Cerita Eyang

Standard

Ada yang berbeda di atas meja makan depan kamar. Bukan, bukan taplaknya yang baru. Taplaknya masih yang lama. Tapi saya tau persis, ada yang beda. Pasfoto. Saya tidak serta menerta menengok pasfoto siapa gerangan… Sampai kemudian saya menyadari bahwa di balik taplak transparan tersisip foto dan KTP Mami -sebutan saya untuk Nenek dari pihak Mama. Tak tahan saya menatap kedua benda itu lama-lama, langsung saya berpaling… Selalu ada rasa sedih mengingat almarhumah, bahkan hanya dengan melihat fotonya.

Continue reading

Kamu Bagus

Standard

Dan kini, ketika kamu di atas, dan kamu dipertemukan dengan seseorang dari masa lalumu, yang kemudian memicingkan mata tak percaya, bahwa kamu “kok bisa” berada di posisi sekarang, karena menurutnya kamu tidak sebagus itu…

Tenang saja.

Continue reading

Pergantian

Standard

12 bulan di 2014 telah terlewat. Ada asa yang terpenuhi. Ada asa yang tak kunjung terjadi. Yang lucu dari pergantian tahun adalah bahwa saya memiliki lebih banyak perasaan yang memuncak dibanding waktu lain, terutama untuk menghadapi 12 bulan di depan. Semangat, kepercayaan diri bergelora, yakin bahwa akan lebih banyak lagi berkah karunia dari Allah yang akan dilimpahkan. Takut, khawatir, bagaimana jika tahun ini saya tidak berhasil memenuhi resolusi yang saya tetapkan, tidak menjadi orang yang lebih bahagia?

Continue reading

Lapangan

Standard

Apa saja tempat bermain yang masih kamu ingat dari masa kecilmu?

Lapangan. Di tahun 1990-an bisa dibilang rata-rata anak di masa itu pasti banyak menghabiskan sore harinya di lapangan. Seusai tidur siang, atau sepulang sekolah. Saat matahari pelan-pelan turun dan sinarnya tak lagi terik. Saat angin menyiulkan semilirnya.

Continue reading

Sepenggal Keresahan

Standard

Orang yang kamu utamakan, belum tentu ikut menjadikan kamu prioritasnya. Contoh: Ketika kamu pengen makan enak, kamu selalu mengajak si Fulan untuk menemani kamu. Ketika ada film baru yang kamu nantikan, kamu traktir si Fulan nonton bioskop. Dan ketika kamu punya voucher masuk Dufan gratis, lagi-lagi si Fulan yang kamu ingat. Yang kamu mau, ketika kamu bersenang-senang, si Fulan juga harus merasakan kesenangan denganmu.

Continue reading

Baru Dan Lama

Standard

Sudah seminggu saya kembali bekerja di Wall Street English, salah satu tempat les Bahasa Inggris ternama di Jakarta dan Bandung. Nggak nyangka, 2 tahun lalu saya meninggalkan tempat ini, dan akhirnya karena tergiur posisi baru dan penghasilan baru #asek saya pun memutuskan untuk berhenti dari sekolah pariwisata dan perusahaan Belanda yang sedang saya ajar, untuk ber-hai kembali, mencari nafkah di wilayah Pondok Indah ini.

Continue reading

Kerasnya Hidup?

Standard

Saya termenung. Barusan saya melihat dua orang remaja cantik berpakaian lumayan seksi dan menarik berseliweran di pintu masuk terminal. Menjajakan rokok. “Merayu” agar dagangan mereka dibeli. Rela “digoda” oleh calon pembeli yang tampaknya kenek dan “preman” terminal situ. Saya jadi bertanya-tanya, apa mereka sungguh-sungguh senang melakukan itu? Demi tambahan uang jajan? Nggak takut diapa-apain kah? Kok tumben promo rokok di terminal begitu? Bukan biasanya di dalam mall?

Continue reading

Madu Mongso Dari Mbah

Standard

Suami saya masih mempunyai seorang Mbah. Walaupun di usia rentanya beliau sudah tidak sanggup berjalan dan harus dipapah, sudah sedikit pikun; Mbah masih bisa diajak berbincang-bincang seperti biasa. Saya mengenal beliau sejak jaman masih pacaran dengan suami, sekitar tahun 2007. Saya pikir, beliau tidaklah terlalu memperhatikan saya. Dalam arti, saya kan memang bukan orang Balikpapan (kampung halaman suami), bertemu beliau pun paling hanya setahun sekali. Tapi ternyata, saya dibuatnya terharu.

Continue reading

Kalah

Standard

Sejak pertama mengenal bola, tim nasional yang selalu saya dukung adalah Argentina. Hanya itu. Tidak ada tim favorit kedua. Jika mereka keluar dari kompetisi, ya sudah, saya tidak mencari tim lain untuk saya bela. Sisa pertandingan saya tonton hanya sekedar untuk memanjakan mata.

Tahun ini adalah Piala Dunia ke-6 yang saya kenal. Sejak awal kompetisi, tidak sekalipun saya berharap tinggi untuk Argentina mengingat selama 5 Piala Dunia terakhir, rekor tertinggi mereka hanya sampai perempat final. Namun begitu mereka lolos dari penyisihan grup dan saya melihat-lihat sisa lawan yang ada, muncul keyakinan cukup besar mereka bisa menjadi juara. Swiss, Belgia, Belanda pun berhasil dikalahkan sampai akhirnya dini hari tadi mereka berhadapan dengan Jerman di final.

Continue reading

On Air Bareng Prambors

Standard

Senin pagi udah seru aja. Pas lagi mantengin timeline Twitter, radio Prambors 102.2 FM nanya ada nggak hal atau benda yang menurut kawula muda bisa bawa hoki. Langsung lah saya jawab: Kalo ke Dunia Fantasi, yang pertama kali wajib dinaikin itu Komidi Puter. Kalo nggak, sepanjang hari bakal dapet antrian panjang di permainan-permainan lain.

Continue reading