Surat Dari Kungkung

Standard

Saya memanggil bapaknya Papa saya dengan sebutan Kungkung. Dulu beliau tinggal di Medan. Kala berkunjung ke Depok, saya dan adik saya selalu dibuatnya senang karena Kungkung pandai membuat permainan dan senang mentraktir kami jajan.

Lalu, Kungkung pindah, tinggal di Amerika bersama tante dan om saya yang memang menetap dan bekerja di sana. Beliau mengirimi saya surat ketika saya duduk di Sekolah Dasar. Tertulis: Untuk cucuku tersayang Mita Julian Sasmita. Harusnya “Yulian”, tapi Kungkung menggunakan ejaan lama.

Surat Kungkung panjang, penuh satu halaman. Saya sudah tidak ingat isinya. Suratnya pun sudah tidak ada. Tapi di akhir surat beliau mengingatkan saya untuk rajin belajar.

Perasaan senang menghinggapi ketika menerima surat dari Kungkung. Yang khas, tulisan Kungkung per barisnya rata sekali, saya duga beliau menulis dengan bantuan penggaris.

Kungkung meninggal sekitar tahun 2000an. Saya baru pulang sekolah, dan Mama sedang dikabari lewat telpon. Matanya berkaca-kaca. Saya menangis kencang di balik bantal. Itu pertama kali saya kehilangan anggota keluarga dekat…

Sampai sekarang, saya masih suka merindukan Kungkung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s