Adu Paprak Antar Pelajar

Standard

Agak basi ngomongin ginian, karena beritanya bukan berita baru. Tapi saya baru sempat hari ini mengobservasi kasus 2 tawuran yang menewaskan 2 murid sekolah menengah atas karena luka tusuk dan luka bacok. Serem ya?? Bukan main! Saya liat fotonya aja sampe merinding. Darah segitu banyak keluar dari badan siswa-siswa yang mati.

Hmmm… Sebenarnya sih tawuran udah ada dari jaman dulu, jaman saya SD juga ada berantem antar sekolah, terutama tiap selesai ujian umum. Tapi mungkin dulu belum ada yang namanya social media, jadi gaungnya nggak sampe nasional. Beda dengan sekarang, diomongin dimana-dimana, dan jadi berita panas. Tapi kalo ada yang ngomong, “Anak jaman sekarang serem, nggak kayak jaman dulu.” saya kurang setuju. Karena dulu pun tawurannya udah serem; pake batu, gesper kepala besi dan penggaris besi yang tajam karena diasah.

Saya suka bertanya-tanya juga sih. Kenapa sampe tawuran? Hanya karena ada satu temannya diganggu anak dari sekolah lain, masa sampe harus diselesaikan dengan adu paprak antar gerombolan? Ini kan bukan pertarungan antar bangsa Indonesia dan kompeni, yang tujuannya emang jelas untuk mempertahankan tanah air, supaya nggak ditindas dan dijajah. Ini juga bukan baku hantam antar polisi dan demonstran yang ingin mengungkap korupsi. Apa sekolah kalian ditindas sama sekolah sebelah? Dijajah dan mau direbut? Apa sekolah kalian dikorupsi sama sekolah lain?

Suami saya dulu pernah terlibat tawuran level kelompok kampung, masa-masa usia belasan tahun lah. Korbannya masuk rumah sakit. Eh tapi bukan karena suami saya lho. Hahaha… Begitu saya tanya alasan kenapa sampe tawuran, jawabannya “Apa ya? Nggak inget.” Nah lho!!

Bener juga kata Rhoma Irama, kalo darah muda itu darahnya anaknya remaja yang selalu merasa gagah tak pernah mau mengalah. Saking cintanya sama sekolah, nama sekolah diusik sedikit nggak terima. Bisa menang berantem, berasa kayak jagoan. Hehehe…

Trus, maksud post kali ini apa??? Foto korban tawurannya mana? Penyebab terjadinya tawuran apa? Jalan keluarnya gimana?

Yah… Saya nggak berani pasang karena fotonya mengandung kekerasan. Kalo mengenai penyebab dan jalan keluar, saya juga bukan ahlinya. Cuma pengen ngoceh aja gitu lho, maklum September udah mau berakhir tapi belum ada coret-coret. 😀

Yang saya yakin, di tiap sekolah pasti ada aja anak-anak yang emang “liar”, yang demen ribut-ribut, dan ada aja anak-anak yang masih labil dan belum bisa bedain mana yang manfaat dan mana yang bawa rugi. Walhasil ada aja generasi yang kerjaannya cuma rusuh. Mari kita berusaha dan berdoa, semoga saya, kamu, adik, kakak, atau saudara kita bisa jadi sosok yang adem ayem tenang tentram…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s