Ilmu Public Speaking Dari Hilbram Dunar

Standard

Hola! Hari Senin, tengah hari, hawa-hawa libur karena besok Tahun Baru Cina. Kebetulan juga, saya udah kelar nyiapin bahan ngajar untuk kelas-kelas nanti. Baiklah, mari saya buka bulan Februari ini dengan tulisan tentang public speaking, hasil dateng ke workshop yang dimentorin Kak Hilbram Dunar; itu tuhhh… pembawa acara TV, penyiar radio, dan juga MC.

IMG_2252

Ilmu yang Kak Hilbram kasih, udah sempet saya bagikan ke murid-murid. Nggak nyangka aja antusias mereka tinggi, dan mereka sangat menikmati hal-hal tentang public speaking yang disajikan. Nah, sekalian deh, saya rangkum untuk kalian pembaca blog TerongGemuk. Cekidottt!

group-1825513_960_720

Jadi gaes, menurut Kak Hilbram, kalo kita mau membawakan diri di depan orang banyak, kita kudu memperhatikan poin-poin berikut:

  • Bicara harus tulus, harus dari hati. Bikin yang hadir merasa kalo kita juga senang berada di antara mereka, supaya kedekatan dengan audiens tercipta dan mereka jadi nyaman deh sama kita.
  • Jadi diri sendiri, tapi tetap hati-hati. Tentu dong ya, menjadi diri sendiri memang oke, tapi bukan berarti kita bisa sesuka hati memunculkan perilaku yang kurang berkenan atas dasar “ini ciri khas gue”. Apalagi kalo kita masih meniti karir di dunia public speaking, penting untuk bisa membawakan diri sebaik-baiknya.
  • Wajib hukumnya untuk terus meluaskan wawasan. Dengan banyak tau, kita juga jadi punya kesempatan luas untuk bicara di beragam forum.
  • Tidak ada topik yang membosankan. Kalo kita bisa menunjukkan bahwa kita tertarik dengan satu topik yang mungkin menurut kita membosankan, justru kita malah akan terlihat menarik di hadapan publik.
  • Bicara dengan baik, benar, dan jaga fokus!

Ngomongin poin terakhir, ada catatan menarik dari Kak Hilbram nih gaes. CLAPS. Clear, Loud, and Powerful Speaking alias bicaralah dengan jelas dan bertenaga. Bertenaga di sini bukan berarti nge-gas ye. Ya kalian ngerti lah maksudnya gimana. Haha…

Truuus, supaya audiens nggak nguap ketika kita berbicara di depan mereka, pastikan kita lakuin ini:

  • Intonasi, yaitu kemampuan bicara dengan nada naik turun. Yakali masa ngomong nada datar semua. Ibarat denger orang nyanyi nada “do” semua, ganggu kan? Eh tapi untuk cowok ternyata memainkan intonasi biasanya butuh usaha ekstra lho.
  • Aksentuasi, yaitu penekanan kata. Memberi tekanan pada kata-kata kunci tertentu bikin orang lebih fokus pada apa yang kita sampaikan.
  • Artikulasi, yaitu pelafalan. Buka mulut kalo ngomong yaaa, biar AIUEO-nya jelas.
  • Pace, yaitu ketukan. Jangan merepet, ntar bikin artikulasi ikut berantakan.

Btw, ada yang suaranya cempreng kayak saya nggak? Eits! Bukan berarti kita harus pasrah suara kita ganggu di telinga orang. Coba deh latihan ngomong dengan suara diafragma, suara yang dihasilkan oleh pernapasan lewat otot di antara perut dan dada. Duh, saya bingung juga jelasin caranya gimana. Cuma kalo di saya, begitu ngomong, saya merasa seperti tenggorokan terbuka lebar, suara saya jadi lebih rendah, bulat, tapi tetap bertenaga. Jadi bagusan dikit lah daripada suara asli saya yang cempreng. Yah, beberapa orang memang perlu usaha lebih untuk ngomong lebih baik.

PENTING: Untuk cewek-cewek, kalo kalian mau tau doi naksir kalian atau nggak, perhatikan nada suaranya. Kalo pas ngobrol sama kalian nada suaranya turun setengah oktaf, berarti dia naksir! Eaak!

PENTING JUGA: Kalo kalian berminat jadi penyiar, kalian harus latihan ngomong tanpa henti dalam durasi tertentu. Haram hukumnya kalo durasi belum habis sebelum ke tembang berikut, trus kalian nggak tau harus ngomong apa.

international-conference-1597531_960_720

Sekarang, yuk kita bahas tentang audiens, alias para hadirin dan hadirat.

  • Wajib banget mengenal siapa audiens kita. Cara kita bicara ke audiens perempuan tentu tidak sama dengan ke audiens lelaki.
  • Perhatikan status ekonomi, sosial, tingkat pendidikan, dan usia. Bicara dengan kelas atas cukup dengan KIS (keep it simple). Untuk kelas bawah memang harus banyak basa-basi. Kak Hilbram kasih contoh, dulu Pak Jokowi waktu mau gusur pasar di Solo, sampe perlu 4 pertemuan. Pertama, ngajak makan pedagang di sana. Kedua, ngajak makan sambil nanya masalah mereka di pasar. Ketiga, ngajak makan sambil nanya mau mereka apa supaya nyaman dagang. Keempat, ngajak makan sambil ngasih tau solusi untuk harapan-harapan pedagang. “Bu, Pak, kalo ingin seperti itu, pasarnya saya gusur dulu ya. Nanti dibagusin supaya bisa memenuhi keinginan bapak ibu.” Kelar, mereka setuju digusur tanpa kekerasan.

Audiens juga ada jenis-jenisnya. Siapkan diri kalian untuk menghadapi mereka.

  • The Good. Yang mau tepuk tangan, memberi respon baik.
  • The Learner. Dateng cuma buat belajar. Nyatet mulu, tapi nggak mau ngasih respon, boro-boro tepuk tangan.
  • The Statue. Diem aja kayak patung. Dateng ke satu acara karena disuruh, merasa acara nggak penting.
  • The Killer. Kerjaannya nyeletuk, nyerang pembawa acara. Tipe kayak gini boleh diladenin, tapi sekali dua kali aja, jangan diterusin.
  • The Negative. Mirip kayak The Killer tapi bukan ke pembicara melainkan ke temen sebelah. Contoh, dia ngomong tanpa perlu berbisik ke sampingnya, “Eh, masih lama ye? Bosen nih!”
  • The Professor. Tidak bisa dipungkiri pasti ada audiens yang lebih pinter dari kita. Sikapi dengan hormat. Terima apa yang disampaikan sambil ucapkan terima kasih.

cat-316994_960_720

Kesemua di atas yang udah saya beberin panjang lebar akan makin sempurna jika dibarengi dengan penampilan baik dan menarik.

  • Pastikan pakaian kita sesuai acara, nyaman dilihat, pas di badan.
  • Jangan pake aksesoris yang terlalu aneh atau terlalu menarik perhatian, misal pake batu akik di tiap jari tangan.
  • Kuku harus bersih.
  • Cowok jangan lupa gespernya.
  • Beberapa instansi tidak menerima pembawa acara yang tatonya keliatan, jadi kalo kalian punya tato trus disuruh jadi presenter acara, bisa konfirmasi dulu apakah tato kalian boleh terlihat atau harus tertutup.

INGAT: Ganteng dan cantik memang turunan. Tapi tampil keren itu pilihan.

Sebagai penutup, nih beberapa tips:

  • Kalo grogi, kadang kita suka eehh eehh eehh gitu kan? Supaya nggak terlalu ganggu, bisa ganti dengan suara lain misalnya mmm mmm.
  • Kebanyakan audiens mungkin nggak inget apa yang kita omongin, tapi mereka akan ingat rasa yang kita berikan. Ah sedap.
  • Grogi bisa dihadapi dengan menarik napas, senyum, gerak.
  • Lima menit pertama penting. Kalo bisa jangan membuat kesalahan.
  • Kontak mata ke satu orang atau satu sisi jangan terus-terusan. Cukup 1/3 dari waktu tampil. Kalo terus-terusan berarti naksir, atau sebel!
  • Jaga mood. Misal sebelum acara kita mendadak diputusin pacar, meski hati terkoyak, mood harus tetap dijaga biar kita tetap terdengar tulus di hadapan audiens.

Gimanaaa? Kalian siap untuk ngomong di depan orang banyak. Semoga ilmu dari Kak Hilbram ini bermanfaat ya buat kalian. Mari kita wujudkan Indonesia Jago Bicara!

IMG_2255

Advertisements

3 thoughts on “Ilmu Public Speaking Dari Hilbram Dunar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s