Another late post! Haha. Maaf, maaf. Saya bakal kebut deh semua pengalaman 10 hari belakangan yang belum ditulis di blog, dan selanjutnya bakal sebisa mungkin bercerita ketika masih fresh! Oke, kali ini saya mau sedikit mengisahkan momen nonton pertandingan pertama di Piala Dunia 2026, tanggal 11 Juni waktu setempat (soalnya kalo di Indonesia udah dini hari tanggal 12 Juni). Pertandingan antara Meksiko dan Afrika Selatan. Karena di Airbnb tempat saya tinggal tidak ada TV, dan saya pikir saya mau suasana yang ramai, saya pun berangkat menuju FIFA Fan Festival, tempat di mana orang-orang berkumpul untuk nonton pertandingan selama Piala Dunia dari layar raksasa (dan TV-TV kecil lain yang tersebar di berbagai titik) dan juga menikmati beragam pertunjukan musik serta mendapat merchandise gratis yang menarik. Lumayan jauh letaknya, di Dallas, sekitar 30 menit dari Arlington. PS: Dallas Stadium itu nama rebranding ya, aslinya At&T Stadium dan letaknya di Arlington.
Saya tiba di FIFA Fan Festival menjelang jam 1 siang dengan hanya membawa hape saja. Kenapa? Yang diperbolehkan masuk cuma clear bag, itu lho, tas gaul yang bahannya plastik elastis dan isinya bisa keliatan dari luar. Saya nggak punya. Ini asumsi saya aja sih, mungkin takut ada yang bawa senjata api, mengingat mass shooting beberapa kali terjadi di Amerika, dan juga karena di Texas itu emang bebas bawa pistol (peluru dijual bebas di supermarket cuy, terpampang begitu aja).
Sudah banyak yang mengantri di luar gerbang masuk, namun anehnya, antrian tidak bergerak. Di bawah teriknya matahari musim panas yang menyengat, saya dan ratusan pendukung menunggu dengan sabar. Ketika opening ceremony dimulai dan kami belum juga diizinkan masuk, barulah sorak sorai meneriaki petugas terjadi. Haha. Saya cuma bisa diem. Haus banget dan tengkuk saya mulai perih kepanasan. Kami baru diperbolehkan masuk ketika opening ceremony sudah berakhir! Ah mengecewakan. Tapi, kecewanya cuma sebentar. Begitu masuk, berada dengan sesama penikmat bola, vibes-nya pun berubah seru dan sungguh sebuah mood boster.
Ramainya pengunjung siang itu, terutama karena banyak orang Meksiko tinggal di Dallas, menjadikan saya tidak mendapat tempat di area layar raksasa. Saya pun melipir dan bergabung dengan orang-orang yang menonton dari TV di booth bir Michelob. Mereka nggak kalah seru. Sangat ramah dan saya cepat sekali memulai pertemanan dengan mereka.
Di tengah nonton, saya melihat seorang pendukung Meksiko sedang minum bir dan di dekatnya ada beberapa gelas edisi khusus Piala Dunia yang cuma bisa didapat kalau kita membeli bir di botol. Dulu, waktu saya jadi relawan FIFA di divisi Ticketing, saya mudah memulung gelas semacam itu karena banyak penonton yang meninggalkannya begitu saja di kursi stadion, dan di situ adalah titik saya menjalankan tugas. Sekarang, karena tugas saya adalah Broadcast Services, udah kebayang deh tuh, nggak bisa memulung lagi. Akhirnya saya memberanikan diri minta. “Do you collect the cups? Can I have one?” Langsung dikasih! Saya pun memberinya souvenir berupa uang kertas seribu Rupiah yang memang saya bawa dari Indonesia untuk cendera mata.
Tidak lama dari itu, saya melihat 2 orang sheriff sedang berpatroli. Deputy sheriff lebih tepatnya, karena kalo sheriff mereka lebih di kantor untuk urusan administrasi dan penjara. Langsung dong saya norak. Saya samperin dan saya bilang, “I have only ever seen you on TV! Can I take a picture with you???” Mereka tertawa. Salah satu sheriff mengambil hape saya dan menjepret saya dan temannya. Ya ampun, tinggal ketemu koboi aja nih yang belum. Wk.
By the way, Meksiko menang 2-0 di pertandingan pembukaan tersebut dan setelah usai, grup yang berkenalan dengan saya mengajak untuk keliling-keliling. “You’re safe with us,” kata Chris Mendoza, yang nampak seperti ketua di geng tersebut. Dengan senang hati saya mengikuti. Kami mencoba beragam atraksi yang ada, joget di panggung musik, antri untuk mendapatkan gelang gratis dari Bank of America, sampai akhirnya malam menjelang dan kami pun berpisah.
Ah, sungguh hari yang menyenangkan. Tapi pulang-pulang saya kaget. Muka saya jadi 2 tingkat lebih hitam karena terpapar sinar matahari. Saya lupa pake tabir surya!!






