jarum jam hampir menuju angka 10, satu persatu bis-bis tujuan Grogol yang saya tulis di atas mulai muncul, tapi P54 favorit saya tetap nggak keliatan. Bis-bis tersebut langsung penuh karena yang nunggu emang udah membludak. Saya mulai gentar, “Naik nggak ya… Naik nggak ya…” Rasanya tidak rela bayar Rp. 6,000 untuk bis AC. Sampai akhirnya, kembali kosonglah terminal karena tiga nomer bis menuju Grogol tadi sudah berangkat.

Saya dan beberapa penumpang setia P54 tetap menanti dan menanti. Di sebelah saya, bapak timer (pencatat waktu masuk dan keluar bis) sibuk dengan HP Esianya. “Udah dimana lo? Buruan cepet, penumpang banyak tadi. Keambil semua sama AC.” Sepertinya dia mengontak bis P54 yang sedang menuju ke Depok kembali. Nggak jauh dari saya mas-mas yang saya hafal mukanya sebagai kenek (penagih ongkos bis) juga sibuk menelpon, “Cepatlah kau sudah, bis AC lain sebentar lagi mau masuk. Bisa abis penumpang kita.” Dalam hati saya ikut berdoa, saya juga nggak mau telat ngantor.

Jam sepuluh lewat akhirnya bis lusuh dengan nomor P54 pun memasuki terminal Depok. Mendadak saya mendengar sorak-sorai dari arah warung makan terdekat. Tepuk tangan dan siulan bersahutan. “Ayooo…!!! Tarik lagiiii….!!!” Rupanya mereka itu adalah bapak timer, mas-mas kenek, sopir dan beberapa rekan seprofesi P54 lainnya. Bis yang baru datang itu dielu-elukan bagai pahlawan. Saya yakin penumpang juga rasanya ingin bertepuk tangan, hanya saja kami bertepuk tangan dalam hati.

Dalam waktu singkat bis terisi dan ketika mulai keluar dari terminal Depok, tepuk tangan dan siulan kembali bersahutan dari orang-orang P54 itu. Kali ini disertai kalimat penyemangat, seakan-akan sopir dan kenek bis adalah pahlawan yang akan masuk ke medan perang.

Di balik masker debu yang menutupi mulut dan hidung, saya tersenyum lebar merasa geli…

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Bis Depok-Grogol P54

  1. Yandi cool

    emang hari itu lu bawa ongkos pas2an?
    daripada telat kan mendingan keluarin ongkos lebih…
    jajan mulu sih lu bu…
    gmana kabarnya diet kita nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s