[Reply 1988] My First Korean Drama

Standard

Kalau nyokap malas masak karena sesorean nonton serial India Uttaran, maka  drama Korea patut disalahkan karena memalaskan jiwa menulis saya selama dua minggu. Reply 1988 sukses membuat saya terpaku depan layar, membiarkan emosi diobrak-abrik lewat jalan ceritanya.

Saya nggak inget kapan demam Korea mulai masuk Nusantara. Yang jelas, muka-muka bule yang biasa jadi idola, mulai tersisih oleh wajah oriental bermata sipit. Negeri Gingseng jadi omongan; lagu-lagunya terdengar di segala penjuru, DVD film dan serial TV bajakannya laku keras, resep Kimchi-Kimbab-Ramyeon bertebaran, kosmetiknya jadi incaran, les Bahasa Korea dibanjiri pendaftar dan Korea Selatan sendiri pun jadi tujuan wisata hits. Semua mendadak Korea.

Termasuk saya!

Tapi, saya baru mulai, masih Level 1. Berawal dari iseng buka website produk kecantikan asal Korea, yang ternyata racun banget diskonnya, berujung pada ngabisin duit untuk beli pembersih muka, pelembab, toner, body lotion ina inu; lalu takdir mempertemukan saya dengan satu judul film yang menarik minat. Reply 1988. Saya kan agak-agak susah move on ya dari masa lalu, maka apapun yang berbau 80an dan 90an pasti bikin saya tertarik. #asek

reply-1988-03

Kebetulan saya punya sepupu yang emang udah gila Korea duluan dan dia juga punya donlotan lengkap Reply 1988 ini. Cusss saya minta kopiannya. Dan nggak pake lama langsung saya lahap tonton! Gila gila gila! Dalam 2 minggu akhirnya kelar juga mantengin 20 episode dengan total durasi di atas 30 jam. Bangun tidur, nyalain laptop; sampe rumah, mandi, nyalain laptop. Suami saya pun berkomentar, “Aestegeee… Korea lagi, Korea lagi.” Nge-blog cuma jadi draft, niat baca novel selalu termentahkan… Magnet Reply 1988 begitu kuat. Saya gelisah nggak sabar menantikan tiap episode. Padahal efeknya nggak enak! Pasti bikin air mata merebak, bikin saya tersedu-sedu dan tergugu. *tergugu itu apah?* Kalo nontonnya pas libur, saya berdoa dalam hati biar jangan ada yang dateng ke rumah saat saya asik nonton, takut dikira lagi berantem sama suami karena muka basah dan mata sembab. 

maxresdefault (1)

reply-1988-continues-to-be-plagued-by-spoiler-leaks

Kalo nguras emosi bisa nguras lemak, badan saya singset nonton serial ini.

Anyway, Reply 1988 mengena banget di hati karena temanya yang seputar keluarga, persahabatan, dan sedikit bumbu cinta. Tentang 5 anak yang rumahnya tetanggaan sejak kecil: Duk Seon yang periang, Jung Hwan si pendiam, Sun Woo yang cerdas, Dong Ryong si badut dan Taek yang lugu. Bisa dibilang mereka mewakili karakter remaja pada umumnya. Serial ini mengangkat kisah saat mereka mungil sampai akhirnya beranjak dewasa dan satu per satu meninggalkan komplek rumah tersebut. Nggak hanya tema persahabatan, sisi keluarga pun disorot kental. Tokoh pendukung lain yaitu orangtua dan kakak adik dari kelimanya dengan sangat cerdas dikenalkan secara detail. Ibu bapak yang penuh kekhawatiran akan masa depan anak, kakak yang galak, adik yang penurut, suami istri yang terkadang tidak akur; setiap tokoh punya cerita dan konflik tersendiri namun saling berhubungan. Dan apa yang dikisahkan adalah hal yang amat mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Salut juga dengan bagaimana adat dan budaya Korea Selatan begitu tercermin, dipaparkan alami sebagai bagian dari adegan-adegan yang ada.

maxresdefault

Asliiikkk…! Reply 1988 bikin saya #MendadakKorea. Jadi hobi beli Ramyeon instan trus makan dengan sumpit besi, bela-belain pesan CD original soundtrack dari Korea langsung dan… berharap Korea Selatan jadi tujuan pelesir mendatang; mampir ke kota Uijeongbu tempat serial ini dibuat walaupun kompleks syuting perumahannya udah dihancurin. Nggak boleh ketinggalan, kudu ketemu Park Bo Gum juga yang berperan sebagai Choi Taek! Doi sukses bikin saya sedikit berpaling dari Justin Bieber!

9a2c833da6375502589f3ed43c86e207

Lucu kan? Lucu kaan??

Advertisements

16 thoughts on “[Reply 1988] My First Korean Drama

  1. Seri Reply ini memang unik banget sih, karena berbeda dengan Kdrama lain yang sangat menekankan pada kisah cinta, drama ini mah aroma keluarganya kental banget!

    Selain reply 1988, sebelumnya ada Reply 1994 dan Reply 1997 yang konsepnya kurang lebih sama sih, tapi yang 1988 ini favorit-ku banget :))

    Dan Park Bo Gum ini kelakuannya emang mirip sama Choi Taek lho, aku nonton reality show nya dia di Afrika, baru pegang setir mobil beberapa menit udah nabrak tembok, bhahahaha…
    Terus gak lama diberhentiin polisi Afrika gara2 melanggar rambu ckckck…

    Pantesan natural banget waktu jadi Taek yah :))

    • Aaaakkk nyebut nama Park Bo Gum berdebar jantungku, Bibi. Aku juga lagi donlot seri Reply lain. Sempet coba nonton Descendants of the Sun tapi bukan seleraku karena too much romance. Hihi… Semoga ya ada drama Korea lain yang mencuri hatiku. Biar gak bernasib seperti film India. Pertama kali nonton di DVD itu Kuch Kuch Hota Hai, suka banget, tapi setelahnya gak ada lagi film India yang menurutku sebagus itu.

  2. Whahaha.. ini salah satu drama favorit juga mbak. Dan drama ini jga sempat menggegerkan dunia perdramaan indonesia karna disinyalir memecah belah para penggemar drama menjadi #teamTaek dan #TeamJungpal.. wahhaah.. tapi tetep lucu siih kelakuan mereka.

    Kalo aku siih hidup taek :))

  3. putri

    Aku belum nonton yg ini Mbaa. Tp aku termasuk suka Drakor wabil khusus yg ttg manajemen restoran, makanan dan sejenisnya 😂😂😂

    Dorama Jepang jugaa. Mungkin Mba Mita kudu coba nonton late night dinner.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s