[Catatan Relawan Piala Dunia] Sepotong Cerita di Hari Kerja

Standard

Privet!

Pertandingan pertama yang dimainkan di Kazan adalah Prancis melawan Australia jam 1 siang. Kami para relawan bagian tiket sudah harus siap di fungsi kerja masing-masing sejak jam 7 pagi. Lumayan heboh, secara tram baru dateng jam 6.15 sedangkan untuk sampe halte tram terdekat stadion butuh perjalanan setengah jam belum termasuk jalan kaki. Walhasil semua terlambat.

0129ab026c5491af07deb874971824a8886f954746

Setelah briefing singkat dan pembagian tugas, kami pun pergi sarapan bersama. Kebetulan saya kebagian kerja di kantor, yang mana berdasarkan pengalaman itu adalah tugas yang sangat membosankan karena cuma berdiri nunggu sampe ada penonton yang bermasalah dengan tiket.

Tiga jam sebelum pertandingan dimulai, saya dan tim bersiap di Stadium Ticketing Center. Waktu berjalan lambat karena nggak banyak yang bisa dilakukan. Secara umum STC adalah tempat untuk masalah tiket serius, yang mana ini jarang banget terjadi.

Sepuluh menit menjelang kick-off babak pertama Prancis melawan Australia, kesempatan untuk mendapat petualangan datang. Ada remaja asal Cina yang belum memegang tiket (tapi udah beli), dia baru aja sampe Kazan, dan berpikir mungkin akan bisa mencetak tiketnya di stadion. Tentu saja nggak bisa. Richard, nama si remaja, melewatkan bagian tentang pengambilan tiket fisik yang hanya bisa dilakukan di bandara dan Ticket Collection Center yang ditentukan.

0199f1b83acbc001662c4989ab21083b768d30ab2b

Nih anak nggak punya uang Rubel, nggak tau lokasi pengambilan tiket di mana, dan sebentar lagi babak pertama mulai. Saya tanya ke pimpinan, “Pak Sergey Komarov, boleh nggak saya anter dia ngambil tiket?” Lumayan kan bisa keluar kantor, begitu pikir saya. Izin pun dengan mudah saya kantongi.

Salah satu relawan yang tadinya ogah ikut, akhirnya memutuskan ikut. Namanya Raliiya. Kami bertiga pun bergegas menuju ke jalan raya untuk memesan taksi. Harus jalan lama dulu sekitar 15 menit karena jalanan banyak ditutup selama pertandingan. Aduh ya, asli saya ngos-ngos-an karena Richard ambisius banget mau segera cetak tiket. Begitu keluar dari taksi dia lari aja dong, padahal tau juga nggak di mana tempatnya.

Singkat cerita, kami sampai ke tempat pengambilan tiket dan Richard langsung cetak semua tiket yang udah dia pesan. Ada total 6 pertandingan. Kami kembali bergegas ke jalan raya, memesan taksi, berhenti di lokasi terdekat stadion, dan saya bilang ke Richard, “Kamu boleh lari sekarang, saya dan Raliiya akan jalan kembali ke kantor.”

Dan tunggang langgang lah dia…

Saya dan Raliiya berbincang-bincang selama perjalanan, merasa puas karena bisa melakukan hal yang lebih untuk membantu. Sesampainya di kantor, Pak Sergey Komarov mengizinkan kami untuk ke stadion dan menonton sisa pertandingan. Percaya nggak? Di sana kami bertemu Richard lagi! Dia berhasil sampe lima menit sebelum babak pertama selesai, dan bisa menyaksikan keseluruhan babak kedua. Mau nonton videonya? Cek di sini:

Nantikan cerita saya selanjutnya ya! Dan cek hestek #CatatanRelawanPialaDunia di Instagram untuk melihat foto-foto kegiatan saya di Piala Dunia FIFA 2018 Rusia.

Dasvidaniya!

Advertisements

10 thoughts on “[Catatan Relawan Piala Dunia] Sepotong Cerita di Hari Kerja

    • Terima kasih udah mampir yaaa. Karena sukanya banyak, dukanya nggak terasa. Hehe… Paling cuma kangen makanan Indonesia dan kalo pas kerja harus siap berdiri 6 jam tanpa duduk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s