Visa Pertama. Visa Rusia.

Standard

Hai hai! Seminggu lebih udah berlalu dari tulisan terakhir yang menjanjikan cerita-cerita semasa saya di Rusia. Kalo gitu postingan pertama tentang Rusia saya mulai dari proses bikin visa aja ya. Begini kisahnya.

Nggak lama setelah menerima email pemberitahuan kalo saya lulus seleksi jadi relawan di Piala Konfederasi FIFA 2017, berturut-turut email lain masuk mengenai posisi yang ditawarkan, online training yang harus saya lakukan, jadwal kerja, dan salah satunya ya itu, disuruh bikin visa. Asli, saya ogah-ogahan. Masih berbekas banget pengalaman buruk visa Australia saya yang ditolak.

Saya takut, takut gagal dapat visa Rusia karena dianggap nggak punya tabungan cukup atau belum banyak cap imigrasi dari negara-negara lain. Maka selama beberapa minggu saya bahkan nggak mencoba cari tau apa aja yang diperlukan untuk bikin visa Rusia ini.

UntitledPergerakan ((PERGERAKAN)) bikin visa saya lakukan satu setengah bulan setelahnya. Dengan masih ogah-ogahan, saya buka website Kedutaan Rusia dan eng-ing-eng saya pun dibuat bahagia karena syarat yang diminta cuma formulir aplikasi, foto berwarna, paspor beserta fotokopinya, tiket pesawat yang telah dipesan, dan surat konfirmasi dari hotel atau agen perjalanan terdaftar di Rusia (untuk saya, cukup membawa email akreditasi dari FIFA). Jenis visanya Humanitarian. Nggak ada diminta rekening tabungan, nggak ada diminta surat keterangan dari kantor, surat izin suami, Kartu Keluarga atau apalah lainnya yang mana harus saya sertakan ketika bikin visa Australia dulu.

LEGA!

Tapi bukan berarti saya nggak waswas bin deg-deg-an. Selain masih trauma, perjalanan bikin visa Rusia juga bukan tanpa drama.

Jadi ya, hari pertama saya tiba di kedutaan jam 9.45 pagi. Depan gerbangnya udah banyak yang antri. Dalam hati ngomong, “Bused! Nunggunya di luar banget ini?” Usut punya usut, menurut Pak Satpam, hari itu ada pembludakan yang belum pernah terjadi selama 4 tahun dia kerja. Aplikan visa Rusia banyak banget sampe-sampe pendaftaran ditutup sebelum waktunya. Kami yang di luar gerbang pun disuruh… pulang!

Beberapa orang lumayan ngamuk, dan menuntut dapat prioritas dilayani duluan kalo besok harus balik lagi. Eh, di-oke-in dong sama orang kedutaannya! Yeheey!

Hari kedua, saya datang lebih awal. Tepat jam 9 saya tiba dan dari situ semua berjalan lancar. Saya dapat antrian nomor dua, menyerahkan dokumen, menunggu kurang lebih 3 jam sambil ngobrol bareng sesama pendaftar, sampai akhirnya nama saya dipanggil. Selembar tanda terima diberikan yang menyatakan visa bisa saya ambil besok dan ternyata saya nggak perlu bayar apa-apa. Wah, kejutan yang menyenangkan! Kirain visa Humanitarian juga dikenakan biaya sama dengan visa liburan. Lumayan banget irit $70 dan nggak perlu nunggu satu sampai tiga minggu.

Processed with VSCO with e3 presetHari ketiga, senyum sumringah menghiasi wajah tatkala saya menerima paspor yang telah tertempel visa Rusia. VISA PERTAMA WOY! (Eh sebenernya visa kedua, tapi kan yang sebelumnya cuma visa on arrival Nepal.) Sayang nggak ada foto saya di visa tersebut. Tersimpan di sistem, kata mereka. Buru-buru deh saya simpan rapi di tas, nggak lupa pamer ke suami dan para sohib.

Processed with VSCO with e3 presetTak disangka, bocah Depok bakal beneran ke Eropa.

Advertisements

4 thoughts on “Visa Pertama. Visa Rusia.

  1. Lho mbaknya jadi relawan piala kongfederasi? Jadi apanya mbak? Kayaknya seru tuh pengalaman klo dibagikan. Apa udah pernah dan saya kelewatan ya?

    • Hahaha asikkk. Mudah-mudahan konsisten nulisnya nih. Kelamaan nggak nulis kebawa males. Eh btw waktu aku apply visa Aussie, itu kan ada syarat bikin surat izin suami, aku nyontek dari blogpost kamu yang surat izin suami untuk ke Korea lho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s