Suami saya pernah bertanya-tanya. Di Indonesia, eh di Jakarta deh, atau di kota-kota besar di Indonesia, banyak banget restoran yang menjual masakan khas negara luar. Dari Amerika, Korea, Jepang, Meksiko… Dan nggak pernah sepi peminat. Kira-kira di negara-negara tadi, menjamur rumah makan yang menjual masakan Indonesia nggak ya?
JABODETABEK
Cita Rasa Asli di El Asador Kemang
StandardRatusan tahun yang lalu, Belanda rutin beli rempah-rempah dari Portugis. Tapi, karena Portugis sempat dikuasai Spanyol, dan pada saat itu Belanda juga baru lepas dari jajahan Spanyol, mereka jadi nggak bisa ngambil rempah-rempah lagi. Maka mulai lah dilakukan penjelajahan untuk menemukan daerah asal rempah-rempah. Nyangsrang di Indonesia.
Kenyang di Sari Laut Jala-Jala
StandardKadang bete. Makan di restoran, udah mahal, eh porsi sedikit. Jadi cukstaw alias cukup tau, dan males datang lagi. Pernah ngalamin kan? Tapi nih, kalo makannya di Sari Laut Jala-Jala, dijamin puas sama takarannya. Hati-hati bingung memilih pesanan dari buku menu ya. Ada lebih dari 170 makanan dan minuman. Harga? Standar restoran, agak mahal memang kalo dibandingkan food court atau fast food.
Berlibur ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta
StandardSuka liburan murah dong? Saya juga. Untuk warga Jakarta dan sekitarnya, salah satu tempat wisata yang jadi pilihan karena tidak menguras dompet adalah Kebun Binatang Ragunan. Dulu sekali, di tahun 80-an dan 90-an, Mama Papa sesekali mengajak saya dan Budhy berlibur ke sana. Saya ingat pernah berfoto dengan adik di depan patung gajah; saya ingat pernah panik karena tiba-tiba Papa menghilang, padahal beliau bersembunyi di belakang saya… Sekitar 9 tahun lalu, saya sempat ke Ragunan juga setelah sekian lama. Sayang, kondisinya menyedihkan. Kandang dan binatang tampak nggak terawat, dan sejak saat itu saya sudah ogah ke Ragunan lagi.
Menu Melayu di Penang Paradise
StandardSaya dan Peter sesekali makan siang di restoran, terutama kalo habis gajian. Biasanya kami gantian mentraktir. Minggu lalu, kebetulan saya giliran saya yang membayar makan siang kami berdua. Kami pun pergi ke Penang Paradise yang terletak di lantai 3 Mall Taman Anggrek, dekat arena ice skating.
Hotel Santika Depok: Dekat dan Hemat
StandardSaya nggak banyak berharap apa-apa ketika akan menginap di Hotel Santika Depok. Beberapa kali saya melewati hotel tersebut ketika pulang belanja dari D’Mall (dulunya bernama Depok Mall). Kecil, tidak terlihat megah. Paling cuma sekedar hotel transit biasa, yang rame kalo orangtua mahasiswa Universitas Indonesia sedang menengok anak mereka yang kuliah, pikir saya.
Lucky Chicken Rice Pasar Puri Indah
StandardSaya suka makan nasi gurih. Kayak nasi uduk, nasi lemak dan nasi Hainan (nasi yang ditanak di kaldu ayam). Yang terakhir itu sayangnya nggak bisa sering-sering karena kudu ke restoran. Kalo nasi uduk kan banyak yang jual untuk sarapan. Hehe…
Batiba… (tiba-tiba!) Sohib saya si Daniel melakukan gebrakan cukup dahsyat dalam hidupnya. Dia buka tempat makan Nasi Ayam Hainan di Pasar Puri Indah. Sebagai teman, saya harus dukung.
The Margo Hotel Depok
StandardAda apa sih di Depok? Begitu tau kalo saya lahir dan besar di Depok, orang-orang biasanya berkomentar:
“Oh yang ada Universitas Indonesia ya?” —Iyes. “Wah, lo Belanda Depok dong?” —Bukan, kakek saya Tole Iskandar aseli Jawa. “Kubah Emas tuh di Depok bukan sih?” —Ho oh!
Depok memang bukan kota spesial. Julukan tempat jin buang anak pun sempat melekat puluhan tahun lalu.
Continue reading
[Review] POP! Hotel Kemang
StandardHujan deras menerpa wilayah Jakarta Selatan malam ini. Saya tengkurap manis di atas tempat tidur yang terasa nyaman. Tirai jendela saya biarkan terbuka, memperjelas irama ketukan tetes air.
Bermula dari rencana anak-anak Mami, sebutan saya untuk almarhumah Nenek, yang mau merenovasi total langit-langit rumah beliau karena kondisinya yang mulai bolong-bolong. Maklum, selama lebih dari 50 tahun belum sempat ada peremajaan. Berbarengan dengan itu, saya mendapat jatah libur Natal dan Tahun Baru selama 10 hari, dan suami pun cuti. Kami berdua akhirnya sepakat untuk nginep di hotel selama renovasi dilakukan (kami memang menempati rumah tersebut). Bukan buat gaya atau gimana lho, tapi renovasinya ini bikin seisi rumah harus dikeluarkan termasuk bantal, guling, kasur dan kondisi berdebu bikin suasana nggak nyaman.
A Reindeer Christmas Mall Taman Anggrek
StandardSejak Oktober 2015, mall di Jakarta Barat ini sudah sibuk dengan segala persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru. Lobi utama tertutup papan putih dengan sesekali terdengar bunyi mesin bekerja. Saya sampai penasaran, apa sih yang Mall Taman Anggrek persembahkan untuk para pengunjung? Memang, tiap tahunnya MTA selalu super mewah dalam hal dekorasi! Jadi nggak heran kalo pengunjung selalu dibikin terpukau.