Kuliner Khas Qatar? Emang Ada?

Standard

Merhaba! Saya mendadak jadi rakyat jelata di Qatar, terutama soal makan. Kalo di tanah air saya bebas pesan dari GoFood atau makan di restoran tanpa cek harga, di Qatar saya selalu menghitung kurs sebelum memutuskan untuk membeli bahkan sebungkus mie instan pun. Harga makanan di Qatar bisa 3-4 kali lipat mahalnya! Bayangkan, seporsi mie goreng abang-abang aja paling cuma Rp. 15,000 – Rp. 20,000 kan. Di Qatar saya sempat harus mengeluarkan kocek 18 QAR atau sekitar Rp. 77,000. Menangis.

Dari hari pertama di Qatar, sudah buyar keinginan saya untuk wisata kuliner. Ahaha. Tapi alhamdulillaah Allah menjaga saya banget di sini. Pada akhirnya, saya bisa juga mencicipi beragam kuliner yang ada secara gratis, karena traktiran teman-teman yang saya dapat selama jadi relawan di Piala Dunia, dan juga karena ada murid saya yang kerja di Qatar.

Apa aja yang dicicipi? Banyak!

Regag. Makanan sejenis crepes ini dijamin jadi kesukaan semua orang dari sejak pertama nyoba. Kalo di Indonesia mungkin modelan martabak tipker, tapi kulit regag tipis banget dan renyah. Isian dan topping juga beragam. Kalo saya suka isian keju mozzarella dan topping madu.

Knafeh. Ughhh! Ini enak banget!!! Bagian luar garing, lalu dalamnya lembut banget dengan lapisan keju dan ada kacang pistachio-nya juga. Pencinta manis pasti ketagihan.

Karak. Kalo udah pernah minum Thai tea mungkin nggak asing dengan rasa Karak. Tehnya pekat sehingga ada rasa pahit teh yang khas, berpadu sempurna dengan susu evaporasi. Ada aroma kayumanis dan kapulaga saat kita menyesap secangkir Karak.

Kopi Turki. Minuman ini nggak berhasil melewati kerongkongan saya. Mungkin karena aromanya asing kayak tanah dan terlalu kuat, saya jadi udah enek duluan. Cuma sampe ujung lidah trus udah, saya nggak mau lanjut.

Chips Oman. Kayaknya saya belum pernah deh makan keripik kentang yang tipis banget dan pecah dengan mudah di mulut. Chips Oman cuma ada satu rasa: pedas. Pedasnya yang nggak berlebihan bikin keripik kentang ini jadi pengen diganyem terus.

Nasi Mandhi dan Bukhari. Sebenernya saya nggak tau beda dari kedua nasi ini apa, selain warna. Nasi Mandhi putih, Nasi Bukhari kuning. Dua-duanya sama-sama berempah tapi untuk lidah saya, nasi Bukhari terasa lebih gurih. Daging kambingnya lembut dan empuk banget, bahkan nggak ada bau kambing sama sekali. Lezat!! Saya sampe nambah berkali-kali.

Gulab Jamun. Pencuci mulut khas India yang terbuat dari tepung, susu, butter, lalu digoreng trus dikasih sirup manis. Buat saya rasa manisnya terlalu menyengat. Makan satu saja sudah cukup.

Momo. Bisa dibilang ini dimsumnya orang Nepal. Kulit dimsum yang tebal diisi oleh daging kerbau dengan bumbu seperti khas masakan India. Saya juga cukup makan satu, karena rempahnya terlalu kuat.

Es Krim Gharissa. Saya memesan rasa Mukasarat, yaitu es krim rasa pistachio, almond, dan hazelnut. Es krimnya padat namun teksturnya lembut banget. Semua rasa kacangnya menyatu sempurna dan nggak heran kalo rasa ini jadi yang terlaris.

Tiger Cookies. Soft-baked cookies yang diinovasi ke dalam bentuk cup. Saya memilih isian Nutella, pistachio, dan Kinderjoy. Tagline mereka “the best cookies ever” saya anggap valid!

Chapli Kebab. Kebab Pakistan. Cara makannya tinggal sobek roti, taruh di atas daging, potek, celup ke yogurt, santap. Dagingnya ada semacam rasa tomat, yang memang menjadi salah satu campuran di dalam daging itu sendiri. Roti Pakistan dan dagingnya tebal, bikin kenyang.

Shawarma. Menurut saya sih ini kayak kebab yang kita tau di Indonesia, cuma kulitnya tipis banget dan rasanya juga lebih nendang karena ada paprika, jintan, dan kunyit. Shawarma saya berisi sayur dan ayam, kita juga bisa minta isian daging.

Crepes. Oke, crepes emang umum banget, tapi ini adalah crepes terenak yang pernah saya coba. Selain kulit crepes-nya yang tipis, kenyal, dan lembut, isian dan topping-nya juga melimpah. Ada Nutella, saus pistachio, susu kental manis, pisang, dan tidak lupa kacang pistachio, almond, dan walnut.

Roti Kurma. Awalnya saya kira Roti Kurma itu semacam roti manis yang ada potongan kurmanya. Ternyata bukan. Roti Kurma merupakan adonan roti dengan bahan utama kurma, lalu dipipihkan dan dipanggang; bisa juga rotinya dilipat setengah lingkaran. Umum dimakan bersama sesuatu yang gurih, tapi karena saya suka manis, saya minta diisi keju dan Nutella.

Es Krim Kurma. Teksturnya kayak es krim nongnong, cepet lumer jadi makannya harus sat set sat set. Secara rasa, kayak kacang hijau. Tidak lupa disiram gula merah karena es krimnya itu sendiri tidak terlalu manis.

Basbousa. Pencuci mulut khas Mesir. Kurang tau juga ya ini bikinnya pake apa, tapi kayak ketan manis gitu. Ada rasa kelapa juga dan Basbousa ini maniiis sekali.

Nasi Goreng Srilanka. Saya nggak nyangka akan ada nasi goreng di luar nasi goreng Indonesia dan Cina yang akan saya suka. Karena rasanya ya sama kayak nasi goreng yang saya tau, cuma bedanya berwarna merah dan ada kismis di dalamnya. Beraroma asap, lalu minyaknya juga sedikit, mantap!

Spanish Latte. Kopi susu yang tenar banget di Timur Tengah, katanya. Espresso dikasih air, susu cair, dan susu kental manis. Jenis kopinya kayaknya Arabika karena asam. Apa karena sugesti aja, mentang-mentang di Qatar, kopi susu ini kok bikin saya pengen minum terus.

Seekh Kebab. Makanan terbaik yang saya coba selama di Qatar. Sate Pakistan. Potongan kambing dan ayam yang besar-besar ditusukkan ke tusuk sate yang terbuat dari besi dan bentuknya seperti pedang kecil. Parah enak banget! Kambingnya nggak ada aroma kambing sama sekali. Kambing dan ayamnya sama-sama empuk! Bumbu meresap sempurna sampai ke dalam.

Dari semua itu, nggak ada kuliner khas Qatarnya ya? Sungguh saya kayaknya harus lebih lama di Qatar untuk menjawab itu. Karena kayaknya yang khas Qatar ya khas masakan Timur Tengah, sisanya yang banyak tersedia semacam makanan India dan Pakistan, itu karena banyak sekali orang dari dua negara tersebut yang kerja dan tinggal di Qatar. Masakan Indonesia aja ada kok yang rasanya bahkan otentik karena pemilik atau kokinya orang Indonesia. Saya pernah makan pecel ayam, ketoprak, mie bakso, bahkan nasi campur khas warteg!

Cek juga keseruan saya jadi relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar di highlights Instagram Stories @PsychoFat!

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s