[Catatan Relawan Piala Dunia] Suatu Hari di Sviyazhsk

Standard

Privet!

Mendekati pertandingan terakhir di Kazan, berat banget rasanya. Kebayang harus ninggalin ini semua jadi semacam kenangan manis, bikin saya cukup meneteskan airmata. Gimana sih yak, sebulan sama-sama, kerja bareng, orang-orangnya dari budaya berbeda, suatu pengalaman yang nggak selalu ada kan?

Belum lagi Kazan dan kota-kota lain di Republik Tatarstan juga cantik, dan sebagai orang yang cuma pernah ke Rusia (alias negara lain di Eropa belom pernah tau), saya pasti akan merindukan pemandangan-pemandangan yang saya lihat selama tinggal di sini.

Sehari sebelum pertandingan Brasil lawan Belgia yang jadi laga terakhir di Kazan, saya, Jihuai, Zhaokui, dan Yuqiao memutuskan main ke satu pulau kecil bernama Sviyazhsk. Sialnya, kami bangun kesiangan, dan udah pasti nggak bisa ke sana naik kapal. Saking kepengennya, kami pun memutuskan patungan naik taksi dan… meski harus merogoh kocek cukup dalam serta berkendara selama 2 jam, tapi Sviyazhsk menjadi penutup wisata di Republik Tatarstan yang manis.

img_4623

696eefa8-e55c-40bf-b242-eec2fc9b27ff

img_4624

Asli dah! Saya sungguh menikmati berjalan kaki keliling pulau yang juga bisa dibilang desa tua ini.  Di tengah pulau, ada gereja, taman bermain, taman bunga, dan bangunan operasional seperti kantor pemadam kebakaran. Ada museum juga yang menjelaskan tentang sejarah Sviyazhsk. Sayang, sebagian besar dalam Bahasa Rusia. Tapi saya menangkap beberapa informasi bahwa di pulau ini dulu pernah jadi tempat penampungan anak-anak yatim piatu korban Perang Dunia. Ada juga penjara di masa itu yang bisa kita masuki dan cukup bikin merinding karena memang dibiarkan sama seperti kondisi di zaman dulu.

a709d568-c32e-42e5-a4a9-3e8ba3cfa4f8

img_4625

Mendekati pinggir sungai, rumah penduduk mulai terlihat banyak. Bentuk bangunannya mungkin cuma pernah saya lihat di ilustrasi cerita klasik. Anak-anak kecil penduduk setempat senang melambaikan tangan ke arah kapal yang lewat sambil berkata “Dasvidaniya!” atau “Selamat tinggal!” Pemandangan yang mengingatkan masa kecil saya, kala melihat pesawat terbang dan berteriak, “Minta duittt!!!” Kecil-kecil udah matre. Wakkk!

Saya sempat berdiri di pinggir bukit, menebar pandangan menatap sisi pulau di seberang. Langit biru rendah menjadi latar indah. Ah… Terasa damai.

Meski saya, Jihuai, Zhaokui, dan Yuqiao hanya di Sviyazhsk selama 4 jam, kami menambatkan sekeping hati kami di sini.

img_4604

Nantikan cerita saya selanjutnya ya! Dan cek hestek #CatatanRelawanPialaDunia di Instagram untuk melihat foto-foto kegiatan saya di Piala Dunia FIFA 2018 Rusia.

Dasvidaniya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s