3.5 Bulan “Dengan” Corona

Standard

Gokil! Udah masuk bulan Juli aja. Tahun 2020 sungguh terasa luar biasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nggak banyak cerita, kita nggak leluasa ke mana-mana karena Corona Virus Disease 2019 atau biasa disingkat Covid19 makin merajalela. Barusan saya cek di Covid19 Global di Google, per kemarin 30 Juni 2020 Indonesia nambah kasus sebanyak 1.293. Yang artinya total kasus terkonfirmasi sudah mencapai angka 56.385. Duh makin panik! Soalnya sejak seminggu yang lalu, tiap hari rata-rata seribu kasus baru muncul.

Well, saya nggak mengklaim paling patuh soal urusan jaga diri di tengah pandemi ini; saya masih keluar rumah untuk belanja bulanan sejak WFH alias work from home, atau seminggu sekali ke toko buah untuk stok asupan, dan bahkan ketika new normal mulai dijalankan, saya sempat sekali juga temu kangen Mike Lapointe dan Mike Martin untuk makan sushi. Tapi nggak deh, kayaknya nggak bakal lagi saya hangout sebelum kurva kasus Covid19 melandai. Karena jujur, meski saya dari Depok ke Jakarta nggak naik kendaraan umum, masker nggak lepas kecuali pas makan, bentar-bentar ngoles hand sanitizer, dan saya mainnya di Senayan City (sepi banget!), perasaan ini tetep waswas bakal terpapar virus. Iya, bisa dapetin interaksi nyata dengan kedua teman baik saya itu emang rasanya sangat menyenangkan, apalagi 3.5 bulan terakhir hidup saya nggak ke mana-mana. Cuma kalo dipikir-pikir, selain hangout new normal terasa mahal (harus bayar taksi dan makan di restoran di mal kelas atas demi menghindari keramaian), rasanya saya tetep nggak boleh egois, harus tetep sebisa mungkin di rumah aja.

CovidTestTerdekat11

Eh iya, penasaran. Seberapa berubahnya sih hidup kalian karena Covid19? Satu hal yang paling saya rasain bedanya adalah di urusan makan. Saya bukan penyuka sayuran, tapi karena salah satu cara mencegah tertular Covid19 ini adalah dengan makan makanan sehat, maka sayuran menjadi hal mutlak yang saya makan tiap hari. Awalnya males, cuma mau gimana lagi? Work from home aja udah bikin saya kurang gerak, kalo makannya juga nggak bergizi kan jadi gampang sakit. Untungnya kalo buah-buahan saya nggak harus terpaksa ngunyah. Emang hobi. Apalagi sekarang lagi musim kelengkeng, leci, anggur, jeruk… dari kemarin saya tiap sore bikin es teh tawar trus diisi leci banyak-banyak. Seger! Selain itu, saya juga jadi rutin minum jamu tiap pagi. Kunyit asem! Biar tetap bugar, dan ya siapa tau bonus kurus juga. Ahaha!

Balik ke bahasan new normal. Saya masih belum balik ke kantor, tapi suami udah. Langsung dong, begitu penerbangan-penerbangan bisa beroperasi lagi, klien-klien dia di lokasi ngontak. Salah satunya ada di Batam. Sebelum ke sana, suami saya harus dapet dokumen resmi dari rumah sakit yang menyatakan bebas Covid19. Yang dia perlukan saat itu cukup rapid test saja. Saya bantuin cari info Covid test terdekat pake aplikasi HaloDoc di hape. Pas aplikasi dibuka, di halaman pertama sudah ada tab berjudul Tes COVID-19 Tes Rapid & PCR. Begitu di-klik, secara otomatis daftar rumah sakit terdekat yang memiliki layanan test Covid19 muncul beserta jenis dan biayanya. Mudah banget.

Kalian boleh lho donlot aplikasi HaloDoc buat jaga-jaga, karena bisa juga untuk konsultasi dengan dokter sekaligus beli obat. Setahun lalu saya daftar di HaloDoc karena ada masalah migren dan lagi nggak ada orang rumah yang bisa nganter ke dokter. Akhirnya saya nge-chat dokter yang tersedia di HaloDoc, ngasih tau keluhan yang ada sekaligus menjawab pertanyaan dari beliau, udah deh; dapet resep, pesen obatnya, dan… migren saya pun bisa teratasi. Kalian bahkan bisa beli obat diet di sini, yang dijamin merk aman karena HaloDoc cuma jual obat yang sudah terdaftar. Waktu saya masih masa pemulihan setelah sakit demam berdarah pun saya pesan vitamin untuk ningkatin daya tahan tubuh lewat HaloDoc. Segampang itu memang penggunaannya.

Ngomong-ngomong, kalian sendiri ada yang udah balik normal kayak suami saya nggak? Mau nggak mau harus iyain tugas kantor untuk dinas di luar daerah atau pulau? Sebenernya sih selama protokol kesehatan nggak ada yang dilanggar, in syaa Allah aman-aman aja ya, meski saya paham banget pasti rasa khawatir itu tetap ada. Saya aja pas suami balik dinas, kita pisah ranjang seminggu untuk jaga-jaga meski sebelum pulang dia sudah jalanin lagi Covid test terdekat lokasi kerja. Dan, sementara Covid19 masih belum ada obatnya, semoga kita semua sehat selalu. Masker jangan lupa, cuci tangan sering-sering, makan yang bergizi, istirahat cukup, dan paling penting… hindari stres! Ahaha.

2 thoughts on “3.5 Bulan “Dengan” Corona

Leave a Reply to ceritariyanti Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s