Catatan Awal Tahun 2019

Standard

Sudah beberapa tahun terakhir, tiap memasuki tahun baru, saya sukses mengirim afirmasi positif ke diri sendiri; bahwa tahun tersebut adalah tahunnya saya, bahwa saya akan mendapat banyak hal menyenangkan. Padahal sih, nggak ada bayangan apa-apa yang mau diraih, tapi pokoknya, yakin aja keberuntungan bakal menyertai. Saking yakinnya, sampe kadang bulu kuduk ikut merinding karena semangat. Serius! Haha! Terbukti nggak afirmasi positifnya?

Ternyata… IYA.

Pastinya, nggak sepanjang tahun ada kejadian baik melulu; hal-hal menyedihkan menoreh luka juga ada. #ahsedap Tapi, semua itu tertutupi oleh “berkah” yang saya dapat. Saya suka heran sendiri, kok bisa sih sampe segini hoki-nya. Menang kuis, jalan-jalan gratis, bahkan di 2018 kemarin dua impian terbesar saya terkabul: bisa terlibat dalam event Piala Dunia di Rusia, dan bertemu pemain bola favorit saya, Teddy Sheringham! Sesekali, teteup, rasa waswas muncul ketika hal baik datang bertubi-tubi, khawatir justru rezeki ini adalah cobaan dari Tuhan… Makanya, saya sering ngingetin diri sendiri: plis nggak boleh sombong, plis nggak boleh sombong. Itulah kenapa kata berkah di atas pake tanda kutip. Karena siapa tau ini ujian berbalut berkah.

Nah, memasuki 2019, saya diliputi perasaan takut. Saya sudah coba mengirim afirmasi positif seperti tahun-tahun sebelumnya, gagal. Saya bertanya-tanya, entah apa yang salah! Lalu, setelah dipikir-pikir… kayaknya… saya ini stres dan kepikiran dengan target yang saya mau capai!

Tahun-tahun lalu, memang saya biarkan saja mengalir apa adanya. Asli deh, saya tuh jarang banget bikin resolusi atau target. Biasanya, saya menyebut sebagai “proyek”. Itu pun bukan direncanakan, tapi datang begitu saja. Misal ketika saya beres-beres lemari buku dan ternyata ada puluhan buku dari zaman kapan tau belum dibaca, akhirnya setahun saya menyelesaikan “proyek” baca buku-buku tersebut. Lumayan, 45 buku dilahap dalam 12 bulan. Atau ketika saya memutuskan nulis gratitude journal berisi tiga hal yang saya syukuri di tiap hari, itu karena terinspirasi oleh Innath. Atau ketika saya dapat teman mancanegara dari event Piala Konfederasi 2017 Rusia, saya jadi niat mengirim kartu pos ke mereka selama sisa tahun.

2019, entah kenapa saya bayangkan akan jadi tahun serius. Di umur 30+ ini saya panik, karena sepertinya saya belum “aman” secara finansial. Dana darurat, nggak punya. Tabungan, dikit. Investasi, belum berani. Cicilan, masih ada. Jadilah saya merencanakan target keuangan. YAK TERNYATA DUIT YANG BIKIN SAYA STRES DAN TIDAK XYIAAPPH MENGHADAPI 2019! AHAHAHA! Ish, duit emang bikin pusing ye bok!

euro-870757_960_720

Mungkin ya, karena saya baru sekarang ini merencanakan tabungan jangka panjang, makanya saya gelisah. Selama ini kan, nabungnya cuma untuk jangka pendek aja. Aplikasi Jenius BTPN saya isinya pos-pos keuangan untuk jalan-jalan, nginep di hotel, dan Lebaran. Ketika udah ngomongin dana darurat, tabungan masa depan, serta investasi, RESAAAH! Uang gaji nggak pernah dialokasikan untuk itu, dan pemberian si Bebeb masih dipake sampe tengah tahun nanti untuk lunasin properti yang kami beli.

Huvt! Itu kayaknya yang bikin afirmasi positif saya gagal terus. Kalo ngomongin duit kan udah ketakar dapetnya berapa tiap bulan. Dengan adanya target keuangan jangka panjang, sedikit banyak saya harus putar otak untuk merombak pengeluaran bulanan yang udah bertahun-tahun ini jadi patokan. Huhu… Pantes aja saya takut menghadapi 2019. Takut target nggak tercapai karena maksud hati nabung banyak, eh belum bisa nahan diri mengencangkan ikat pinggang. Takut gagal investasi. Trus jadi mikir jauh, takut pas masa tua ngerepotin orang karena nggak punya uang. Jreeenggg! Emang deh zodiak Leo tuh insecure abis.

piggy-bank-2889046_960_720

Eh tapi, bismillaah aja ya. Biar gimana pun kan rezeki itu dari Tuhan. Kalo Tuhan aja murah hati ngasih saya rezeki tak disangka-sangka, insya Allah saya dicukupkan juga untuk sesuatu yang saya niatkan. Aamiin… Duh, semoga afirmasi positif saya berhasil yak! Temen-temen di sini, ada yang lagi bingung ngatur keuangan kayak saya juga nggak, dan pengen 2019 serius mikirin finansial? Ehehe… Tosss kita!

Advertisements

7 thoughts on “Catatan Awal Tahun 2019

  1. aku selalu suka nyimak IG Story-mu kak, positif dan menginspirasi gitu lhooo…semoga tahun ini kita semua diberikan rejeki yang barokah, aamiin!

  2. Smga kmu bs melalui 2019 dg baik ya, dan yg dikhawatirkan setidaknya dpt diminimalisir.

    Mmang, mslh keuangan itu mslh bnyak org, sy pikir bkn hnya Mbak ya. Sy pun kdang berpikir hal yg sama. Kita mmang prlu utk mengatur manajemen finansial kita. Mkanya investasi itu pnting.

    Sy jg jarang bikin resolusi, bru thn ini. Dan slh satunya adlh spy lebih aktif olahraga, gak gampang ternyata. Tp sy cb jlni sj…brsama org2 baik di skitar sy, sy yakin sy bs. Tentu smua krn atas pertolongan dan izin Tuhan.

    Slmat mnjlni 2019, smga kita smua sukses.

    • Saya juga sama lho, tahun ini pengen niat serius olahraga juga. Dan yang bikin susah karena kerja dari pagi sampai malam, dan weekend rasanya udah capek, jadi itu sering bikin saya nunda olahraga. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s