Supaya Anak Senang Membaca

Standard

Kayaknya udah tiga tulisan terakhir isinya ala ala tips gitu! Mulai dari tips hemat, tips pesan hotel di Bali sampe tips pasca operasi amandel. Dan sekarang saya balik lagi dengan tips supaya anak senang membaca. Perlu diketahui, kalo ini bukan ditulis oleh orang yang ahli di bidang anak atau pendidikan. Saya cuma sekedar penyuka baca yang berhasil bikin sepupu dan keponakannya ketularan hobi baca. *kibas rambut*

Oke, nggak pake lama, nggak pake basa-basi. Berikut beberapa hal yang saya yakini ikut andil dalam menyebarkan virus suka membaca:

1. Biasakan anak untuk melihat buku

Saya nggak serta merta suka buku. Ada pemicunya. Waktu saya TK, Mama saya langganan majalah Bobo untuk saya. Padahal, saya belum bisa baca dan majalah Bobo itu cuma dibuka-buka aja. Malahan yang saya nantikan hanya bonusnya semata. Tapi Mama saya cuek dan tetap berlangganan. Lama-lama, Bobo bertumpuk di rumah, tepatnya di ruangan saya biasa bermain. Selain itu, tante saya juga hobi beli majalah Kartini atau Femina. Sepupu yang rumahnya suka saya inapi juga punya koleksi buku di kamarnya. Karena terbiasa melihat buku, akhirnya tangan mungil saya pun mulai meraih buku; dari yang awalnya cuma buka-buka karena belum bisa baca, sampe akhirnya saya mulai membaca sedikit demi sedikit. Ini juga yang terjadi ke dua sepupu saya, Thea dan Pupu. Waktu kecil mereka sering main ke rumah saya, melihat lemari buku besar berisi buku-buku, dan walhasil mereka jadi buka-buka lemari dan mulai meminjam isinya.

2. Biasakan anak untuk melihat kita membaca buku

Ada yang bilang, kebiasaan kita itu karena hasil didikan orangtua dan lingkungan. Sama juga dengan hobi membaca. Saya dulu selalu melihat Mami, sebutan saya untuk Nenek, membaca novel. Nggak, beliau nggak menyuruh saya untuk “Ayo baca buku!” tapi karena saya selalu melihatnya bersantai sore dengan buku di tangan, saya pun jadi meniru kebiasaan beliau. Thea dan Pupu sama. Di masa lampau kala saya lagi jaga mereka main, saya asyik membaca dan bikin mereka ikut-ikutan baca.

3. Bacakan buku ke anak

Membacakan buku jadi andalan saya kalo Omar si keponakan lagi asik dengan video-video di YouTube. Memancing dengan kalimat, “Main baca-bacaan ah!” trus bergaya membaca cerita di buku keras-keras, cukup sukses bikin Omar teralihkan dan akhirnya mau ikut-ikutan baca. Belakangan, buku-buku anak di rumah mendadak hilang dan ternyata si Omar bawa pulang. Dia bilang, “Itu buku Omar, mau Omar baca sama temen Omar.” Yeeeyyy… Seneng! Dan kata Mami Papinya sih memang bener, Omar kalo siang suka kumpul sama anak tetangga, main dan membaca. Nggak apa lah meski ada tambahan dicorat-coret. Haha…

4. Hadiahkan buku ke anak (dan sumbangkan)

Entah ya, saya kurang suka kasih hadiah mainan untuk anak yang usianya sudah di atas 2 tahun. Karena hobi saya membaca, saya jadi lebih suka menghadiahkan buku. Meski anak itu nggak suka baca? Iya. Ini berkaitan dengan nomer 1 di atas. Mungkin si anak nggak suka baca, tapi kalo ada buku di sekelilingnya, satu saat siapa tau dia akan mulai membaca buku yang ada. Nenek saya nggak pernah kasih uang kalo puasa penuh, buku-buku cerita jadi hadiah beliau yang selalu saya nantikan di bulan Ramadhan.

Menyumbangkan buku juga jadi salah satu cara bikin anak-anak di daerah pedalaman atau perkampungan kumuh belajar menyukai baca. Beberapa tahun terakhir ini, saya selalu merelakan buku-buku lama yang masih layak ke komunitas penyalur buku untuk anak.

5. Tuliskan cerita untuk si anak

Satu saat saya iseng kirim cerita pengalaman Thea digigit monyet. Dia kelas 3 SD kayaknya. Lalu dimuatlah di majalah Bobo dan dia dikirimin paket hadiah. Rona bahagia tersirat di muka bulatnya dan dia jadi makin rajin baca, bahkan mulai menuliskan kejadian hidupnya di buku harian. Ya, hobi membaca bisa menjalar ke hobi menulis juga. Kita nggak harus menulis cerita untuk dikirim ke media. Tulis saja di selembar kertas dengan nama si anak sebagai tokoh, bikin dia penasaran untuk membacanya.

6. Belanjakan sedikit uang untuk buku berkualitas baik

Bukan hanya kualitas cerita, sesekali boleh juga beli buku dengan kualitas kertas dan warna premium. Terutama untuk mereka yang masih kecil, supaya bukunya awet nggak mudah terlipat dan warnanya yang cantik diminati. Di PopCon Asia 2016 yang lalu, ada beberapa booth buku yang cerita atau ilustrasinya dibuat oleh anak bangsa. Gils! Saya sampe terkagum-kagum karena gambarnya bagus banget! Contohnya buku How I Sent My Hug Around The World ini. Ditulis oleh warga asing, tapi ilustrasinya oleh Monez Gusmang asli Bali. Cek www.getpibo.com dan daftarin email kamu untuk dapet info buku-buku menarik lainnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Selain itu ada juga seri Bianglala Anak Nusantara dari www.litara.or.id yang ceritanya seputar budaya Indonesia. Cerita dan gambarnya oleh penulis dan ilustrator Indonesia lho. Saya membeli judul Misteri di Pasar Terapung, tentang hilangnya aneka kue dan buah dari perahu-perahu terapung di pasar dan pelakunya ternyata seekor hewan langka!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ayo, kita bikin anak-anak hobi membaca. Soalnya nih, menurut UNESCO di tahun 2012, dari 1000 anak Indonesia, hanya satu anak yang mampu menghabiskan satu buku dalam setahun. Sedih kan? Mari tingkatkan literasi demi masa depan negeri yang lebih baik.

[KUIS DITUTUP! TerongGemuk akan menghadiahkan buku berjudul Misteri di Pasar Terapung. Caranya gampang, cukup komen di Facebook Mita Yulian Sasmita pada postingan berjudul “Supaya Anak Senang Membaca” dengan menjawab: Cerita apa yang pernah kamu bacakan ke anak, dan kenapa memilih cerita tersebut?]

Advertisements

One thought on “Supaya Anak Senang Membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s