Sampai Jumpa Lagi, Dean!

Standard

Di tempat kursus Bahasa Inggris tempat saya bekerja dulu, saya lumayan dekat dengan beberapa pengajar bule yang ada. Salah satunya bernama Dean Rogers. Beberapa dari staff dan murid mengatakan mereka kurang nyaman dengan suaranya yang keras, bawelnya, candaannya yang menyindir dan ketegasannya dalam mengajar. Sungguh aneh! Karena buat saya dia sangat menyenangkan. Saya sangat menyukai berteman dengan dia. Setipe dengan saya, Dean bukan orang yang mudah sakit hati. Kami bisa saling melempar sindiran dan makian tapi entah kenapa kami tahu itu hanyalah guyon belaka. Saya dan dia hobi ngobrol, dan saya rasa kami berdua cerewet tapi juga merupakan pendengar yang baik untuk masing-masing. Dean juga memiliki banyak sekali kosakata dan pengetahuan Bahasa Inggris sehingga dia menjadi orang yang saya andalkan ketika saya kesulitan membuat suatu padanan kalimat yang baik. Kepribadiannya ramah dan sangat hangat.

Kami tidak banyak menghabiskan waktu bersama selain di kantor. Hanya sekali pergi wisata ke Kota Tua, makan steak di Holy Cow Radio Dalam dan menonton bola di Stadion Gelora Bung Karno. Kami sering ngobrol di Facebook tengah malam ketika saya terbangun karena ingin buang air kecil dan nggak bisa tidur kembali. Namun yang paling bikin gondok adalah… Dean sering jalan-jalan sendirian, modal nekat, kalau udah mulai bingung dan perlu bantuan untuk bicara dengan warga setempat, maka dia akan langsung menelpon saya untuk bicara langsung dengan yang bersangkutan. Yang jadi masalah ada waktunya selalu nggak tepat, selalu pas saya di muka umum. Entah saya di dalam kereta, di mobil bersama keluarga atau malahan di dalam angkot berisi sepuluh orang Sunda yang tadinya asik mengoceh dalam Bahasa Sunda, dan seketika terdiam ketika saya harus meladeni Dean ngomong Bahasa Inggris… Sungguh canggung saya dibuatnya!

Sobat saya ini sayangnya udah nggak di Indonesia lagi. Dia terbang ke New Jersey hari Minggu lalu jam 2 pagi. Saya akan sangat merindukan dia… Pertemanan kami walaupun hanya setahun, tapi berkesan. Saya yakin saya akan kembali bertemu dengannya, maka ketika kami berpisah saya tidak mengucap “selamat tinggal” melainkan “sampai jumpa lagi”…

Image

Image

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s