Seragam Relawan FIFA di Piala Dunia 2026

Standard

Nggak terasa udah seminggu lebih saya di Arlington, sudah melakukan 2 shifts, tapi baru sekarang mau cerita tentang seragam yang saya pakai selama bertugas. Saya kebanyakan posting di media sosial, kebanyakan ke sana dan ke sini (ini nanti saya cerita lebih lanjut, karena seperti yang kalian tau saya nggak ada budget untuk naik Uber ke mana-mana, tapi kok akhirnya bisa jalan-jalan mulu?), sampe akhirnya lupa deh buat ngelanjutin tulisan yang lalu. Haha.

Tepat sehari setelah tiba di Arlington, saya dijadwalkan untuk mengambil seragam di Accreditation Center. Sengaja saya ambil sore hari, supaya saya sempat solat Dzuhur dan nggak terburu-buru. Saya bersyukur banget karena mantan bos saya waktu kerja di Wall Street dulu, namanya Rafika, memesankan Uber untuk saya dan nggak perlu saya ganti. Rejeki banget-banget. Kenapa? Karena total PP-nya mencapai $90 lebih! Hitung sendiri dah tuh dengan dolar yang mencapai Rp. 18.000. Supir Uber saya imigran dari Brasil, seorang perempuan yang umurnya sudah 50 tahun lebih; datang ke Amerika waktu masih kecil. Dia banyak bertanya tentang Indonesia, salah satunya adalah apa sarapan khas di Indonesia. Saya jawab aja kalau Indonesia itu negara kepulauan dengan ribuan suku, jadi tiap daerah punya ciri khas masing-masing; kalau di Depok, sarapannya nasi uduk, gorengan, dan bumbu kacang, ada juga bubur ayam. Karena dia sangat ramah dan menyenangkan, saya pun memberi uang Rp. 1.000 baru yang memang sengaja saya bawa ke Amerika untuk dijadikan cendera mata. Sebagai ganti, dia memberi saya uang koin Brasil 25 Centavos.

Accreditation Center sore itu tidak terlalu ramai. Meski ada beberapa orang yang sedang duduk menunggu, tapi tidak ada antrian pada saat saya mengambil foto dan scan paspor. Selanjutnya, barulah saya mengantri untuk menunggu nama dipanggil. Pertama, mengantri untuk ambil kartu akreditasi. Kedua, mengantri untuk ambil seragam. Wow, kartu akreditasi saya menunjukkan banyak sekali area yang bisa saya masuki. Kebetulan saya di Broadcast Services, bukan lagi Ticketing seperti di dua Piala Dunia sebelumnya. Lapangan, meja-meja para komentator, ruangan wawancara pemain dan pelatih, serta ruang konferensi menjadi beberapa titik saya bekerja. Keren bukan? Yang tidak kalah keren, adalah seragamnya!

Saya bisa bilang kalau seragam relawan FIFA di Piala Dunia 2026 ini adalah yang paling keren dibanding Piala Dunia 2018 dan 2022. Warna-warnanya sangat cerah dan modelnya pun trendi! Dari sejak pertama kali Instagram @fifavolunteer mem-posting seragam tersebut, saya udah terkagum-kagum. Secantik itu!! Mau tau dapet apa aja? Well, ada 1 topi, 4 kaos, 1 jaket, 1 celana panjang, 1 celana pendek, 1 tas pinggang, 3 pasang kaos kaki, dan 1 pasang sepatu. Topi udah diminta sama Papa saya, beliau emang selalu pakai topi relawan FIFA dari sejak keikutsertaan saya pertama kali. Haha. Saya juga dapat patch kota Dallas yang bisa ditempel di kaos, jaket, dan tas pinggang. Waktu di Accreditation Center kayaknya mereka lupa masukin, jadi saya baru mendapatkannya ketika datang ke shift pertama. Ada juga beberapa produk Dove berupa sabun dan deodoran.

Membawa pulang gembolan berisi semua perlengkapan itu, saya senyam-senyum sendiri. Salah satu kebanggaan menjadi relawan FIFA adalah ketika memakai seragamnya! Kami terlihat seperti orang-orang khusus karena apa yang kami kenakan spesial didesain dan dibuat untuk relawan semata. Gimana menurut kalian? Seragamnya, keren nggak?

Oh iya, waktu pulang, saya kembali mendapat supir Uber yang menyenangkan. Orang Texas asli, perempuan, dia dan istrinya penyuka Pokemon! Di mobilnya banyak banget boneka Pokemon sampe-sampe saya langsung video call keponakan saya Omar untuk kasih liat.

Leave a comment