Didatangi Pak Erick Thohir!

Standard

Merhaba! Supaya lebih nyambung baca tulisan ini, mungkin bisa mampir dulu ke postingan saya yang berjudul Piala Dunia FIFA 2022: Saya Siap Datang! biar tau aja gitu kenapa bertemu Pak Erick Thohir menjadi hal yang sangat berkesan untuk saya, apalagi didatanginya juga di Qatar!

..

….

……

Gimana? Udah baca? Oke saya bakal mulai berkisah sekarang.

Ketika pertama kali mendapat kabar kalau proposal saya yang berisi permohonan sponsor tiket pesawat pulang pergi ke Qatar untuk menjadi relawan Piala Dunia tembus di Pak Erick Thohir, kurang dari seminggu sebelum rencana keberangkatan, Papa adalah orang pertama yang saya kabari. Sebagai orangtua tentu Papa bersyukur anaknya bisa kembali mewujudkan hal yang diidamkan. Sebaris pesan Papa sampaikan. “Kalo kamu bisa ketemu langsung, temuin. Untuk bilang makasih.”

Namun, tentu saja bertemu dengan seorang Menteri BUMN tidak semudah itu. Saya juga tidak berani meminta karena mikir siapa gueee! Iya nggak? Akhirnya, sebagai ucapan terima kasih ala kadarnya, yang saya bisa lakukan pun hanya sekedar menulis tentang beliau, dan membuat video tentang kegiatan saya selama jadi relawan. Eh, siapa sangka siapa nyana, Pak Erick Thohir sendiri yang malah cari tau ke orang untuk bisa bertemu saya.

Ada seorang jurnalis SCTV yang saya kenal bernama Hanum. Kebetulan Hanum ini sempat meliput saya untuk bikin berita tentang keseharian seorang relawan Piala Dunia. Video yang ternyata sempat masuk FYP di Tiktok. Dia nelpon dan ngomong, “Ketemuan yuk sebelum balik ke Indonesia. Sarapan aja kita.” Akhirnya kami menetapkan jadwal. Hari Kamis, tanggal 15 Desember jam 10.30 pagi, di restoran Shawarma Albisana di daerah Katara.

Tidak ada firasat apa-apa dalam perjalanan naik Metro untuk berjumpa Hanum. Yang ada saya malah ribet kirim pesan ke Dini sambil ngoceh, “Hanum ngajak makan di restoran. Berapa ya abisnya?” Ahaha. Yang udah ngikutin Instagram stories saya selama di Qatar, pasti tau banget kalo saya suka bahas makan di sini tuh mahalnya 3-4 kali lipat dari di Indonesia. Pecel ayam seporsi seratus ribuan cuy. Makanya selama dua minggu pertama, saya selalu ambil shift untuk kerja di stadion; biar makan gratis.

Begitu sampe di tempat yang Hanum maksud, kami ngobrol santai sambil membahas seputar parfum Arab. Udara lagi enak banget. Cuaca cerah, diiringi angin semilir. Kami duduk di bagian luar resto, tepat di seberang hotel tempat para petinggi FIFA menginap, juga Jungkook yang jadi penampil di upacara pembukaan Piala Dunia 2022. Lalu, ketika saya sibuk memesan makanan, yang kebetulan memakan waktu cukup lama karena saya mau memastikan duit saya cukup, tiba-tiba dari kejauhan nampak Pak Erick Thohir jalan menghampiri.

Bok.

Syok!

Detik itu juga saya sadar kalo janjian sarapan ini cuma sekedar akal-akalan. Spontan saya neriakin Hanum, “Num tau gitu kan gue pake make up!!” Detik berikutnya, ketika beliau akhirnya tepat ada di samping saya, saya cuma bisa menutup muka dan nangis (video ada di Instagram reels). Nangisnya udah kayak orang-orang di acara “Tali Kasih” atau “Uang Kaget” dan sejenisnya. Selama ini saya memang berharap bisa bertemu beliau untuk mengucapkan terima kasih. Waktu beliau ada di stadion tempat saya kerja pun, saya geregetan sendiri karena nggak tau cara menemui. Ternyata, malah disamperin!

Ketika tangis saya mulai mereda, kami pun berbincang-bincang sejenak. Beliau senang kalau ada warga Indonesia yang membawa nama negara, apalagi di ajang seperti Piala Dunia, berarti bangsa Indonesia punya kompetensi. Dan beliau bilang saya jangan cuma mau jadi sekedar guru Bahasa Inggris aja, saya harus bisa lakukan lebih dengan kemampuan mengajar yang saya punya.

Baik hati banget beliau. Saya bisa merasakan ketulusannya.

Satu wejangan terselip di sela percakapan kami. “Saya nggak mendekati Gianni mentang-mentang sekarang dia jadi Presiden FIFA. Sebelumnya kami sudah kenal. Dia masih di UEFA. Ya begitulah hidup, kita temenan sama orang nggak liat posisi, kita nggak tau ke depannya orang itu akan sebesar apa.”

Beliau lalu mengajak saya mencari tempat foto yang Instagrammable, di tengah jalan! Tepat di bawah hiasan bendera-bendera. Dalam hati saya ngomong, “Bused ini menteri di negeri orang nggak ada bodyguard, nggak apa-apa kah?”

Sekembalinya kami dari berfoto, Pak Erick Thohir menyuruh saya memesan makan dan minum, ditraktir. Waduh, makin bersyukur aja saya. Langsung sigap minta strawberry smoothie, dan berhubung yang ada saat itu baru menu sarapan, saya minta omelet alias telur dadar ditambah nasi. Ahaha.

Sekali lagi, terima kasih Pak Erick Thohir atas kemurahhatian dan perhatian bapak. Semoga sukses selalu dalam setiap rencana-rencana baik yang bapak punya untuk negara dan bangsa. Aamiin!

Cek juga keseruan saya jadi relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar di highlights Instagram Stories @PsychoFat!

Advertisement

One thought on “Didatangi Pak Erick Thohir!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s