DISCO TIME! HAPPY BIRTHDAY, THEA!!

Standard

Sejak kecil saya sudah familiar dengan yang namanya Disko. Om saya punya peralatan Disko lengkap mulai dari sound system sampai dengan lampu-lampunya. Umur 5 tahun, saya terbiasa menikmati hentakan lagu-lagu Disko yang diputar. Biasanya saya didudukkan di atas speaker box hitam besar. Bersantai manis dan nggak rewel, begitu kata om saya. Padahal di sekitar saya adalah orang-orang dewasa yang sedang asik berdansa diiringi musik yang volume-nya memekakkan telinga.

Ya, saya ingat, om saya seringkali bikin acara kumpul-kumpul dimana dia dan teman-temannya akan berjoget sampai pagi. Minumannya saat itu Anker Bir Bintang atau Green Sands, yang jadi pilihan karena botolnya dibuat oleh perusahaan tempat om saya bekerja: PT. Ancol Terang, dan tidak lupa kepiting rebus sebagai menu makan besarnya.

Malam Natal kemarin, sejarah terulang. Sepupu saya Thea, yang berulang tahun ke-17 mengadakan pesta dengan tema Disco Time. Sound system dan lampu-lampu Disko milik om saya dikeluarkan, dipasang, dan dimainkan. Suasana saat itu membawa saya ke masa-masa tahun 90-an ketika saya masih anak SD. Mungkin untuk om-om dan tante-tante saya, mereka seakan diajak ke tahun ’70 dan ’80-an ya. πŸ˜€

Om saya dengan lantang bilang, “Jagonya Disko di masa saya dulu adalah anak-anak Mardi Yuana Depok. Nggak ada yang bisa ngalahin.” Beeehhh… “Malam ini kita akan berdisko lagi. Anak Sejahtera I juga harus menunjukkan kalau kalian hebat berdisko.”

Wow!! Suatu pidato yang luar biasa bukan? Bahwa jago Disko pun dianggap sebagai suatu prestasi dan kebanggaan. Saya waktu umur 17 tahun, bukannya nggak mau merayakan ulang tahun dengan berdisko. Apa daya di masa saya dulu yang sedang tenar-tenarnya adalah Westlife, Sheila On 7, Padi, bukannya LMFAO atau Craig David.

Anyway, saya sangat menikmati malam tersebut. Teman-teman Thea dan para saudara turun ke lantai dansa, lagu-lagu masa kini yang asik dimainkan, semua menghentak, ada yang ber-shuffling pula. Berkeringat, bersenang-senang, bebas, lepas… Om dan tante tidak melupakan masa jaya mereka dulu. Mereka ikut bergoyang, berbaur dengan muda-mudi. Semua bersenang-senang, semua bersuka ria…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s