Seleksi Menjadi Relawan FIFA di Piala Dunia 2022 Qatar

Standard

Merhaba! Sebenarnya, saya udah pernah menulis artikel tentang bagaimana menjadi relawan FIFA di tautan ini. Buat yang mau sekedar baca boleh mampir ya. Berhubung tulisan tersebut mengenai Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018, saya bikin lagi deh untuk Piala Dunia 2022, meski sejujurnya proses utamanya tuh nggak ada yang beda banget. Secara umum, alur seleksi dibagi menjadi: pendaftaran, undangan wawancara, tawaran posisi, proses visa, lalu keberangkatan.

Pendaftaran untuk event besar biasanya dibuka sejak satu sampai dua tahun sebelum acara digelar. Bukan hal eksklusif yang cuma bisa diakses orang tertentu. Dibuka untuk umum, dan berita tentang pendaftaran dapat ditemukan di website atau media sosial organisasi tersebut. Contoh, kalo mau info tentang relawan FIFA, kalian follow aja Facebook atau Instagram FIFA. Tapi khusus FIFA sendiri saat ini sudah ada portal khusus relawan di https://volunteer.fifa.com/login.

Usai sukses mendaftar, kita tinggal duduk manis menunggu email tentang tahap selanjutnya. Nggak ada waktu yang pasti. Dulu pertama kali daftar untuk Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018, saya mendapat email lanjutan 1.5 bulan kemudian. Untuk Piala Dunia 2022 malah menunggu sampai 4 bulan lamanya. Jadi yang kita bisa lakukan emang cuma nunggu aja.

Nggak ada tips khusus tentang pengisian pendaftaran, tapi kalo saya sih biasanya membuka formulir dari laptop, supaya tampilannya lebih menyeluruh dan nggak ada bagian terlewat. Saya juga sengaja menyediakan waktu khusus yang lowong dan nyaman biar lebih fokus mengisi jawaban. Lalu, untuk pertanyaan yang jawabannya perlu penjelasan, misal: Apa motivasi kamu ikut kegiatan ini? Kenapa kami perlu memilih kamu sebagai relawan? sebaiknya dijawab dengan sungguh-sungguh. Tunjukin minat kamu.

Oh iya, jika kalian diminta memilih mau kerja di bagian apa, sedangkan ini pertama kali kalian mencoba daftar dan kalian juga gak familiar dengan posisi-posisi yang ditawarkan, pilih aja yang paling mendekati dengan keahlian. Saya inget, dulu di Piala Dunia 2018 saya memilih Language Specialist karena saya kan guru Bahasa Inggris. Ternyata nggak sesuai kriteria; untuk posisi itu mereka pengen seseorang yang bisa beragam bahasa. Akhirnya ditawarin posisi Ticketing deh. Awalnya juga mayan bingung, soalnya nggak ada pengalaman di bidang itu. Tapi percayalah kalo semua bisa dipelajari seiring sejalan. Malah jadi kesempatan bagus untuk belajar kemampuan baru.

Wawancara menjadi tahap besar selanjutnya. Di Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018, sebelum mendapat jadwal wawancara, saya dikirimi dulu email tentang kota lokasi kerja dan undangan test Bahasa Inggris. Sedangkan untuk Piala Dunia 2022, tidak ada test Bahasa Inggris khusus (hanya menjadi bagian di pelatihan online itu pun sudah diterima). Kayak gimana sih wawancaranya? Untuk Rusia saya wawancara lewat Skype secara face-to-face; untuk Qatar berupa group interview, pada saat itu ada sekitar 12 orang yang diwawancara secara bersamaan di satu sesi Microsoft Teams. Pertanyaan wawancara mudah dijawab kalau kalian mengisi pendaftaran dengan serius, karena cuma diulang-ulang aja dari situ. Masih inget kan sama pertanyaan dan jawaban kalian? Ya paling ada tambahan yang berkaitan dengan kegiatan relawan, misal: Kualitas apa yang sebaiknya dimiliki seorang relawan? Ada nggak kejadian dalam hidup yang menunjukkan jiwa relawan kamu? Jadilah diri sendiri dalam menjawabnya.

Kalo kita lolos wawancara, maka tahapan selanjutnya menjadi jauh lebih mudah. Kita akan ditawarkan posisi, dan setelah konfirmasi udah deh, tinggal urus proses keberangkatan. Visa akan diberikan secara gratis, info-info seputar keberangkatan dan kegiatan di acara tersebut juga akan dikirim satu per satu. Btw, ketika kita mengkonfirmasi keikutsertaan, kita sudah harus siap jika harus membiayai diri sendiri selama kegiatan berlangsung. Kita mendaftar untuk kegiatan relawan, berarti hal yang memang tanpa imbalan dan dilakukan secara sukarela. Jika pada akhirnya mendapat fasilitas, alhamdulillaah. Kalau tidak, tapi tetep pengen banget ikut, karena tau pengalaman yang didapat bakal tak ternilai, boleh pake cara cari sponsor seperti yang saya lakukan. Cerita tentang nyari sponsor lanjut di tulisan selanjutnya ya. Sekarang saya mau cuci baju dulu, dan siap-siap tugas di pertandingan nanti malam, Argentina lawan Kroasia!

Cek juga keseruan saya jadi relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar di highlights Instagram Stories @PsychoFat!

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s