Bertemu David Beckham!

Standard

Merhaba! Puluhan tahun lalu, saya menulis di buku harian kalo saya pengen bisa bertemu pemain bola ini dan itu. Angan-angan belaka, tentu. Bisa lihat dari layar kaca atau artikel di tabloid dan majalah aja udah seneng banget. Tapi Tuhan bekerja dengan cara misterius. Hari itu ada email masuk dari program relawan-nya FIFA. Ajakan untuk daftar acara spesial di Volunteer Center. Apa sih acara spesial-nya? Entah. Saya iseng aja booking sesi karena di tanggal tersebut saya belum ada jadwal kerja di stadion. Dengan berseragam relawan lengkap, saya datang ke acara. Kami dikumpulkan di satu ruangan besar, yang kalo diliat dari setting tempat, kayaknya sih ini acara berupa talk show. Saya lalu mengambil posisi duduk paling depan.

Nggak lama kemudian, MC meminta kami bertepuk tangan untuk menyambut kehadiran… David Beckham! Saya sempat melongo sesaat. Apa? Gimana? Siapa?? David Beckham??? Dan bener aja dong, David Beckham masuk ruangan bersama Ghanim Al-Muftah, remaja dengan disabilitas yang ada di upacara pembukaan Piala Dunia 2022 bareng Morgan Freeman, dan beberapa orang relawan terpilih.

Mata saya nggak lepas dari David Beckham, dan bahkan air mata ini sempat menggenang dengan sendirinya. To see a famous football player from your childhood, right in front of you… it was surreal! Bincang-bincang dimulai dan David Beckham ditanya tentang apa yang diperlukan untuk jadi seorang pemimpin, secara doi kan kapten. Dan jawabannya… ini yang saya nggak inget. Jujur, saya udah ilang fokus sama bahasan di talk show tersebut.

Kebahagiaan saya nggak cukup sampai di situ. Kami dilarang mengambil foto dan video selama acara tapi tebak deh?! Saya menjadi satu-satunya yang berhasil mendapatkan tanda tangan David Beckham! Saya anggap saya beruntung karena begitu acara selesai Beckham langsung digiring pergi, MC juga melarang kami ngobrol dengannya; tapi berhubung saya berdiri tepat di belakang dia waktu sesi foto, saya nekat nyamperin untuk salaman dan minta tanda tangan. Dan doi ramah banget!!

Asli dah! Kalo bisa pingsan mah pingsan kali. He’s aging gracefully. Seganteng yang saya liat di masa remaja. Wangi pula! Dan senyumnya itu… Duh tolonggg! Apalagi pas berdiri tepat di belakang dia waktu sesi foto bersama, godaan untuk mengendus rambutnya kuat sekali sodara-sodara!

Seharian, saya nggak cuci tangan.

Cek juga keseruan saya jadi relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar di highlights Instagram Stories @PsychoFat!

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s