Dune Bashing: Ajrut-Ajrutan di Gurun Pasir

Standard

Merhaba! Dulu ada kuis yang populer di Indonesia, namanya Famili 100. Cara mainnya gampang-gampang susah, pembawa acara akan menyebut satu kata utama, lalu peserta harus memikirkan beberapa kata lain yang berkaitan dengan kata utama tersebut. Misal, kalo saya sebut Timur Tengah, apa kata-kata yang muncul di kepala?

Arab? Onta? Sorban? Aladdin? Gurun pasir?

Sama! Salah satu yang ada di bayangan saya kalo ngomongin Timur Tengah, salah satunya adalah gurun pasir juga. Makanya, ketika dapat kesempatan berada di Qatar, selain tujuan utama saya adalah bekerja menjadi relawan di Piala Dunia 2022, saya juga berencana untuk mengunjungi gurun pasir. Pengen tau, kayak gimana sih gurun pasir itu aslinya. Selama ini kan, cuma liat dari gambar atau TV aja.

Akhirnya, keinginan saya bisa terlaksana juga. Kebetulan, menjelang berangkat ke Qatar, saya mendapat tambahan uang jajan dari perusahaan layanan cranes bernama PT. Alatas Crane Services Indonesia, bagian dari Alatas Crane Services Worldwide, untuk tambahan biaya hidup sehari-hari. Uang jajan yang saya irit-irit banget, yang malah jarang saya pake untuk hidup sehari-hari, karena saya mikir: Kalo makan aja di sini mahal banget, apalagi tempat wisatanya? Dan bener lho, paket wisata ke gurun pasir itu harganya 500 Riyal per orang. Kalo di-kurs Rupiah-in kurang lebih 2 jutaan. Tapi untung, atas rekomendasi dari salah satu warga Indonesia yang tinggal di Qatar, saya bisa dapat harga yang lebih ramah kantong karena dikenalin ke supirnya langsung, bukan lewat agen wisata.

Dune bashing, itu nama kegiatan berlibur saya yang paling berkesan di Qatar. “Dune” artinya gurun pasir berbukit. “Bashing” artinya menghantam. Kebayang nggak bakal gimana? Haha.

Perjalanan ke gurun pasir dari tempat saya tinggal ternyata nggak jauh. Ya Qatar emang negara kecil sih, kalo ke mana-mana naik mobil, semua terasa dekat. Fahad, supir saya yang orang Pakistan, menjemput sekitar jam 9 pagi. Nggak sampe 30 menit, kami sudah tiba di lokasi. Belum nyampe aja, saya udah girang duluan karena dari kejauhan gurun pasirnya udah keliatan!!

Sebelum dune bashing dimulai, Fahad harus menurunkan tekanan di ban mobil, kami menggunakan Land Cruiser. Sambil menunggu, saya mampir ke parkiran onta. Kalo mau naik, bayar sendiri lagi. Harganya 100 Riyal (sekitar Rp. 430,000) untuk menunggangi sampe atas bukit gurun pasir, dan 50 Riyal (sekitar Rp. 215,000) kalo hanya di bagian bawah aja. Karena saya udah pernah nyoba waktu main di pantai di Al Wakra Souq (pasar dekat tempat saya tinggal), jadi saya nggak naik. Cuma liat-liat onta doang.

Setelah semuanya siap, kami pun segera ber-dune bashing. Fahad mengendarai mobil di sepanjang gurun pasir, lalu dia akan bermanuver dengan mobilnya ketika sudah mulai ada titik-titik bukit yang ekstrim. Misal, ngebut di tanjakan yang tinggi, meluncur di turunan yang curam, melaju di puncak yang miring, dengan kecepatan tinggi sampe bikin mobil terpental-pental melayang, dan saya di kursi penumpang pun ajrut-ajrutan serta adrenalin memuncak. Rasanya seperti naik roller coaster campur bombom car! Setiap saat dibikin was-was kalo mobil akan nyusruk atau terjungkal. Yang nggak kuat bahkan bisa sampe muntah-muntah karena mabuk gurun. Mabuk gurun~~

Tapi tentu, juga ada bagian tenangnya. Kami berhenti di beberapa tempat untuk berfoto dan menikmati luasnya gurun pasir dan suasana pantai. Saya juga baru tau di gurun bisa ada lautan! Airnya bersih jernih dan bikin pengen nyemplung. Oiya, selama di gurun pasir, saya nyeker. Kebetulan masih musim dingin dan cuaca panasnya nggak sampe 30 derajat Celcius. Kalo musim panas, nggak akan kuat lama-lama nggak pake alas di cuaca 50 derajat Celcius. Pasirnya enak banget di kaki; nggak lengket, halus.

Di satu kesempatan, Fahad menunjukkan video dia ketika beraksi dengan mobil. Temannya merekam dari luar. Gila! Ternyata melayangnya tinggi juga ya! Dia bilang kalo ada yang bisa lakuin lebih ekstrim dari dia, dia akan kasih mobilnya ke orang tersebut. Ahaha. Saya suka tingkat percaya dirinya.

Saya sangat menikmati dune bashing. Andai di Qatar lebih lama lagi, saya mau mengulang kembali. Atau mungkin, kalo ada rejeki, mau coba di negara Timur Tengah lain. Denger-denger, meski dune bashing di Uni Emirat Arab nggak semenegangkan di Qatar, tapi gurun pasirnya lebih indah. Wah, yang di Qatar aja saya udah terkagum-kagum!

Cek juga keseruan saya jadi relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar di highlights Instagram Stories @PsychoFat!

Advertisement

One thought on “Dune Bashing: Ajrut-Ajrutan di Gurun Pasir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s