Ice Skating Day

Standard

Hampir tengah malam, besok saya kerja shift paling pagi. Tapi saya harus menyelesaikan tulisan ini. Mumpung perasaan senangnya (plus capek) masih terasa.

Saya suka tanggal merah. Itu adalah hari dimana saya bisa benar-benar chillax alias chilling and relaxing alias santai-santai secara penuh, karena biasanya di hari libur kantor yang seminggu dua kali itu, saya masih ada kelas privat yang memakan waktu setidaknya hampir seharian.

Malam sebelumnya saya ke Rolling Stone Cafe, Kemang untuk pesta perpisahan Boss Yusuf yang akan pindah ke center lain, Ratu Plaza. Sampai rumah sudah jam 2.30 pagi jadi saya pun bangkong tidur dan baru bangun jam 10 pagi keesokan harinya. Untunglah hari ini libur nasional, saya bisa puas tidur. Menjelang tengah hari, adik saya Budhy dan sepupu-sepupu saya, Pupu dan Fira, datang. Sudah lama saya nggak jalan bareng mereka, jadi saya putuskan kami akan pergi bersenang-senang. Cuaca di luar panas. Sambil menunggu adem, kami nonton DVD Never Say Never, film tentang perjalanan karir Justin Bieber. AHHHH!!! #histeris

Jam 3 sore kami berangkat. Sesampainya di depan Margo, ada keramaian yang tidak lazim. Saya kira lagi ada syuting film atau jumpa artis, eh taunya itu antrian yang mau beli tiket Java Rocking Land. Saya pun cuek dan melenggang masuk lobby bersama saudara-saudara yang lain untuk langsung menuju arena ice skating. Ya! Selama liburan lobby Margo diubah jadi arena berlapis es. Harga tiketnya Rp. 60,000 untuk bermain selama sejam. Karena ramai, kami mendapat sesi main jam 6.45 malam. Tidak apa, kami jadi punya banyak waktu untuk melakukan hal lain.

Timezone adalah pilihan kami untuk mengisi waktu. Dan tampaknya bukan kami saja yang berpikir begitu. Ramai sekali keadaan Timezone sore tadi. Beberapa kali saya harus kehilangan saudara-saudara saya karena masing-masing punya minat permainan yang berbeda.

Setelah lelah bermain di Timezone, kami mampir ke toko mainan dan asik melihat-lihat beragam mainan yang dijual. Lalu kami menikmati TV yang cara menontonnya harus menggunakan kacamata khusus, sehingga penonton bisa menyaksikan tampilan gambar 3 dimensi.

Menjelang Magrib kami menyadari kalo perut kami sudah krucuk-krucuk minta diisi. Kami pun pergi makan crepes. Niat awalnya sih mau makan Roti Boy, tapi antriannya nggak nahan deh. Asiknya D’Crepes ada tempat duduk. Jadi kami bisa sambil sejenak beristirahat dan mengisi perut sekaligus menunggu sampai sesi ice skating kami dibuka.

Nah, saat yang ditunggu tiba! Setelah mengantri panjang, kami berhasil memakai sepatu ice skating masing-masing dan masuk arena es. Aduuuhhh… Licinnya! Saya dulu jago main rollerblade, tapi ternyata itu nggak bikin saya serta merta bisa main ice skating. Herannya, adik saya cepat betul beradaptasi. Dia langsung meluncur ke tengah arena sejak pertama kali dan membantu kedua sepupu saya untuk bermain. Saya sendiri?? Tertatih-tatih di pinggir arena dan berusaha untuk nggak jatuh. Tapi, lama-lama saya bisa juga dooong… Cuma sekali aja jatuhnya. Hahaha…

Saya suka hari ini. Menghabiskan waktu dengan keluarga memang hal yang sangat menyenangkan!

Advertisements

2 thoughts on “Ice Skating Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s