Sejarah Bangkok di Pertunjukan Seni Teater Siam Niramit

Standard

Menikmati malam di kota Bangkok bisa lewat beragam kegiatan. Saya sudah pernah nonton Muay Thai di Asiatique dan wisata malam dengan Bangkok Tram di Khaosan Road. Atas dasar egoisme nggak mau mengulang datang ke tempat yang udah pernah dikunjungi, maka ketika saya menyusun rencana perjalanan Bangkok hari pertama untuk Thea, saya bilang, “Kita nonton pertunjukan aja yuk. Gue belum pernah nonton Siam Niramit. Ini katanya direkomendasiin banget.” Asiknya, si Thea mah nurut aja. Kebetulan kami memang klop kalo urusan jalan.

Saya membeli tiket Siam Niramit lewat www.hotels2thailand.com seharga 815 Baht. Jauh lebih murah dibanding beli di teaternya langsung (1500 Baht cuy!). Nah, Hotels2Thailand bisa jadi pilihan kamu untuk beli tiket masuk atraksi di Thailand dengan harga miring. Saya udah sering pake dan memang terbukti selalu lebih ramah kantong, juga aman.

Saya dan Thea pergi nonton Siam Niramit seusai keliling tiga kuil di Bangkok. Sekitar jam 4 sore kami menempuh perjalanan dengan bis lalu lanjut kereta. Turun di MRT Thailand Cultural Center Exit 1, akan ada seorang petugas dengan kaos polo hitam berlogo Siam Niramit menunggu. Dia akan kumpulin para penonton untuk nantinya diajak naik bis shuttle menuju lokasi (datang tiap 15 menit mulai dari jam 17.15). Berhubung masih banyak waktu dan kami belum makan siang, saya dan Thea mampir dulu ke mall terdekat, namanya Esplanade Ratchadapisek, untuk mengisi perut. Lewat jam 7 baru deh kami kembali ke MRT Thailand Cultural Center Exit 1, numpang bis shuttle bersama turis lain.

Processed with VSCO with e1 preset

Esplanade Ratchadapisek. Lagi ada pameran bunga Tulip waktu kami datang. Cantik! Seketika kangen almarhumah Mama karena beliau suka sekali bunga.

Mungkin dari tadi ada yang udah bertanya-tanya, Siam Niramit itu apaan sih? Sesuai judul tulisan, Siam Niramit merupakan pertunjukan seni teater. Apa menariknya? Pertunjukan ini mempertontonkan pergelaran sejarah Bangkok di jaman dahulu kala. Kok tiketnya mahal? Karena panggungnya megah, dan juga dimainkan oleh pemain teater profesional.

Ngomong-ngomong, tulisan kali ini bakal minim foto banget ya, soalnya dilarang mengambil gambar sepanjang pertunjukan. Untuk kamu yang belum pernah ke Siam Niramit dan pengen tau alur kisahnya, niiih saya ceritain.

Processed with VSCO with e3 preset

Cuma boleh foto di luar teater. Kenalin, ini sepupu saya Thea.

Tarian pembuka mengiringi kedatangan tuan puteri dan raja. Ada gajah beneran juga, warbiyasak! Lalu, adegan beralih ke bawah laut, mengisahkan awal mula orang Siam (sebutan Thailand dulu) menemukan mutiara dari lautannya. Kemudian, orang-orang mulai berdatangan dari Cina, membawa kain, guci, piring, serta Tari Kipas. Bangsa Melayu dengan pakaian sarung dan baju koko muncul diiringi musik khas Melayu. Nampaknya ini adalah cerita awal mula terjadinya percampuran orang Siam dengan negara di sekitarnya. Dikisahkan sebagian ada yang berpasangan dan kembali berlayar, namun ada juga yang menetap di Siam.

Peradaban Khmer menjadi adegan selanjutnya. Penonton disuguhkan dengan tarian menepuk batok kelapa, dan tarian lompat di antara batang-batang bambu seperti Tari Saureka-Reka asal Maluku. Melihat ini saya jadi berpikir, bahwa percampuran bangsa-bangsa memang terjadi sudah sejak dari ratusan tahun lalu.

Siam Niramit juga mengisahkan tentang ibukota Siam jaman dulu, bernama Ayutthaya. Yang keren dari adegan ini adalah, panggungnya beneran ada sungai dong! Ada kambing beneran juga. Dan pergantian properti panggungnya mulus banget, sampe nggak sadar kalo udah ada rumah-rumah tradisional Siam. Di bagian ini kita bisa melihat bahwa Siam pernah kena malapetaka besar di masa itu berupa hujan deras (dan panggung beneran ada hujannya), namun malah membawa berkah yaitu tanaman padi tumbuh subur di tanah Siam.

Selain itu, tentu kegiatan bela diri Muay Thai yang menjadi khas Thailand ikut serta ditampilkan. Tentang kedatangan orang Inggris membawa upeti kepada raja juga menyemarakkan cerita Siam Niramit.

Biar nggak bosan, penonton dilibatkan dalam selingan menghibur. Ada seorang lelaki dipanggil untuk membantu dalam pertunjukan angklung seorang pria bertopi bundar. Usut punya usut, ternyata hari itu dia ulang tahun. Seru deh melihat dia dikerjain. Haha!

Bagian terakhir dari pertunjukan Siam Niramit adalah tentang kepercayaan yang dianut oleh orang Siam. Dikatakan orang Siam mempercayai karma; bahwa kebaikan akan membawa kebaikan, dan keburukan membawa keburukan. Penggambaran neraka membuat saya cukup terpaku dan merinding. Memanjat pohon duri, direbus dalam air mendidih, isi perut dimakan iblis, adalah sedikit dari hukuman yang didapat orang jahat. Penggambaran khayangan diisi hewan-hewan mistis, peri-peri, serta dewa-dewi. Penggambaran surga memberi perasaan lega, kehidupan yang penuh ketenangan dan keindahan.

Siam Niramit ditutup meriah dengan penari berkostum sayap warna-warni melenggak-lenggok di udara. Penonton terhanyut dalam parade beragam festival Siam. Lagi-lagi gajah beneran hadir di tengah kami. Beberapa penonton diajak ke panggung yang telah diubah kembali menjadi sungai, untuk menaruh lilin dan membiarkannya mengalir…

Wah, asli deh saya dan Thea puas banget. Nggak merasa rugi keluar duit hampir Rp. 400,000 untuk satu pertunjukan berkelas semacam Siam Niramit. Kami juga dapet duduk dekat dengan panggung, padahal awalnya udah pasrah duduk di mana aja karena mikir harga tiket yang kami beli lebih murah dari harga di teater. Sesekali, meski jalan-jalan irit, kamu boleh juga lho menyisihkan uang agak besar untuk satu dua atraksi yang memang bagus dan menambah pengetahuan.

Processed with VSCO with e3 preset

Advertisements

3 thoughts on “Sejarah Bangkok di Pertunjukan Seni Teater Siam Niramit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s