Mau Jadi Relawan FIFA di Piala Dunia?

Standard

Ini adalah tulisan ketiga saya terkait cara menjadi relawan FIFA. Waktu Piala Dunia 2018 dan 2022, saya udah pernah cerita juga dan untuk Piala Dunia 2026 kembali saya beberkan meskipun sebenarnya nggak ada yang berubah. Haha. Banyak yang nanya lewat DM Instagram, ya udah saya kasih tau lagi.

Secara proses, tahapan seleksi relawan FIFA cukup sederhana dan nggak ribet. Dimulai dari daftar, tunggu dapat email lolos seleksi, datang ke wawancara, lalu tunggu lagi deh untuk penentuan diterima atau nggaknya (lolos seleksi bukan berarti sudah terpilih resmi). Di luar itu memang ada yang sedikit berbeda. Misal, untuk Rusia dulu, saya melakukan tes Bahasa Inggris online setelah submit pendaftaran, dan wawancaranya one-on-one. Untuk Qatar, tidak ada tes Bahasa Inggris dan wawancaranya berupa group interview (sekitar 12 orang). Untuk Amerika juga tidak ada tes Bahasa Inggris dan tidak ada wawancara. Kita cuma disuruh datang ke tryout lewat Zoom berisi 70-an kandidat, dan sesinya menurut saya lebih ke pengenalan terkait acara, kegiatan relawan, dan area-area tugas yang akan diisi oleh relawan.

Pendaftaran untuk menjadi relawan Piala Dunia biasanya dibuka 1-2 tahun sebelum perhelatan dimulai. Sekarang FIFA Volunteer udah punya Instagram sendiri yaitu @fifavolunteer, jadi kalian langsung deh tuh follow supaya bisa lebih gampang dapet info. Kalo dulu, saya taunya dari Facebook FIFA. Mau cara lebih gampang untuk otomatis tau ketika pendaftaran udah dibuka? Daftarkanlah diri kalian ke https://volunteer.fifa.com/login lalu isi data selengkapnya. Udah deh. Tiap ada info terkait FIFA Volunteer, kalian bakal dikirimi email. Jadi nggak perlu waswas ketinggalan berita.

Untuk syarat, yang wajib cuma udah berumur 18 tahun dan bisa ngomong pake Bahasa Inggris, karena kan komunikasinya nanti memang pake Bahasa Inggris. Minimal level Intermediate kali ya. Nggak ada batasan umur, dan kalau ada kendala misal kalian punya disabilitas, atau sedang hamil, kalian tetep bisa daftar. Selama kalian punya apa yang FIFA Volunteer cari dari seorang relawan, mereka tidak segan-segan memilih dan mencarikan kalian posisi yang tepat!

Oh iya, kalau kalian bingung mau tugas di bagian apa (karena ini merupakan pertanyaan dari pendaftaran nanti), kalian bisa pilih mana yang paling kalian minati meski belum ada pengalaman. Dulu di Piala Dunia 2018 saya memilih Language Specialist karena saya pikir kan saya guru Bahasa Inggris. Eh ternyata nggak sesuai kriteria. Haha. Itu untuk mereka yang bisa ngomong di luar Bahasa Inggris, misal Spanyol, Prancis, Jerman, Arab, dan lain sebagainya. Tapi mungkin karena mereka lihat saya punya potensi bagus jadi relawan (tsaahhh), akhirnya ditawari posisi Ticketing. Awalnya juga bingung, saya nggak pernah kerja di bidang tersebut. Namun percaya deh kalo semua bisa dipelajari seiring sejalan. Malah jadi kesempatan bagus untuk belajar kemampuan baru. Piala Dunia 2026 ini aja saya mendadak ditawari tugas di Broadcast Services, padahal selama 2 Piala Dunia terakhir saya anak Ticketing.

Oiya, menjadi relawan FIFA itu tidak dibayar lho ya. Ini pertanyaan klasik yang sering banget dilontarkan sejak keikutsertaan saya di 2018. Dibayar berapa? Saya nggak mau panjang lebar jawab. Intinya, saya paham kita pasti punya cara pandang berbeda terkait sesuatu. Kalau buat saya, sesuai nama, sukarelawan; karena suka, jadi rela. FIFA Volunteer tidak membayar dengan uang; saya mendapat pengalaman yang nilainya tidak terhingga selama bertugas dan tinggal di negara tuan rumah.

Sebagai relawan, kita juga harus jaga-jaga mempersiapkan semua dari kocek sendiri. Fasilitas yang sudah pasti didapat adalah seragam (yang mana ini keren banget) dan makan saat bertugas. Tiket pesawat, visa, tempat tinggal, dan transport di kota bertugas perlu kita antisipasi. Waktu Rusia dan Qatar, visa diberikan gratis, tempat tinggal dan transport dalam kota juga ditanggung. Untuk Amerika, semua dibiayai secara mandiri.

Gimana kalau nggak ada dana? Cari sponsor! Bisa baca di sini. 2018, tiket pesawat saya dari Pak Prabowo. 2022, Pak Erick Thohir mensponsori tiket pesawat. 2026 memang nggak dapet sponsor, tapi tetap bisa terwujud meski Rupiah lagi lemah-lemahnya. Baca di sini.

Masih tertarik jadi relawan FIFA?

Leave a comment