Kala Manis Menggoda

Standard

Saya udah diwanti-wanti dari remaja, harus hati-hati sama yang namanya gula. “Nurun di keluarga,” begitu pesannya. Memang, kalo urusan minum saya nggak suka minuman manis; air putih selalu jadi andalan saya menghidrasi tubuh. Tapi kalo udah urusan karbohidrat, saya lemah terhadap kue-kue dan rerotian. Apalagi almarhumah nenek jago panggang memanggang… kue bolu dan segelas teh di sore hari jadi semacam rutinitas yang beliau kenalkan. Suami pun, senengnya ngemil yang manis seusai makan berat; kebiasaan yang juga sukses ditularkan ke saya.

Ngomongin yang manis-manis, saya pernah beberapa kali nongkrong di restoran yang khusus menjual aneka kue atau roti. Suasana tenang bikin saya menikmati  duduk manis ala tuan puteri yang sedang nyaman ber-tea time.

Paul. Adalah nama bakery yang mengklaim diri sebagai aseli dari Prancis. Pertama kali makan di sini, saya janjian sama Kenjrot di Grand Indonesia. Bodohnya, hari itu saya lupa bawa hape. Karena komunikasi terputus, jadilah di sana saya terlihat konyol karena berdiri di depan bakery sambil nunggu dia datang, sampe sempet disamperin satpam. Kedua kali, saya mencoba outlet yang ada di Kota Kasablanka.

P_20170506_131116_vHDR_On

Menggigit sepotong croissant dan tartelette yang mereka jual menjadikan saya terdiam dalam foodgasm. Duh, nggak rugi keluar kocek puluhan ribu untuk menyantap renyahnya croissant yang terasa ringan di mulut, serta padatnya tartelette yang diisi krim vanilla(?) bertabur potongan buah besar segar. Bisa kali ya saya minta ditraktir satu potong kue dan roti Paul ke setiap orang di hari ulang tahun nanti? Haha!

P_20170506_132001_vHDR_On

P_20170506_131139_vHDR_On

P_20170506_131210_vHDR_On

Selain Paul, saya juga sempat menyambangi CheeseCake Factory di bilangan Cikini sana. Beberapa potong kue dan pop cake ice cream sukses menggeletarkan indera perasa saya, terutama si pop cake ice cream itu! Coklat putih beku menutupi permukaan bola kue padat manis rasa coklat, berbunyi krek ketika dicumbu gigi. Kunyah bola kue segigit demi segigit, sampai kamu menemukan sumur es krim di dalam contongnya. Gali dalam dengan sendok kecil, dan tutup dengan “menghabisi” si contong yang mulai melunak. Ukuran kecil, namun mengenyangkan.

P_20170504_141034

Ahhh… Si manis mana lagi yang akan membuat saya tergoda? Pastinya bukan si Manis Jembatan Ancol.

Advertisements

6 thoughts on “Kala Manis Menggoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s