#CeritaJamKosong #10 Gelas

Standard

Waktu suami saya pulang dinas dari Amerika, salah satu oleh-oleh yang dibawanya adalah gelas Starbucks bertuliskan New York City dengan dominasi warna hitam putih.

“Ini buat Bebeb,” katanya ke saya.

Tapi saya protes. Kenapa kok bukan tumbler Starbucks aja yang untuk saya? Atau gelas Starbucks lain yang juga dibawanya, yang menurut saya lebih menarik daripada gelas Starbucks hitam putih itu.

Menurut doi, tumbler tersebut titipan kliennya; dan sumve deh saya sempet bete berat dia nggak kepikiran untuk beliin saya tumbler. Dan, kenapa malah milih gelas dengan warna membosankan macam gitu.

Processed with VSCO with e3 preset

I mean, I’m his wife, right? Shouldn’t I get something better?

Mau tau alasan suami saya?

“Bebeb kan tumbler Starbucks udah banyak, nggak dipake juga.”

Oke dia bener. Saya emang bukan peminum kopi dan cuma ikut-ikutan koleksi aja.

“Gelas yang satu lagi kecil, kan Bebeb minumnya banyak, maka kukasih yang besar ini. Bisa buat minum di kantor. Ini lucu tuh ada gambar taksi kuning trus ada ukiran toko Starbucks, jembatan Brooklyn dan patung Liberty. Biar tahun depan Bebeb ke sini juga.”

Seketika level sayang saya ke suami nambah. Bukankah menyenangkan ketika ada orang yang memberi sesuatu karena dia tau apa yang kita butuhkan? Belum lagi, tersisip doa semoga gelas itu bisa menjadi magnet untuk semesta menjawab keinginan saya berkunjung ke Paman Sam.

Ah! Lafyu!

Processed with VSCO with e3 preset

Advertisements

6 thoughts on “#CeritaJamKosong #10 Gelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s