Inggris Adalah Ambisi, 21 Tahun Mimpi

Standard

Dear Mister Potato,

Halo Mister! Apa kabar? Kalo saya disini gemuk-gemuk saja. Akhirnya ya, saya memberanikan diri juga untuk nulis ini ke Mister. *salto* Berawal dari twit akun @KartuPos ber-hashtag #InggrisGratis tanggal 1 Mei silam, saya langsung meluncur untuk baca syarat dan ketentuannya. Wow! Tajir banget si Mister mau biayain ke Inggris cuma karena mengarang bebas. *mata belo*

Continue reading

Ironis

Standard

Beberapa orang yang saya kenal banyak bikin status tentang program TV yang menurut mereka “sampah” dan tidak mendidik. Pendapat dan komentar mereka  cukup pedas. Lucunya, ketika mereka mengetahui bahwa saya tidak menyukai beberapa film box office dengan alasan “Ceritanya nggak masuk akal, cuma jual animasi aja. Robot segede gitu buat menyelamatkan dunia? Mereka bertarung aja dunia udah hancur berantakan.” atau “Gue nggak suka, sebentar-sebentar berantem. Udah gitu karakternya kaku, bikin ngantuk.” mereka bisa-bisanya menganggap saya aneh dan berkata, “Kalo nonton film mah nikmatin aja, gak usah dipikirin sampe kejauhan.”

Continue reading

Menjelang Akhir Tahun Ajaran

Standard

Tadi pagi ketika mengajar Bahasa Inggris di TK Darma Bakti, ada satu kejadian yang cukup menyentuh. Seperti biasa kalau saya masuk kelas, murid-murid akan lari menghampiri lalu menyalami. Begitu juga ketika kelas berakhir, mereka akan mencium tangan saya.

3 murid lelaki saya, Biandra, Davin dan Rasya merengek, “Kak, gendooong…” Mendengar permintaan itu saya hanya berkata, “Wah berat! Kan sudah mau masuk SD. Kak Lian nggak kuat.” Tapi mereka tetap merengek sampai akhirnya berhenti karena bel pulang berbunyi.

Continue reading

Berdebat Dan Berita

Standard

Sewaktu SMA saya bersama Nurul dan Yulinda pernah ikut lomba debat dalam Bahasa Inggris di Universitas Bina Nusantara. Kami kalah ketika mendapat topik tentang terorisme. Pertama, kami mendapat posisi untuk mendukung topik tersebut. Kedua, pembicara cowok dari tim lawan kece banget saya jadi lumayan terpesona.

Bukan!!

Continue reading

Dimulainya Petualangan Bikin Kue

Standard

Dunia kue dan masakan nggak asing buat saya. Mama saya pintar memasak. Sejak beliau 3 SD, Mami (sebutan saya untuk Nenek dari pihak Mama) sudah mempercayakan urusan dapur ke beliau. Jadi nggak heran kalau Mama masak, beliau nggak perlu pake takaran seperti di resep-resep. Semuanya menggunakan takaran perasaan dan ajaibnya selalu pas. Mami sendiri adalah pembuat kue yang handal. Dapurnya seringkali wangi aroma mentega dan adonan. Waktu kecil, saya selalu diizinkan menjilati sisa adonan kue bolu yang menempel di spatula.

Continue reading

Menonton Hidangan

Standard

2 hari terakhir ini bawaannya pengen makan kue melulu gara-gara lagi keranjingan nonton Cupcake Wars dan Masterchef Australia di channels Indovision. Sungguh-sungguh menggugah selera!! Kagak nahan! Cupcakes-nya lucu sekaligus elegan dan yang paling penting, rasanya unik. Ada daging karamel, coklat pedas sampe rasa sereh!! Di mana ya bisa nemu kayak gitu? Kalo Masterchef sih saya lebih suka geregetnya ngeliat mereka ngadu potong kentang, ayam sampai bikin kue dan masakan yang susah macam daging buaya. Hahaha…

Continue reading

Ber-Mellow-Mellow

Standard

Karena sekolah saya di Puncak libur, saya jadi punya banyak waktu untuk beres-beres kamar. Alkisah ditemukanlah buku harian jaman saya sekolah dulu. Dari SMP sampai kuliah. Wah! Saya seperti dibawa lewat mesin waktu.

Benar adanya kalo dibilang masa sekolah itu adalah masa terindah. Dari apa yang saya tulis, dunia saya di masa itu sangat warna warni, tiap harinya berbeda kisah. Senang, sedih, marah, bosan, benci, takut, panik, semua perasaan ada. Saya beberapa kali terkaget-kaget tak percaya ketika membaca saya pernah berantem waktu SMP atau betapa bahagianya saya karena jalan bareng dengan cinta monyet saya kala SMA.

Continue reading

Sampai Jumpa Lagi, Dean!

Standard

Di tempat kursus Bahasa Inggris tempat saya bekerja dulu, saya lumayan dekat dengan beberapa pengajar bule yang ada. Salah satunya bernama Dean Rogers. Beberapa dari staff dan murid mengatakan mereka kurang nyaman dengan suaranya yang keras, bawelnya, candaannya yang menyindir dan ketegasannya dalam mengajar. Sungguh aneh! Karena buat saya dia sangat menyenangkan. Saya sangat menyukai berteman dengan dia. Setipe dengan saya, Dean bukan orang yang mudah sakit hati. Kami bisa saling melempar sindiran dan makian tapi entah kenapa kami tahu itu hanyalah guyon belaka. Saya dan dia hobi ngobrol, dan saya rasa kami berdua cerewet tapi juga merupakan pendengar yang baik untuk masing-masing. Dean juga memiliki banyak sekali kosakata dan pengetahuan Bahasa Inggris sehingga dia menjadi orang yang saya andalkan ketika saya kesulitan membuat suatu padanan kalimat yang baik. Kepribadiannya ramah dan sangat hangat.

Continue reading

Surat Dari Kungkung

Standard

Saya memanggil bapaknya Papa saya dengan sebutan Kungkung. Dulu beliau tinggal di Medan. Kala berkunjung ke Depok, saya dan adik saya selalu dibuatnya senang karena Kungkung pandai membuat permainan dan senang mentraktir kami jajan.

Lalu, Kungkung pindah, tinggal di Amerika bersama tante dan om saya yang memang menetap dan bekerja di sana. Beliau mengirimi saya surat ketika saya duduk di Sekolah Dasar. Tertulis: Untuk cucuku tersayang Mita Julian Sasmita. Harusnya “Yulian”, tapi Kungkung menggunakan ejaan lama.

Continue reading

Mari Menulis

Standard

Bulan November 2013 tepat 3 tahun saya menuangkan banyak hal di blog ini (Okeh mari tumpengan!). Total tulisan ada 93, yang artinya rata-rata tiap bulan saya menulis 2-3 kisah kasih di sekolah.

Eh!! Lagu itu sih!! Hahay…

Lumayan juga, di sela-sela kesibukan saya masih bisa melentikkan jari jemari di atas keyboard komputer.

Continue reading