Kalo dibilang generasi 90-an susah move on dari zamannya, itu bener. Sekarang di umur yang udah bukan lagi muda, apa-apa pasti dibandingin dengan yang kita alami di era Pak Soeharto masih jadi Presiden. Mulai dari musik, tontonan, hobi, jajanan… Pokoknya yang gede di tahun 90-an merasa keren banget lah dengan masanya itu.
Buku Film Musik
What Do You Mean?
StandardSetelah hampir 2 tahun nggak manggung dan nggak ngeluarin album, Justin Bieber muncul dengan single berjudul “What Do You Mean?”. Sebagai seorang Belieber, saya gembira! Well, emang sih Justin beberapa kali bikin lagu sejak 2013. Tapi itu kayak proyek main-main doang. Sedangkan untuk lagu yang “What Do You Mean?” ini, merupakan awal dari peluncuran album terbarunya November nanti.
[Review] Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (Dan 1991)
StandardSemakin banyak hal yang kita raih, semakin tidak mudah kita dipuaskan…
Dalam hal membaca misalnya. Jaman saya masih jomblo, masih belum ada yang naksir, kemana-mana sendiri, maka membaca novel percintaan remaja terasa begitu menyenangkan. Mengkhayal punya pacar seperti tokoh di cerita menjadi pengisi relung hati yang kosong. #Asek
AirAsia’s Ten Awesome Years
StandardKejar setoran! Hahaha… Baru inget udah mau penghujung Desember dan belum ada ngetik apapun di blog ini. Pekerjaan baru yang sungguh-sungguh membuat saya sulit melakukan hal-hal yang saya sukai seperti menulis atau bahkan sekedar membaca. Tiba di rumah biasanya jam 11 malam dan bawaannya langsung mau tidur. 😀
Saya cerita tentang buku AirAsia aja ya. Lanjutan dari ini dan ini. Alhamdulillah, di awal Desember kemarin AirAsia mengadakan peluncuran buku mereka yang berjudul “Ten Awesome Years” dan yang mengejutkan adalah saya diundang karena tulisan saya yang menang lomba dimuat di dalamnya. Terharu! Beberapa karangan saya memang pernah dimuat di majalah Bobo dan Gadis, tapi untuk melihat kisah nyata saya ada di sebuah buku (ditambah lagi hadiah menang jalan-jalan ke Nepal), maka nikmat Allah mana yang saya dustakan?
Curhat Telat: Konser Justin Bieber Believe Tour Singapura
StandardKemarin malam saya gak sengaja nemu tweet dari @JustinBieberID. Terlepas dari saya nge-fans banget sama Justin, sebenernya saya gak terlalu minat untuk gabung di fandom (fanatic kingdom/domain) tertentu, karena udah bukan umurnya kali ya. Haha… Kalo jaman sekolah dulu demen Westlife, gabung dengan fans club itu wajib banget! Namun, setelah mengetahui kalo ini adalah akun Twitter terbesar untuk Beliebers Indonesia, tanpa ragu-ragu saya follow. Dan berhubung @JustinBieberID mau ngadain kumpul-kumpul dengan Beliebers yang (setelah saya baca) kayaknya bakal seru, gede, gak asal-asalan, saya kudu update dong dengan infonya. Plus, satu alasan lainnya, yang ngurus akun ini namanya Ribka lahiran tahun 1990, jadi saya yakin dia Belieber yang bijaksana. Haha… Ya kan saya dulu juga demen Justin di umur 24 tahun (usia Ribka sekarang) jadi saya yakin dia pengurus yang cukup dewasa yang bisa meredam Beliebers yang lebih muda kalo mulai ada perang “sending hate” antar fandom.
Band Cewek Bernama Captain O
StandardSaya lumayan bisa main alat musik. Waktu SD, suling recorder dan pianika adalah keahlian saya. Setiap Senin, kalo bukan giliran jadi Pemimpin Upacara, saya pasti masuk tim pianika yang memainkan lagu-lagu kebangsaan. Saat SMP, saya mencoba main drum karena om saya buka studio musik, yang menjadikan saya bisa latihan tiap hari.
Kesempatan untuk bergabung dengan grup band terjadi ketika saya mengenyam pendidikan di SMU Negeri I, sekolah terbaik di Depok pada masa itu. Citra, Yayuk dan Titiek lah yang membentuk Captain O. Captain yang dimaksud adalah ketiga nama yang saya sebut tadi, karena mereka lah yang jadi pendiri, sedangkan si O adalah saya karena badan saya bulat seperti huruf O.
Nonton Bareng Film Justin Bieber: Believe
StandardHari terakhir di tahun 2013 kemarin saya habiskan dengan, salah satunya, nonton film terbaru Justin Bieber di bioskop! Akhirnya ya, setelah menunggu dan berharap cemas, film semi dokumenter dan semi konser ini tayang juga di Indonesia. Walaupun Depok belum kebagian, saya rela-relain ke Jakarta menerjang kemacetan demi melihat idola tersayang. Rencananya sih harus jadi penonton di jam tayang paling pertama… Apa daya tiketnya udah terjual habis dan harus nunggu jam berikutnya. 😦
Dai’s Attack: Komik Olahraga Kesukaan
StandardHari ini banyak waktu luang. Iseng-iseng saya pun berniat membereskan lemari buku. Sudah lama tidak saya tengok, lantaran sudah kepenuhan dari atas sampai bawah, bahkan tiap rak harus diisi 2 baris. Buku-buku baru terpaksa tergeletak di atas meja belajar karena sudah tidak ada ruang.
Maraton Film
StandardSeminggu terakhir ini saya banyak menghabiskan waktu untuk menonton layar lebar. Beberapa kali ditemani suami dan sepupu, dan ada sekali di mana saya hanya duduk sendirian berdampingan dengan orang-orang yang tidak saya kenal. Kegiatan ini lumayan merogoh kocek… Bukan untuk beli tiket tapi malah untuk cemilan. Favorit saya kan caramel popcorn yang harganya 60 ribu satu ember. Berikut laporannya:
Westlife: The Farewell Concert
StandardAkhirnya ada juga yang bisa ditulis di bulan Juli ini!! Bisa-bisa saya menyesal banget kalo sama sekali nggak ada cerita. Yah, sebenarnya sih liburan saya minggu lalu bisa jadi bahan, tapi entah kenapa saya lebih kepengen nulis tentang Westlife: The Farewell Concert alias konser terakhir dari boyband asal Irlandia ini.
HAH?? Terakhir?? Jadi mereka bubar??
