Imajinasi Jadi Kenyataan di Wonogiri

Standard

Buku pelajaran Bahasa Indonesia jaman saya SD di tahun 90an dulu, banyak diisi cerita tentang kampung halaman. Ilustrasi yang ada tertanam dalam di benak saya, dan sering saya berangan-angan menatap langsung kecantikan alam pedesaan. Ya, sesekali memang sempat saya melihat pemandangan yang mirip dengan gambaran di buku-buku tersebut, tapi liburan singkat saya di Girimarto, Wonogiri merupakan kali pertama saya benar-benar menyaksikan lukisan pedesaan seakan keluar jadi nyata di depan mata.

Satu tempat mungkin bukanlah tujuan wisata, tapi bisa jadi memberikan keindahan lebih. Hamparan sawah, petak-petak kandang, jalan kecil yang biasa dilalui warga… Saya akan kembali lagi untuk itu semua.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tepat di belakang rumah Pakde. Bangun pagi, jalan sebentar dan… disuguhi hijau-hijau seperti ini, seger banget ye kan!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Duduk di pagar tembok, sambil menyapa beberapa penduduk yang lalu lalang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kalo sore, lapangan ini ramai keriaan anak-anak. Entah main sepeda atau gundu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sesekali lenguhan sapi terdengar. Dari balik kandang ini si sapi putih kalem menatap saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Melangkah ke mana pun, tanaman padi melambai mengucap “Hai!”

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kalau bulan Ramadhan, kebayang syahdunya jalan ke mushola untuk solat Isya dan Tarawih.

Advertisements

7 thoughts on “Imajinasi Jadi Kenyataan di Wonogiri

  1. Benar mbak, jadi ingat pelajaran jaman SD ketika Budi dan keluarganya liburan ke rumah kakek nenek di desa. Sebuah tempat yang persis seperti yang mbak kunjungi di Wonogiri ini.

  2. Monda

    spot2 itu jadi mengingatkan pada pemandangan di buku2 SD ya
    ada satau spot juga menuju kampung halaman suami yang persis gambarku waktu SD
    ada gunung, sawah, jalan kecil dan pohon kelapa he..he…

  3. Lingkungan kayak gini, pwrnah aku rasain wkt ngineo di rumah teman di Batubulan Baoi, tepat di sebelah rumah dan belakang, sawah hijauuuu terhampar luas. Asli nyenengin. Dan masa kecilku jg dipenuhi kenangan ttg sawah. Ah kangeeenn mudik jadinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s