[Catatan Relawan Piala Dunia] Tiga Cowok Ini Bisa Jadi Alasan Kamu Ikut Kegiatan Relawan Internasional

Standard

Privet!

Boom! Asli, nggak nyangka Instagram Stories saya selama jadi relawan Piala Dunia akan membuahkan semacam pengidolaan tersendiri terhadap beberapa insan yang pernah masuk dalam video atau foto yang saya posting. Terhitung ada tiga cowok yang meninggalkan kesan mendalam di hati teman-teman Instagram saya, bikin mereka klepek-klepek. Siap-siap, ini mereka! (Ssst! Kamu juga bisa kepoin profil @PsychoFat, trus cek highlight Rusia untuk bisa ngintip mereka!)

1. Jihuai (atau dikenal juga sebagai Even, bukan Evan atau Ivan)

Anak ini udah bareng sama saya dari hari pertama. Kebetulan kami sama-sama kerja di bagian ticketing dan hari pertama pelatihan, dia dateng terlambat. Karena kayaknya dia nggak enak banget telat, saya inisiatif nyamperin dia, ngajak kenalan biar dia nggak merasa sendirian, trus udah deh sejak itu kami selalu sama-sama. Jihuai punya hobi nyanyi, breakdance, main basket dan segala aksinya sering saya masukin Instagram Stories. Ke sininya? Oh nggak perlu saya yang inisiatif rekam, dia cukup tinggal bilang, “Mita, handphone.” Atau main embat gitu aja dan siappp saya terima nasib hape dipake ngerekam dia, berujung pesan, “Jangan lupa di-posting.” Ingin kuberkata kasar. Oiya, wajahnya yang mirip orang Korea (padahal dia asal Cina) juga mendukung tingkat kepopulerannya. Pernah kami lagi jalan melewati restoran dan empat cewek Rusia yang lagi makan memanggil dia untuk gabung dengan mereka. Saya? Yah berdiri aja di luar nungguin urusan mereka kelar.

Untitled

Waktu main ke pulau bernama Sviyazhsk.

2. Francesco (dibaca FranCesko ya, bukan FranSesko)

Kenal doi juga dari hari pertama pelatihan, tapi kami beda fungsi kerja. Francesco di bagian Doping Control. Dari awal kenalan, udah ngebatin: ini anak imut abis. Dan ada tekanan cukup tinggi ya bok kalo temen kita ganteng. Antara kitanya yang keliatan nggak pantes di samping dia, atau kitanya yang males karena terasa bener kalo every girl wants a piece of him. Sedap! Saya nggak pernah bener-bener ngajak dia ngobrol, paling kalo pas kebetulan ketemu di kantin Dobraya Stolovaya atau Volunteer Center, sekedar basa-basi. Tapi kalo udah jodoh mau gimana dong. Saya juga nggak ngerti gimana tiba-tiba kami jadi makan siang bareng di Volunteer Center, ngobrol panjang, lalu berlanjut ke ngobrol panjang lainnya, berlanjut ke jalan-jalan bareng, dan mulai deh dia mengisi Instagram Stories saya (yang awalnya saya pikir dia bakal nggak mau, karena kesan pertamanya pemalu). Ternyata? Mohon maaf ini ya, dia bisa lebih ngaco dari Jihuai. Tinggal kibas tangan depan muka saya, lalu tanpa kata-kata ngasih gesture nyuruh saya buka kamera dan yak biarin aja dia mau rekam kek, mau selfie kek. Ter-se-rah.

Untitled2

Waktu makan di restoran Yunani.

3. Lorenzo (LorenTZO, bukan LorenZO, apalagi LorenJO)

Kalo kata mereka-mereka yang kirim pesan lewat jalur pribadi, bocah ini mukanya adem kayak ubin mesjid. BUAELAH! Tapi khusus Lorenzo, dia emang bageur sesuai rupanya. Tenang, manis, mandiri, nggak mau ngerepotin orang, baik, rajin belajar (selama di Piala Dunia dia tetep belajar karena ada ujian tepat setelah kegiatan relawan selesai). Aduh emaknya pasti bahagia bener punya anak kayak gini. Muka malu-malunya sesuai dengan dirinya yang memang pemalu. Susah diajak foto, cuma mau difoto untuk urusan penting. Kami kenal tahun lalu di Piala Konfederasi. Saat itu sesekali dia ngontak saya untuk minta tolong diambilin cucian trus minta dilipetin. Ini saya emaknya apa gimana dah?

Untitled1

Waktu jalan-jalan di Bolgar.

Terima kasih lho kamu-kamu yang udah pada nitip-nitip pesen ke mereka, atau mengungkapkan ketidakkuatan kalian ketika menatap wajah atau nonton aksi mereka. Sangat sangat menghibur. Silakan ikut kegiatan jadi relawan di acara internasional, siapa tau ye kan berjodoh sama yang mirip-mirip Jihuai, Francesco, atau Lorenzo. Bahaha!

Nantikan cerita saya selanjutnya ya! Dan cek hestek #CatatanRelawanPialaDunia di Instagram untuk melihat foto-foto kegiatan saya di Piala Dunia FIFA 2018 Rusia.

Dasvidaniya!

Advertisements

3 thoughts on “[Catatan Relawan Piala Dunia] Tiga Cowok Ini Bisa Jadi Alasan Kamu Ikut Kegiatan Relawan Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s